Sinopsis Hotel del Luna Episode 15 Part 8 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti sinopsisnya sejauh ini. besok 2 september 2019 bakalan jadi episode terakhir.

Mira mengatakan pada Yeon Woo. “Makanan yang membesarkanmu dibuat oleh orangtuaku. Kita ditakdirkan untuk bersama.”

“Sepertinya begitu.”

“Chan Sung dan aku makan kimchi itu juga. Itu merk kimchi yang banyak dimakan orang korea. Aku tidak berpikir itu sesuatu yang istimewa.”

“Yeon Su bilang itu seleranya.” Wkwkkw. Iya deh. Cinta bikin eek kayak rasa kue. Apalagi kimchi yang jelas makanan.

***

Kim menyajikan minuman pada tamu. “Kalian berdua penulis bukan?”

“Dia penulis novel terlaris. Dia meninggal tepat sebelum rilis buku barunya.” Ucap hantu kopi yang nggak ke alam baka juga.

“Sangat disayangkan. Aku melakukan banyak penelitian, dan ceritanya sangat menarik.”

“Tentang apa novelmu?” tanya Kim.

“Tentang sarjana dinasti joseon.”

“Bartender adalah seorang sarjana yang lulus ujian nasional dengan nilai tinggi.”

“Siapa namamu?”

“Namaku tidak tercatat di manapun dalam sejarah.”

“Protagonis yang kutulis adalah tentang seorang yang lulus ujian nasional dengan nilai terbaik. Tapi pengangkatannya dibatalkan. Dia ditangkap karena menulis literatur cabul, jadi, dia dipukuli oleh sarjana lain.”

“Menarik. Siapa nama sarjana cabul itu?”

Kim sudah bergetar tangannya.

“Namanya Si Ik. Yang artinya sayap zaman itu. Namanya Kim Si Ik.”

Kilas balik.

Kim dilempari buku…..

“Jika kamu memiliki rasa malu, jangan pernah berani mengangkat wajahmu lagi.”

Kilas balik selesai.

***

“Tulisan sudah dilakukan, mungkin diterbitakan sebagai karya anumertaku.”

“Aku harap ini dipublikasikan.”

Kim gemetaran dan berkacat-kaca.

***

Yoona sampai di tempat Mago obat. Ia pun melihat kendi anggur dan mengingat kalimat Kim.

***

“Itu kembali seperti dahulu.” Ucap Choi pada Man Wol saat melihat Pohon Bulan.

“Tidak ini berbeda. Saat itu, ini hanya untuk dilihat. Tapi waktu berlalu sekali lagi. Daun bertumbuhan, bermekaran, lalu berguguran.”

“Apa kamu berharap melihat daun tumbuh dan bermekaran lagi?”

“Ini sudah mati, jika aku punya waktu sekali lagi, aku mungkin harus menyebrang.”

“Ya.”

Yoona tbtb datang di sela perbincangan mereka.

“Sajang-ni,. Aku mencuri minuman keras ini dari toko herbal mago. Dia bilang ini untuk pemilik baru. Bisakah kamu meminum ini, dan terus hidup di hotel ini?”

Man Wol menerimanya.

***

“Seorang gadis yang keluar masuk del luna mencuri minuman yang kubuat.” Ucap Mago pada Chan Sung.

“Aku yakin dia melakukan ini karena dia takut si resepsionis, Ji Hyun Joong, akan pergi. Dia tidak ingin hotel menghilang.”

“Kemudian dia mungkin memberikannya pada Jang Man Wol. Jika Man Wol meminum itu dan mendapatkan kekuatan Pohon Bulan kembali, hotel del luna akan tetap ada, dan kalian berdua akan terus bersama.”

“Jika Jang Man Wol membuat pilihan seperti itu, tidakkah kamu menghentikannya? Apa kamu ingin melepaskannya dengan tenang?”

“Jika aku menghentikannya, apa yang akan kamu perbuat?”

*****

Biasaaaa.. di atap.

Chan Sung menemui Man Wol. Man Wol membawa anggur.

“Pada hari pertamaku diikat ke pohon bulan, bulan purnama sama besar dan cerahnya dengan bulan itu. Minuman kerasa yang kuminum saat itu, kembali padaku. Ku Chan Sung, haruskah aku minum ini lagi?”

“Ketika aku kembali ke masa lalu. Dan bertemu denganmu. Aku ingin meminum minuman yang kamu tawarkan untuk tinggal bersamamu di sana. Jika aku melakukan itu, aku akan menjadi pekayan ke 85mu. Dan mungkin sudah menggambar potretmu.”

*ini adegannya ke Chan Sung yang majang foto tapi masih percakapan di atap. “Aku memiliki pemikiran ini saat menggantung foto bersama. Aku akan menjadi manager terakhirmu ke 99. Aku akan membiarkan kamu menghabiskan waktu yang tak berarti dengan yang ke 100. Maka, jangan minum itu.”

“Aku sudah menduga kamu akan mengatakan itu.”

Man Wol membuka dan membuang anggurnya.

Ost lagi….

“Gumawo, Ku Chan Sung. Sarange…..”

Mereka pun gandengan.

“Aku juga, sarange…”

Mereka pun memandang bulan.

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

Komentar!!!!

Maka melepaskan selalu butuh keberanian. Butuh energi lebih.

Kalau endingnya itu. Saya suka nih.

Wkwkwk.

Kenapa?

Logis soalnya.

Jangan banyak komen ah. Nanti nggak bisa buat review lagi. Wkwkkwkw…