Sinopsis Hotel del Luna Episode 11 Part 7

Sinopsis Hotel del Luna Episode 11 Part 7 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini. terima kasih sudah mengikuti. Saya kasih pengumuman ya. Buat yang ngikutin sinopsis hotel del luna. Kedepannya akan dilanjut di alamat besokpagi.com ya.

Man Wol nampak kelelahan. “Kamu mendapatkan layanan panggilan hari ini?”

“Kalian sangat bersemangat mengenai tamu-tamu manusia itu. Aku sendiri yang serius mengurus tamu yang sebenarnya. Aaaioohhh… hari ini terasa sangat panjang.”

“Lalu, ada sesuatu yang akan menyemangatimu,” Chan Sung mengeluarkan bunga.

“Ini bunga asli, aromanya enak.”

“Ada banyak bunga di kebun.”

“Tidak ada yang nyata. Ahh tunggu, bungamu. Pohon bulanmu dipenuhi dengan bunga-bunga cantik.”

“Ada apa denganmu? Apa kamu pamer?”

“Bunga itu tumbuh karena aku memelukmu. Aku tahu ini akan terjadi. Aku seharusnya memelukmu dan bukan hanya membelikanmu sampanye.”

Man Wol ditoel.

“Apa-apaan. Apa aku pernah memintamu untuk memelukku? Kamu gila?”

“Aku meminta telepon.” Wkwkwkwkkw. Dan iya sih man Wol lagi pegang pesawat telepon.

“Aku akan memberikanmu pelukan.” Chan Sung merentangkan tangannya.”

“Yaaaa lupakan. Dasar lulusan harvard sombong, serakah, dan curang.”

Dan mulutnya langsung dikasih bunga. Wkwkwk.

“Aigooooo kamu cantik. Kamu mendapatkan beberapa permintaan khusus. Aku menaruhnya di mejamu. Kamu harus kembali bekerja usai beristirahat.” Kemudian Chan Sung pergi.

***

Dan Man Wol inget dong sama kejadian pelukan di episode 10 kemarin.

“Bunga yang nyata. Kubiarkan kamu karena kamu lemah.” Man Wol menaruh bunganya di vas.

***

Malam lagi. Gerhana akhirnya muncul.

“Gerhana bulan akan dimulai. Akan ada tamu istimewa datang hari ini.” Ucap Man Wol.

“bekerja samalah untuk bersiap-siap melayani tamu.” Ucap Chan Sung.

Pegawai yang lain nampak bersemangat.

“Saat matahari muncul, mereka dapat merasakan hotel kami dikenali oleh dunia. Dan tamu manusia juga datang. Itu membuat mereka seperti hidup kembali.”

***

Tamu yang dimaksud akhirnya datang. Ji menyambut mereka. “kamu membuat reservasi bukan? Sudah berapa lama sejak kalian meninggal?” wkwkwk latah. Ji menabok mulutnya. “Maksudku sudah berapa lama menikah? Aaahh kalian menikah hari ini. selamat yaaa…

***

Tamu benar-benar disambut. Dengan makanan yang enak dan tempat yang bagus. Menu makanannya susah diomongin.

***

Man Wol nampak gembira. “Kenapa kamu senang?” Tanya Chan Sung.

“Aku benci melihat bulan purnama. Tapi lihat, semuanya menghilang sekarang. Aaahhh senang melihatnya. Ini adalah momen kesenanganku.”

“Seluruh bulan tertutup sekarang. Akan menjadi bulan baru saat sudah tidak tertutup. Mungkin bulan yang lebih baik dan penyelamat.” *nyindir Man Wol. Tamu sudah di atas, kamu melihat bulan. Kamu bulan jahat,”

“Apa kamu ingin mati Chan Sung?”

“Aku akan menganggap itu sebagai persetujuan. Aku suka namaku, itu artinya setuju, seolah semua orang setuju denganku.” *obrolan seringnya bikin penonton gagal paham karena masalah bahasa yaa… tahulah bodo amat. Kwkwkwkwk.

“ya udah jadi oke.”

“Apa? Nama inggrisku Andrew. Chan Sung bukan Oke. Artinya persetujuan/agree.”

“Agree, andrew, terserah.” Iyaaa bener terserah. Wkwkwk. “Kamu hanya Ok untukku. Ok Ku, akhirnya gerhana bulan akan berakhir.”

“Kamu benar.” Chan Sung membulati jendela dengan gambar bulan. “Ini menandakan bahwa itu milikku, bukan?”

“Ya.”

***

Jadi ingat aksesoris bulan milik Bambang.

***

“Apakah dia menunggunya?” Ucap Chan Sung sambil melihat bulan.

***

Nona Choi datang melaporkan. “Sajang nim, para tamu ingin menuju ke kamar mereka sekarang.”

“Baik. Gerhana bulan berakhir. Sempurna. Bawa mereka ke 404.”

“Baik.”

***

Nona Choi memberikan pengarahan. “Ketika masuk ke dalam, tolong jangan keluar dari kamar sampai kamu check out.”

“Kami sudah dengar ini dari orangtuaku.”

“Selamat malam.”

****

Ji menggoda Kim. “Apa yang terjadi di dalam.”

“Kenapa kamu tertawa?” Tanya Kim pada Malaikat maut.

“Aku tahu semuanya.”

“Sungguh?”

“Jangan berasumsi bahwa aku tidak tahu banyak hal.”

“Kita bicara soal kehidupan di dunia ini. ini bukan percapakan di mana malaikat maut bisa ikut campur.” Ucap Ji.

“Aku harap seorang sarjana hebat akan dikandung saat ini. aku berharap anak itu akan mendapatkan hadiah nobel atau semacamnya suatu hari nanti.”

“Aku harap kembar 3. Biar hadiah nobelnya ada 3.” Ucap Ji senang.

“Aku yakin semua tamu dan karyawan di hotel sekarang akan bersorak untuk 404.

Lanjut ke bagian 8. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!