Sinopsis Hotel del Luna Episode 13 Part 5

Sinopsis Hotel del Luna Episode 13 Part 5 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini. mian yaaa ditinggal, habisnya ada temen yang ngajak main jadi malah ke mal. Wkwkwkw.

“Yeong Su Sshi, kamu baik-baik saja?” Tanya Mi Ra.

“Aku baik-baik saja. Aku berolahraga secara teratur, ini bukan masalah.”

“Syukurlah tidak ada yang patah.” Ucap Sancez.

Yeon Woo akan pulang. Tapi Mi Ra melarangnya pergi. Mereka ada di kamar Chan Sung karena di sanalah tempat yang paling manusiawi bersihnya.

***

“Bagaimana Yeon Woo dan Song Hwa bersama?” Tanya Man Wol pada Chan Sung saat dibioskop.

“Dia bukan Yeon Woo, dia Park Yeong Su. Dan dia bukan Song Hwa, tapi Lee Mi Ra. Keduanya berkencan. Aku bertemu Yeong Su melalui Mi Ra. Mungkin akan membuat segalanya rumit bagimu. Jadi, aku tidak mengatakannya. Karena mereka adalah orang-orang yang kamu benci dan kamu sayangi.”

***

Man Wol memandangi Pohon Bulan dengan pilu.

“Bagimu itu adalah dendam yang melekat, tapi baginya . itu adalah masa lalu yang tidak bisa mereka ingat. biarkan saja berlalu.” Terdengar suara Mago.

Chan Sung pun datang. “Apa kamu merasa berat?”

“Orang yang paling kusayangi dan kubenci berkencan. Meskipun membunuh orang yang kamu beri kebencian, dendam itu tidak akan hilang.”

“Apakah kamu tidak bisa membunuhnya?”

“Dia mati. Dia mati hari itu.”

***

Kilas balik. Saat malam pengantin. Man Wol benar-benar marah kepada Bambang. Aksi pedang tidak terhindarkan.

Bak bik buk belalang kuncup terjadi.

Hingga, satu tebasan mengenai Bambang dari arah belakang. Bambang masih berdiri dan pedang masih diacungkan Man Wol.

“kamu masih hidup rupanya.” Ucap Bambang.

“Aku masih hidup. Untuk menepati janji membunuhmu.”

“Aku bangga padamu. Man Wol ah. Aku membaca kalimat di pedangmu. Apakah Yeon Woo membuatkannya? Dia pintar. Sepertinya bilah pedang ini, membawa dendam Yeon Woo.”

“Ada banyak yang menaruh dendam padamu. Kamu perlu melihat semuanya. Dan meninggal dalam kesakitan serta penderitaan.”

“Apa itu termasuk kita? Aku senang melihatmu lagi. Kamu menyambutku dengan pengantin yang cantik, dan aku akan mengatakan bahwa aku merindukanmu sambil membelai rambutmu.”

“Tutup mulutmu.”

Man Wol sebenarnya hanya diam. Bambang menarik pedang yang ada di tangan Man Wol  dan menusukkan ke dirinya sendiri.

“Ini adalah akhir bagi kita.” Bambang memegang rambut Man Wol dengan sisa tenaganya,

Man Wol menarik pedangnya kembali. Darah bercucuran di mana-mana.

“Aku tidak akan membiarkan orangmu bertahan. Aku akan membakar kastil ini. momen terakhir kita, seperti ini. kamu harus mati sesudah melihat semuanya.”

“Man Wol/// aku akan membuatmu berada di hatiku dan menjadi bulan yang tidak pernah tenggelam untuk menyaksikanmu dari jauh.”

Bambang menghembuskan napas terakhir.

Darah menetes. Suara piano dan biola mengalun pilu.

Kemudian keluarlah kuda memekik diantara kastil yang penuh dengan kobaran api.

“Hari itu, dia mati, dan aku kehilangan akal. Serta membunuh banyak orang. Lalu, aku meletakkan barang orang-orangku di peti mati dan melakukan perjalanan ke sanggarloka bulan. Aku membunuh siapapun yang menghalangiku.” *kek diepisode pertama. “Saat akhirnya tiba di sanggarloka bulan, yang kuhadapi adalah diriku yang berlumuran darah.”

Man Wol masih bercerita di depan Chan Sung. “Aku sudah terlalu banyak berbuat dosa dan mendendam begitu banyak. Itulah titik terendahku. Aku sudah menunggu pria itu begitu lama, berencana untuk berhenti hidup sesudah membawanya turun bersamaku ke dasar.”

“Tapi aku tetap di sini sekarang. Aku…. tidak bisa membuat kenangan burukmu terlupakan. Tapi aku ingin mengeluarkan dirimu dari situ.”

Ost diputar lagi…. masih yang ost awal-awal.

Mereka pun pelukan.

Lanjut ke bagian 6 yaa… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *