Sinopsis Hi Bye Mama Episode 8 Part 3

Sinopsis Hi Bye Mama Episode 8 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalen bisa cari di tulisan yang ini yaaa… terima kasih untuk mengikuti sinopsisnya sejauh ini. terima kasih.

“Hah? Omma? Teganya kamu mengatakan itu!!!” Teriak Yuri pada Ahjumma dukun.

“Bukan begitu. Maafkan aku. Karena aku ingin mengungkap dukun palsu. Jadi kuucapkan begitu saja. mulutku sangat bermasalah.”

“Kamu menyusahkanku!

***

Ibu Yuri menemukan foto Seo Woo diponsel suaminya. Ia pun langsung marah.

“Apa-apaan? Kamu sukarelawan TK Seo Woo? Kamu berfoto bersama juga?”

“Ya.”

“Sudah kubilang jangan mendekati Seo Woo. Kenapa kamu tidak mendengarkanku?”

“Menjadi sukarelawan pun tidak boleh? Apa aku penjahat? Aku hanya ingin melihatnya.”

“Menghindari Seo Woo adalah yang terbaik untuknya! Dia nanti berpikir siapa ibunya.”

“Aku juga tahu. Tapi aku tidak bisa melakukannya. Hanya melihat mainan saja mengingatkanku dengannya. Aku sangat merindukannya. Bagaimana lagi?”

“Hanya kamu yang merindukannya? Aku juga. Kamu pikir itu mudah untukmu? Aku juga merindukan putriku. Sampai hatiku hancur!!!” ahjumma pun menangis.

***

“Walaupun Ibuku terlihat baik-baik saja. dia sedang menahan semuanya.”

“Aku juga tahu.”

“Tapi kenapa kamu melakukan itu?”

“Maafkan aku. Tapi jika tahu ibu menderita, kamu tidak boleh terlihat seperti ini.”

“Apa maksudmu?” tanya Yuri.

Di saat ini. Hyeon Jeong baru pulang dari toserba dan mendengarkan percakapan ini.

“Kamu harus segera mencari tempatmu agar bisa kembali. Ibumu tidak perlu menderita seperti itu.”

“Cukup. Jangan bahas itu. Aku tidak akan mencarinya. Jika Seo Woo sudah membaik, aku akan reinkarnasi.”

“Tapi, aku tidak mendapatkan jawaban dari doa-doaku. Jika dipikirkan kembali alasan Dewa menghidupkanmu itu tidak penting. Dalam 49 hari, jika kamu bisa menemukan tempatmu, kamu tidak perlu reinkarnasi. Tidak peduli apa kata Dewa, jika ada kesempatan, kamu harus mengambilnya.”

“Tidak mau.”

Hyeon Jeong pun masuk.

“Apa yang kalian bicarakan? Dalam 49 hari, kamu harus mencari tempatmu? Atau kamu akan??? Kehilangan nyawa lagi?”

***

Hyeon Jeong langsung mau pergi ke Kang Hwa.

“Unnie, jangan lakukan itu. Kumohon.”

“Jadi, begini? ini yang kamu sembunyikan? Kamu akan pergi setelah 49 hari? Kenapa kamu pergi? Kenapa? Kamu harus menemukan tempatmu.”

“Tempatku sudah tidak ada.”

“Apa Min Jeong penting? Kamu tidak ingin Seo Woo memangilmu Omma?”

“Aku memang ibunya Seo Woo tapi itu tidak penting. Seo Woo sakit karenaku. Aku hanya ingin dia sehat.”

“Lalu bagaimana denganku? Apa ini adil? Kamu mati muda tanpa pernah melihatnya.”

“Jo Kang Hwa mencintainya. Oh Min Jeong sangat mencintai Kang Hwa. Unni pasti sudah tahu. Tidak ada yang penting selain kenyataan itu. Unnie, aku tidak mau Kang Hwa menangis.”

***

Kilas balik saat Yuri meninggal. Kang Hwa mengendarai mobil sendirian saat dia pulang dari rumah abu.

Kang Hwa memutar radio dan ada lagu gembira. Ia terdiam menangis diantara lagu gembira.

Saat itu. Cha Yuri yang sudah menjadi hantu menangis di sampingnya.

****

Yuri menangis sampai terjatuh.

“Baiklah Yuri.” Ucap Hyeon Jeong.

“Unnie….”

***

Diperjalanan larut malam. Ada Ibu Yuri sedang naik sepeda. Ia melihat anaknya dipeluk di jalanan oleh Hyeon Jeong. Sepeda yang ia kendarai pun jatuh.

Perlahan, ia mendekat pada Yuri.

****

Kilas balik saat Yuri meninggal. Yang nangsi nggak udah-udah adalah Ayahnya Yuri. Sampai Hyeon Jeong dan Gye pun ikut menangis dalam diam.

“Di dunia ini tidak ada yang manual untuk mengatasi perpisahan.”

Bersambung.

Episode kali ini penuh dengan bawang.

klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!