Sinopsis Hotel del Luna Episode 13 Part 2

Sinopsis Hotel del Luna Episode 13 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Link lengkap ada di tulisan yang ini. terima kasih sudah ngikutin. Minggu depan bakalan jadi pamungkas nih.

Choi memang pergi ke pemakaman. Ia hanya melihat. Ada Kim Juga. “Keluarga ini sudah selesai. Sekarang aku bisa pergi tanpa penyesalan.”

Lalu tbtb ada perempuan yang hamil besar datang. “Dia adalah pria dari bayi yang aku kandung.” Wkwkwkkwkwkwk. “Aku pikir. Aku akan melakukan salam perpisahan.”

“Bukannya katamu dia bujangan?” tanya Kim.

“Jika anak itu lelaki. Maka garis keluarga Yoon akan terus ada.”

***

Choi pulang dan mengucapkan maaf pada Man Wol karena pergi tanpa izin. Man Wol pun dapat info kalau keluarga Yoon akan punya keturunan.

***

Choi amat bersedih. dahulu, ia punya bayi dan ingin dapat pengakuan keluaga Yoon. Tapi pintu selalu tertutup untuknya.

Gaeksiljang amat kecewa.

***

“Kulihat bunga layu. Bisakah kamu hentikan?” tanya Kim pada Man Wol di bar. “Choi sangat cemas.”

***

Chan Sung mendatangi Choi dengan jas macannya. “Pakaian aneh macam apa ini?” wkwkwkkw

“Harimau?”

“Dari mana dapat itu?”

“Ini hadiah. Bagaimana?”

“Lucu. Apa itu?” wkwkkwkwkwkw Choi tuh mau ngakak cuy. Dan itu taktik Chan Sung menghibur Choi yang terluka. “Cepat lepaskan.”

“Kudengar ini merk ternama.”

“Siapa peduli itu merk ternama. Bahkan tamu yang sudah meninggal bisa menertawakanmu. Manager Ku, kamu menurunkan kelas hotel ini.”

Kim dan Man Wol hanya melihat mereka dari jauh. Mereka tahu itu usaha Chan Sung menghibur Choi. Man Wol pun berkata dia tidak bisa menghentikan bunga yang tumbuh karena dia juga menyukainya.

***

Man Wol menemui Chan Sung. “Kamu sangat keren. Baju harimau dan Gaeksiljang. Lebih keren dari harimau baekdu. Ku Chan Sung memang hotelier hebat.”

“Aku lupa bahwa Choi juga tamu yang harus dihibur untuk kepergiannya.”

“Dia tamu jangka panjang dengan kebencian yang mengakar.”

“Sepertinya dia ingin melihat keluarga itu menghadapi masalah.”

“Aku sudah bilang, semuanya ada konsekuensinya, bukan? Dengan kebencian seperti itu, 200, 500, bahkan 1000 tahun bukanlah masalah. Menunggu begitu lama, tanpa tahu kapan hati akan terbuka lagi. Aku pikir hal itu juga kutukan.”

“Apa kamu masih menunggunya untuk datang?”

“Ku Chan Sung, jika dia datang. Kamu akan memperlakukanku seperti kamu memperlakukan Gaeksiljang? Kamu mau jadi harimau???”

“Percayalah padaku. Karena aku melikmu.”

*abis itu mereka ngomongin makanan lagi. Man Wol pengen makan.

***

Kim dan Ji memandangi Pohon Bulan.

“Mereka adalah bunga yang layu karena perasaan cinta.” Ucap Kim.

“Bunga masih banyak. Butuh lebih dari 1000 tahu bagi mereka untuk bermekaran. Aku tidak berpikir mereka akan berguguran dengan mudah. Waaahhh ada kunang-kunang.”

“Aku bisa melihatnya dari waktu ke waktu sesudah pohon berubah.”

“Lihat, bahkan kunang-lunang berdatangan sesudah bunga mekar. Bisakah hal seperti itu ada di sini?”

“Entahlah. Karena di dalam hotel. Kunang-kunang mungkin sudah mati.”

“Ku Chan Sung pernah bertanya padaku. Apa ada roh kunang-kunang. Kenapa hanya ada satu? Dia pasti kesepian.”

Ost haize lagi. Lagu wajib keknya. Wkwkkw.

*kunang-kunang itu memang selalu ada di sisi Man Wol, tanpa Man Wol sendiri sadar bahwa cahaya kecil itu ada.

***

Kemudian ada suara Mago…

Dia, tidak bisa menunjukkan dirinya bertahun-tahun lamanya. Dia bersamanya seperti debu. Kini akhirnya dia menunjukkan diri.”

Mago Pink sedang menyulam. “Karena bunga sudah bermekaran, aku ingin tahu apa ceritanya akan didengar. Ketika sudah terjerat hati seseorang. Memang sangat sulit untuk melepaskannya. Aku akan melakukannya dengan benar kali ini.”

Mago sibuk dengan sulamannya.

***

Man Wol dan Chan Sung ada di alfamart. *yaakkk kalik. Mereka melihat bumil yang jadi ganjalan hati Choi.

“Haruskah kusingkirkan bayi itu? Bayi itu tampak tidak dalam kondisi baik.”

Bumil langsung kesakitan. Chan Sung malah membantunya mengambil barang yang mau bumil beli.

***

“apa ini? mobil mahal? Aku juga pengen beli yang kayak gini. Mana parkir sembarangan.” Man Wol menendang mobil dan bunyi.

Mago putih pemiliknya.

“Bukankah itu Mago??”

“Omooooo omooooo unieeeeee….” kali ini Man Wol senang bukan kepalang melihat Mago.

“Man Wol Ahhhhhhhhhhhhhhhhh…. sudah lama sekali.”

“Unnie, kamu sering datang ke hotel saat Moon Sook ada di sana. Datanglah.”

“Aku sibuk, aku akan pembukaan sekarang”

“Ahhh aku tidak tahu di mana itu, tapi tidak akan ada kesuksesan tanpa unnie.”

“Beberapa anak muda bisnis komputer dan aku membantu mereka.”

Mago berkenalan dengan Chan Sung. “Jaga tamumu ya. Terutama tamu utama…”

Kemudian Mago pergi.

***

“Dia adalah dewa kekayaan. Dia menjabat tanganmu dan bilang hal baik.”

“Karena itu kamu memanggilnya Unnie, bukan nenek mago?”

“Tentu saja. Aku akan memanggil semangat Oppa kalau itu lelaki.”

“Maka kamu harus memanggiku Oppa.”

“Oke, karena nanti kamu akan kaya. Kupanggil unnie.”

Berlanjut ke bagian 3. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *