Sinopsis Hotel del Luna Episode 12 Part 6

Sinopsis Hotel del Luna Episode 12 Part 6 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu link yang ini. terima kasih guys sudah ngikutin…. beteweeehhhh saya lagi banyak urusan di rumah sakit. Jadi, sinopsis bakalan molor. Jadi, jangan tanya kapan buatnya. Kalau ada waktu, saya buat.

Malam hari, Chan Sung sudah di klinik bersama Man Wol. Chan Sung memandangi tangannya. “Kamu khawatir dia mungkin mengambil hidupmu? Kelihatannya kamu ingin berumur panjang. Jangan khawatir. Kamu akan berumur panjang.”

“Aku mencoba mencari tahu bagaimana perasaan orangtuanya sesudah membeli garis hidup orang lain.”

Man Wol memegang tangan Chan Sung. “Artinya aku akan melindungimu.”

“Aku yakin mereka tidak ingin melepaskan anak mereka. Mereka pasti putus asa.”

***

Dokter datang. Chan Sung akan dibedah.

“Apa kamu mengambil garis tanganku untuk diberikan pada anakmu? Aku dengar kamu memiliki putra yang sakit.”

“Anakku sakit parah. Saat operasi di LN, aku membawanya. Seperti keajaiban. Anakku hidup.”

“Ini pasti berat.”

“anakku masih kecil. Istriku terlihat cukup tua. Orang mikir kami nenek dan kakeknya.”

***

Man Wol menemui anak yang sakit. “Hlo… apa kamu sedang membaca buku? Itu buku yang sulit.”

“Tidak begitu sulit.”

“Aku suka saat orang membual karena mereka memang cerdas. Aku suka itu.”

“Apa ahjumma malaikat maut? Pada hari menjelang operasi. Aku melihat om pakai baju hitam dalam mimpiku.”

“Dia dan aku memiliki konsep berbusana yang sama sekali berbeda.” Wkwkwkkwkwkwkwkwkw “Dia mengenakan pakaian hitam biasa. Dan aku mengenakan hitam pekat dengan sentuhan biru tua.”

“Hitam pekat dan hitam biasa sama saja.” Wkwkwkwk… coba ngomongnya hitam kebo dan hitam arang. Pasti beda anjay.

“Aku di sini akan melakukan sesuatu hal yang serupa dengan dia. Aku tidak bisa mengalahkanmu. Kamu anak yang pintar, jadi bisa mendengarkanku, pikirkan, dan putuskan. Kamu tahu emak bapak tiba-tiba jadi tua?”

“Apa karena ini?” sang anak memperlihatkan garis tangannya yang panjang sampai ke tangan. Udah kek jalan sepur.

“Benar. Yang mereka letakkan di sana adalah hidup orangtuamu.”

***

Chan Sung bicara pada dokter. “Kamu menyerahkan hidupmu kepada anakmu. Itu sebabnya umur kalian berdua menjadi lebih cepat.”

“Jika anakku hidup, aku tidak peduli apa yang diperlukan.”

“Sayangnya, anak kalianlah yang harus membuat keputusan. Begitu anakmu membuat keputusan, kalian harus melepaskannya.”

**

Dokter lari ke tempat anaknya.

Sudah tidak ada nyawanya.

Hantunya sudah bersama dengan Man Wol.

***

Man Wol minum lagi di bar bareng Malaikat maut.

“Aku senang Jang Sajang menyelesaian ini. jika kamu tiba di sana terlambat, aku harus mengambil mereka bertiga.”

“Orangtuanya…mungkin menginginkan itu.”

***

Anak kecil itu bilang. “Jika aku pergi denganmu, itu akan lebih menyakitkan bagi ibu bapakku.”

“Itu bukan untuk kamu khawatirkan.” Man Wol menghapus perpanjangan garis tangan.

“Tapi, aku sangat takut.”

Kilas balik selesai.

**

“Takut.”

“Jangan takut.” Ucap Malaikat maut. “aku akan membawa arwah pendendam seperti yang kujanjikan.”

“Baik. Temukan itu dengan cepat agar tidak ada yang ketakutan lagi.”

***

Chan Sung malah melihat garis tangannya.

Melamun.

***

Ji dan Yoona lagi mesra-mesraan di hotel.

Om dan Tante, alias Choi dan Kim bergibah di belakang mereka.

“Magang dan resepsionis sedang kencan di tempat kerja.”

“Yaaa ampun.” Ucap Om. “Magang baru kerja. Aku tidak percaya mereka sudah berkencan.”

“Mereka masih muda. Mereka cocok. Tidak seperti dari dunia yang berbeda.”

“Kita udah lama tapi nggak ada apa-apa. Profesional” ucap Om.

“Kamu bukan tipeku.” Wkwkwkkw

“Aku juga tidak menyukaimu.”

***

Sancez pulang.

Ia kembali menjalani kehidupannya membuat pizza.

Kulineran lagi. Man Wol dan Chan Sung melihat Sancez yang bekerja.

“Apa Sancez menjadi gila sesudah pergi ke pemakaman? Ada apa dengannya?” Tanya Man Wol.

“Sebenernya, ada cerita.”

***

Kilas balik waktu ngobrol bareng Sancez.

“Veronica masih di hotelmu. Benarkan Chan Sung?”

Berlanjut ke bagian 7 ya. klik di sini bagian terkahir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!