Sinopsis Hotel del Luna Episode 14 Part 1

Sinopsis Hotel del Luna Episode 14 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini. episode kali ini panjangnya 1 jam 32 menit dan itu bikin saya makin berkata anjay saja. Wkwkwkwk… saya nggak tahu mau dibagi jadi berapa part. Kita lihat saja.

Nampak beberapa prajurit membakar barang kemudian Bambang datang, “Hentikan. Sedang apa kalian?”

“Ini barang-barang milik pria yang kepalanya dipenggal. Kami mengambil yang masih bisa bermanfaat. Selebihnya dibuang.”

Bambang mengambil semacam alat musik. “Jangan membakar barang orang yang sudah mati. Kumpulkan semuanya,”

Barang-barang dimasukkan dalam peti. “Berikan ini pada yang hidup agar dimanfaatkan untuk menggelar pemakaman.”

Bambang pun menaruh ornamen rambut berbentuk bulan yang sudah berlumuran darah di dalam peti.

***

Kembali ke kelanjutan episode kemarin.

Chan Sung belum sempat menjawab. Kim dan Choi berlarian ke arah mereka. Kim datang dan menabok Chan Sung. “Syukurlah kamu baik-baik saja.”

Chan Sung merem melek.

“Apa kamu sakit?” tanya Kim.

“Tidak. Aku baik-baik saja. Maaf membuat kalian terkejut.”

Man Wol malah masuk dan lari ke dalam.

*tak jauh dari mereka kunang-kunang berkedip.

***

Man Wol langsung minum sampanye dan mengingat kenangannya bersama Bambang. “Ini tidak masuk akal. Ku Chan Sung tidak mungkin dia.

***

Mago pertama *yang suka bawa bunga. Melihat dedaunan yang ditempelin kunang. “Man Wol akhirnya akan sangat terpengaruh hanya karena cahaya hijau kecil itu.  Cahayamu menjadi sangat lemah karena harus kembali dari alam baka. Dan kini, kamu sangat redup.”

Mago mengulurkan tangannya dan kunang itu jatuh di tangan Mago.

***

Chan Sung di bar bersama Choi dan Kim.

“Syukurlah kamu tidak tersesat dan menemukan jalan keluar.”

“Kudengar kecepatan waktu dia alam baka berbeda dan ingatanku akan hilang.”

“Beberapa orang mengira mereka pergi hanya untuk waktu yang singkat. Sebenarnya sudah 30 tahun berlalu. Dongeng seperti itu bukan omong kosong.”

“Aku dengar ini dari Malaikat Maut. Seseorang teringat kehidupan masa lalunya dalam perjalanan alam baka, maka kehidupan di dunianya benar-benar sangat hancur.” Ucap Choi.

“Kamu tidak melihat sesuatu yang aneh di sana?” tanya Kim.

“Aku ingat ada yang kelap kelip. Terus terang aku tidak ingat. saat sadar, aku sudah keluar dari sana.”

Man Wol datang.

***

Man Wol dan Chan Sung bicara di atap.

“Aku pikir anak itu naik mobil. Jadi aku coba untuk mengikutinya. Anak itu baik-baik saja. Jangan marah.”

Man Wol meletakkan tangannya di dada Chan Sung lagi. Waktu seakan diam. “Aku baik-baik saja.”

“Kamu hanyalah Ku Chan Sung. Apakah kamu masih melihatku dalam mimpi?”

“Sejak mimpi panjang hari itu,  aku belum memimpikanmu lagi.”

“Lalu, kamu melihat orang lain?”

“Aku melihat pria itu. Bernama Chung Myeong. Dia di tepi danau dan memegang ornamen berbentuk bulan. Mungkin itu milikmu. Kamu belum pernah dapat hadiah seperti itu?”

“Tidak. Pada awalnya, kamu bilang, mungkin kamu melihat kenangan dari masa lalumu yang mungkin tidak bisa kamu ingat.”

“Ya. Tapi kamu bilang itu tidak mungkin.”

“Ya. Tidak mungkin.”

“kamu khawatir karena Yeon Woo dan Mi Ra berkencan?”

“Aku tidak mungkin berakhir seperti mereka. Aku masih punya kehidupan. Melihat Yeon Woo dengan perempuan itu membuatku aneh.”

Man Wol pun masuk kembali.

***

Yoona dan Ji mengantarkan anak kecil yang tersesat di del luna. Anak itu dengan selamat diserahkan pada Ayahnya di rumah sakit.

Saat pacaran. Ji jadi ingat bahwa dia akan ke alam baka setelah adiknya meninggal. Sayangnya, Ji masih belum bilang pada Yoona.

Saat di rumah sakit. Yoona yang habis dari toilet melihat adik Ji sedang mendengarkan piano dari ponselnya, Yoona pun menyapa dan merekamnya menjadi video.

“Permisi. Apa kamu ingat nama kakakmu?”

“Ya. Namanya adalah Ji Hyun Joong.”

“Kamu ingat?”

“Ya.”

Kemudian ada kakek yang dipanggil kakak oleh nenek tadi. Yoona merasa aneh karena Ji sebenarnya sudah mati.

Ji yang melihatnya menarik Yoona.

Kakek tadi bicara sendirian. “Ada yang tahu Ji sudah mati?”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *