Sinopsis Hotel del Luna Episode 15 Part 2

Sinopsis Hotel del Luna Episode 15 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca dannn yaaahhh kita bakalan pisah.

“Ada pekerjaan untukmu.” Ucap Mago pada Chan Sung.

“Pekerjaan apa?”

“Kamu harus pergi ke penginapan Man Wol,”

“Penginapan Man Wol? Bukankah itu del luna di dinasti Joseon?”

“Benar. Kamu harus pergi ke sana.”

***

Mago dan Chan Sung bicara di depan Pohon Bulan.

“Taman penginapan Man Wol, kamu akan temukan bunga obat yang gemerlapan di bawah sinar bulan. Bawakan itu padaku. Bukan pekerjaan sulit.”

“Anda bisa ke sana sendiri. Kenapa kamu memintaku melakukannya?”

“Karena mungkin kamu menyukainya. Jika kamu pergi ke sana, kamu bisa melihat penginapan Man Wol.”

“Lalu, aku akan bertemu Jang Man Wol?”

“Mungkin. Jika tidak mau, lupakan saja.”

“Aku akan melakukannya.”

Mago memberikan istruksi. “Sesudah kamu mengitari pohon, kamu akan melihat pintu masuk penginapan Man Wol. Kamu dapat kembali dengan cara sebaliknya. Begitu kamu sampai, jangan makan dan minum apapun. Jika sampai memakan atau minum apa pun kamu tidak akan bisa kembali.”

Chan Sung berputar dan melihat pintu. Chan Sung masuk. Hari berganti menjadi siang.

Di dalam sedang ada insiden pencuri yang diadili. Ada Choi juga. Ia sebenarnya nampak melayani tamu. Ada juga Kim yang sedang sibuk bekerja mengurus anggur.

Chan Sung kembali berjalan dan menemukan bunga cantik di taman. Baru beberapa langkah. Suara Man Wol menghentikan Chan Sung.

“Siapa kamu? Kamu masih hidup bagaimana bisa masuk ke sini? Apa kamu datang untuk mencuri? Kamu berpakaian aneh. Dari mana kamu berasal?”

“Jang Man Wol Sshi…”

“Bagaimana kamu tahu namaku? Apa mungkin Oh Chung Hwan dari Dangyong mengutusmu ke sini? Kamu mungkin datang ke sini sesudah melihat dokumen yang kuberikan. Pergi dan beritahu Og Chung Hwan bahwa aku akan ke sana dalam sebulan untuk mengambilnya.”

Chan Sung memegang tangan Man Wol yang hendak pergi. Man Wol langsung memojokkan Chan Sung di pintu.

“Aku datang dari tempat yang lebih jauh daripada itu. Kamu tidak bisa…mengenalku pada saat ini.”

“Kamu melihat hantu. Siapa yang memberikanmu kemampuan itu?”

Kemudian suara Mago melengking… “Jang Man Woolll ii…… aku datang kembali….” hanya suara cerewet Mago saya yang terdengar.

Chan Sung diminta tidak berisik. “Bukankah itu Mago?”

“Kamu kenal Mago?”

“Ya. Aku bertemu dengannya lima kali hari ini.”

“Apakah kamu dekat dengan Mago?”

“Saudaranya memperlakukanku dengan baik.”

“Begitukah?” Man Wol mengeluarkan kendi. “Apa kamu ingin minum?”

***

Chan Sung diberikan jamuan makanan oleh Kim dan Choi.

“Sudah lama sejak ada tamu manusia.” Ucap Kim.

“Apa kamu tidak memiliki manager manusia?”

“Manager? Tak lama dia meninggal. Saat ini belum ada. apa kamu pelayan manusia baru yang diutus oleh Mago?”

“Bukan. Sajangnim, dia mengira aku Oh Chung Hwan dari Dangyong. Siapa dia?”

“Dangyong adalah sarang judi. Dan Oh adalah yang memberikan utang.”

“Apa Jang Man Wol berjudi?” wkwkkww.

*Ceritanya Man Wol memang berjudi dengan bantuan hantu penjudi. Kemudian Mago Dewa Kemiskinan selalu datang tiap pagi. Makanya tadi, Man Wol sembunyi.

****

Man Wol yang sudah berganti pakaian datang pada Chan Sung. “Jang Man Wol sshi. Apa kamu berjudi?”

“Aku judi karena bosan.”

“Jika kamu hidup di duniaku, kamu akan dipenjara.”

“Aku berencana untuk berhenti.” Belum apa-apa udah berantem aja. “Sesudah aku mendapatkan kembali uangku.”

“Jika berpikir seperti itu, kamu tidak akan pernah bisa berhenti.”

“Aku harus mengembalikan uangku untuk mengurus para tamu.”

“Kamu tidak butuh uang untuk mengurus para tamu.”

“Baiklah. Kamu sepertinya punya hubungan dengan Mago. Pergi, beri tahu wanita tua pengemis yang kamu lihat dan tinggalkan tempat ini.”

“Dewa tidak bisa diusir begitu saja.”

“Benar. Itu sebabnya aku tidak bisa mengusir pengemis itu. Dia selalu datang kemari tiap pagi. Aku tidak bisa menang. Aku akan menjadi pengemis.”

“Aku pernah membujuk dewa untuk pergi. Jika aku berhasil membujuknya. Mau tidak judi lagi?”

“Ya. Aku akan mengikat tanganku.”

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!