Sinopsis Hotel del Luna Episode 12 Part 4

Sinopsis Hotel del Luna Episode 12 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih yaaa sudah mengikuti sinopsis di besokpagi.

Man Wol mengambil ponsel yang dilempar Seo. Saat nengok ke belakang. Seo sudah menjadi hantu. “Sepertinya kamu dapat melihatku sekarang.” Ucap Man Wol.

“Beneran rupanya. Kematian benar-benar bukan akhir.”

“Benar. Kini kamu hantu. Ku Chan Sung mungkin tidak ingin ini terjadi, tapi aku tidak sabar menunggumu jatuh dari gedung dan mati. Aku tidak diizinkan untuk menyakiti manusia, tapi berurusan dengan hantu pendendam sepertimu itu masalah lain.”

“Hantu pendendam?”

“Kamu layak dilempar ke truk sampah. Aku akan menghancurkan dan mengubahmu menjadi abu. Aku herap kamu berubah menjadi sampah dan ke alam baka.”

Man Wol menggunakan kipas hitamnya. Tapi nggak mempan melawan Seo Ji Won.

“Apa itu? Apa yang melindungimu?” ucap Man Wol.

“Kebencianku bekerja. Kebencian dan umpatanku membuat orang menjadi liar.”

Status Seo sebelum mati adalah… aku akan mendedikasikan hidupku untuk mengumpat Ku Chan Sung, orang yang menghancurkan hidupku.

*seperti kilat. Komentar pun bermunculan.

“Pikian dan emosi buruk orang-orang ini pasti memberikanmu kekuatan yang mengerikan.”

“Siapa yang melindungi Ku Chan Sung?”

“Diam. Dasar sampah. Asu lo. Aku akan menyingkirkan kekuatan mengerikan yang melindungimu lalu merobekmu menjadi beberapa bagian. Tunggu saja.”

“Aku akan menjadi kotor dan lebih kuat.”

***

Yeon Woo sedikit bicara dengan Chan Sung. Polisi tidak bisa mencegah tentang postingan yang sudah tersebar. Yeon Woo juga cerita bahwa ada perempuan yang memberikan petunjuk. Chan Sung pun mengatakan dia percaya hantu dan reinkarnasi.

***

Chan Sung kembali menemui Man Wol di atap.

“Seol Ji Won meninggal.”

“Aku tahu. Aku bertemu hantunya. Dia sudah menjadi hantu pendendam dan membencimu.”

“Ya. Aku membaca postingannya yang diunggah. Aku cukup terkejut dengan dukungan yang ia dapatkan.”

“AaIISSHHH…. Seharusnya aku mengubahnya menjadi abu begitu dia meninggal. Seharusnya aku membawa pistol dan bukannya kipas lipat.” Wkwkw.

“Apa dia cukup kuat untuk melarikan diri darimu?”

“Aku ingin menganggapnya bukan masalah besar. Tapi ini masalah besar. Ku Chan Sung, jangan pulang sampi kita menangkapnya. Tetap di sampingku.”

***

Yoona curhat di lantai 1 del luna bersama Ji. “Apa kamu pikir sajang nim akan melarangku datang ke sini lagi?”

“Sajangnim sudah lupa soal itu. Manager Ku baik-baik saja semuanya akan baik-baik saja.”

“Benarkah?”

“Tentu saja. Tapi, berkatmu, para tamu hotel kami mampu mengungkapkan kematian mereka. Kami menemukan tamu tadi malam. Dia mau bertemu denganmu.”

***

Yoona dibawa bertemu hantu Mbak yang biasanya ada di samping Seo.

“Terima kasih sudah mengikutiku sampai akhir.” Ucap Hantu.

Yoona memberi hormat dan senyumnya.

***

Yoona pergi ke tempat abu. “Di sinilah aku sebenarnya, tapi aku terlalu takut untuk datang ke sini. Ini adalah kali pertamaku. Aku terbunuh juga. Dan aku merasa seperti mengubur diriku sendiri dengan membantu insiden pembunuhan.”

Ji memberikan bunga.

“Ji, di mana kamu dimakamkan?”

“Di suatu tempat di gunung. Aku tidak punya kuburan.”

Yoona mengeluarkan gambar Ji yang ia buat. Kemudian ditaruh di samping perempuan tadi. Kata Yoona ini berbagi tempat.

“Yoona. Pacarmu harus orang yang baik dan masih hidup. Itu sebabnya…”

Eh pipi Ji malah dikisseu Yoona.

“Aku menyukaimu. Bisakah kamu menyukaiku juga?”

Dan kisseu lagi. Wkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkw….. sosorrrr….

***

Man Wol mengkipasi Chan Sung. Ia membangunkannya.

“Kenapa kamu tidur di tempat yang tidak nyaman?”

“Satu-satunya kamar yang bisa aku tempati adalah 404.”

“Siapa yang nyuruh kamu tidur di situ? Sudah kubilang tidur di kamarku. Kamu bisa cepat tidur dengan menggunakan penutup mata.”

“Apa kamu pikir aku akan bisa tidur di kamarmu bahkan kalau pakai penutup mata dan alat pijat itu? Ayo kita pergi. Daripada alat pijat itu, aku lebih suka lengan Jang Man Wol sebagai bantal. Kamu bisa membelaiku, jadi aku bisa tidur.”

“Ada apa denganmu? Dasar mesum. Dinginkan,” Man Wol pakai kipasnya lagi.

Malah ditarik oleh Chan Sung.

“Kamu yang harus dikipasin. Mukamu merah.”

***

Akhirnya, Man Wol entah ada angin apa. Malah mengajak Chan Sung ke tempat akupungtur.

Man Wol menceritakan dokter di sana bisa menyembuhkan orang yang hampir mati.

Man Wol dan Chan Sung ada di ruang tunggu.

“itu dokternya?”

“Dia merawat seseorang yang seharusnya mati tiga tahun lalu.”

“Dia pasti dokter yang luar biasa. Apa dia Hua Tao?”

“Entahlah.”

Chan Sung melihat gerak-gerik dokter yang mempromokan obat. “Dia terlihat sekarak, mirip seseorang yang kukenal.”

“Bagaimanapun, kita harus membawa pasien yang dia hidupkan kembali del luna.”

“Tapi bukankah pasiennya masih hidup? Bagaimana kita menganggapnya tamu?”

“Dibunuh. Malaikat maut memerintahkanku membunuhnya.”

“Kamu bahkan melakukan tugas malaikat maut?”

“Bukan pekerjaan. Itu kesepakatan.”

Berlanjut ke bagian 5 yaaa.. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!