Sinopsis Hi Bye Mama Episode 8 Part 2

Sinopsis Hi Bye Mama Episode 8 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalen bisa cari di tulisan yang ini yaaa… terima kasih untuk mengikuti sinopsisnya sejauh ini. terima kasih.

Seorang dukun mendekati Ibunya Yuri di depan kuil. “Sayang sekali putrimu tidak bisa reinkarnasi karenamu. Itu sebabnya pintu rumahmu dipenuhi dengan roh jahat. Jika kamu melakukan ritual, pasti akan membaik. Atau setidaknya dengan jimat ini.”

“Kamu sangat keterlaluan. Teganya kamu bilang begitu.”

Dukun yang satunya pun langsung datang dan langsung mengusir ahjumma dukun baru.

***

“Dia tidak menangis. Dia sedang berkeliaran.” Ucap ahjumma dukun pada Ibu Yuri.

“Berkeliaran? Anakku? Gentayangan?”

“Bukan begitu.”

“Kamu sama saja. menggunakan pengusiran setan untuk mendapatkan banyak uang.”

“Bukan begitu…”

Ibu Yuri pun pergi.

****

Para staf yang bekerja di TK pun minum dan makan bersama. Hari itu, Guru Kim malah murung dan banyak minum.

Kemudian Guru Kim menangis.

“Untuk apa menikah? Untuk apa aku menikah?”

“Apa kamu merindukan ayahmu? Karena ayahmu tidak bisa menghadiri pernikahan. Kamu menjadi sedih.” Ucap Yuri.

“Tidak. Bukan begitu.”

Roh supir Kim pun melihat dari luar.

***

Hye Su nampak lemas. Ia ada bersama dengan Yuri.

“Berjalan menuju pelaminan, itu sungguh tidak penting. Tidak masalah karena kesedihannya hanya sementara. Bukan itu masalahnya. Aku merasa bersalah pada ayahku.”

“Kenapa kamu berpikir begitu.”

“Andai aku menikah tidak setua ini. pasti ayahku akan melihatnya. Sepanjang hidupnya, dia menomorsatukan anak-anaknya. Dia bahkan tidak sempat…..” nangis terus. “Kasihan sekali ayahku. Aku tidak sempat membahagiakan ayahku.”

Roh ayah kim pun mendengarkannya sambil menangis.

***

Anak hantu nenek sedang duduk di RS. Ia habis menjalani kemoterapi.

“Setiap kesakitan, aku selalu mengingat Omma. Ibuku wafat dengan kesakitan. Dia menderita kesakitan karena aku. Aku memaksanya melakukan apa yang harus dilakukan. Memaksanya dirawat. Karena aku, ibuku pergi dengan kesakitan. Mungkin karena itu, saat aku kesakitan. Daripadaku, ibuku pasti merasa lebih sakit. Karenanya aku bisa menahannya.”

Hantu nenek menangis di belakang.

“Ini bukan salahmu.” Ucap sang suami.

“Aigoooo… dasar anak bodoh. Kasihan sekali anakku.” Ucap nenek.

***

Ayah Kim akhirnya meminta bantuan Yuri.

***

Guru Kim ke rumah abu lagi. Di kaca rumah abu itu ada semacam memo.

“Untuk perhiasan yang paling bersinar di hidupku. Tidak apa-apa. tenang. Bukan masalah besar. Hidup yang telah menyakitkan, telah melukaiku berkali-kali. Maafkan ayah karena tidak punya apa-apa. namun, anakku, ayah bisa dengan percaya diri mengatakan ini. walau tidak punya apa-apa. ayah sudah melakukan semaksimal mungkin. Ayah yang penuh semangat. Jangan berpikir kamu tidak berguna untuk ayah.”

Ayah Kim diam-diam mem puk-puk dari belakang.

***

Hari pernikahan berlangsung. Para roh juga ikut datang. Putri Ayah Kim berjalan sendirian. Padahal ada hantu ayah Kim di sampingnya.

“Ternyata, ada gunaya juga hidup dengan jujur. Ini bukan hanya hidupku, tapi juga hidup orang lain.” Ucap hantu. Yang melihat anak supir bisa hidup dengan baik.

***

Dukun Ahjumma akhirnya bertemu dengan Yuri di kedai Hyeon Jeong.

“Kenapa Yuri hidup kembali?” tanya Hyeon Jeong.

“Jadi, sebenarnya… ada beberapa kasus seperti ini. aku juga sedang menyelidikinya. Kenapa orang yang sudah mati hidup kembali.”

Dan Hyeon Jeong malah pergi ke toserba dulu.

Lanjutannya klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!