Sinopsis Hotel del Luna Episode 14 Part 3

Sinopsis Hotel del Luna Episode 14 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah ngikutin sinopsis di besokpagi yaaa…

Man Wol masuk ke ruangannya dan Chan Sung sudah memberikan makanan manis. “Itu ornamen yang kulihat di dalam mimpiku.”

“Mago memberikannya padaku.”

“Dalam mimpiku tidak ada darah di sana.”

“Sudah kubilang dia mati dengan pedangku. Darah ini dipenuhi kebencianku.”

“Kenapa Mago memberikanmu hal yang tidak menyenangkan? Berikan. Aku akan menyimpannya.”

“Aku akan menyingkirknnaya sendiri. Mago memberikannya agar dijadikan bulan yang tidak penuh kebencian. Bulan yang penuh dengan darah. Harus dihancurkan.”

Ji datang dan mengatakan Chan Sung dicari Malaikat Maut.

****

“Kamu sudah menemukan Seol Ji Won? Apa dia lebih kuat seperti rencananya?”

“Kamu pikir begitu? Dia hanya bersembunyi di kegelapan seperti tikus got.”

“Syukurlah.”

“Dia hanya bersembunyi di kegelapan seperti pengecut. Bisakah kamu membantuku? Kamu akan menjadi umpan.”

“Apakah kamu di sanggarloka bulan sejak awal bersama dengan Jang Man Wol?”

“Ya. Aku mengantarkan banyak arwah.”

“Siapa tamu pertama di sini? Mago bilang bahwa tamu pertama adalah yang paling penting.”

“Aku belum menuntun tamu pertama hotel ini. tidak ada yang melihat cahaya samar keberadannya.” *eehh tamunya bambang cuy? Gitu apa? “Sekarang ayo kita tangkap penjahat itu.”

***

Kunang-kunang  ada di tempat mago penjual obat.

****

Man Wol melihat ornamen dan bicara sendiri.

“karena memiliki tanda bulan, dia pasti membuatnya untukku. Dan aku sangat bahagia saat menerimanya. Itu membuatku jijik terhadapmu.” Man Wol diperlihatkan dirinya yang lama. “Ketika dia datang. Aku akan melemparkannya ke dalam neraka yang kubuat. Dan membuat kalian berdua menghilang. Namun, karena rencana dewa. Aku tidak bisa melakukannya lagi. Aku akhirnya jatuh cinta lagi. Bersandar pada cinta itu, aku mencoba mengabaikanmu. Jangan menyeretku lagi. Aku akan membuangmu. Kamu membuatku gila.” Man Wol bicara pada Man Wol.

Wajah Man Wol lama jadi hantu jahara.

***

“Seol Ji Won keluar. Aku tahu kamu bersembunyi di sini. Malaikat maut sedang dalam perjalanan kemari.” Man Wol bicara pada tempat gelap.

Seo muncul.

“Kamu berubah dari berengsek sombong menjadi pecundang. Aku punya sesuatu.”

Man Wol memberikan ornamen bulan penuh darah. “Makan ini. dan jadilah arwah jahat.”

Ji Won langsung mengambilnya.

***

Malaikat Maut dan Chan Sung sudah di TKP. “Dia dalam kegelapan. Tapi dia akan menempakkan dirinya sesudah melihatmu.”

Kemudianya pun melihat Man Wol yang sedang duduk.

“Apa kamu akan menangkapnya?” tanya Chan Sung.

“Aku membiarkannya. Kamu akan dalam bahaya karena aku memberikannya hadiah istimewa. Malaikat maut, kamu juga akan sibuk. Dia mungkin menggila karena kekuatan barunya.”

“Apa yang kamu perbuat?”

“Ku Chan Sung. Mago bilang kamu adalah dia. Aku harus membunuhmu tapi aku tidak bisa. Karena aku terlalu menyukaimu. Tapi aku tidak bisa membunuhmu. Aku menunggu sudah lebih dari 1000 tahun. Aku akan memaki diri sendiri jika melindungimu.”

“Jika dia menjadi arwah jahat. Maka hidupmu akan berakhir.” Ucap Malaikat Maut.

“Karena kamu manusia yang disukai oleh Mago. Mereka akan campur tangan sebelum arwah menghampirimu.”

“Dan kamu akan binasa.” Ucap Chan Sung.

“Akhirnya aku hanya bisa memanfaatkanmu. Hal yang kuanggap cinta hanyalah kisah sedih.” Man Wol pergi.

Lanjut kebagian 4 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!