Sinopsis Hotel del Luna Episode 16 Part 3

Sinopsis Hotel del Luna Episode 16 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti sinopsis di mari yaaaa…

“Aku ingat pernah melihatmu saat makan malam kemarin,” Ucap Kim pada Sancez.

“Ya. Apa yang membawamu kemari?” tanya Sancez bingung.

“Aku punya masalah. Jadi, aku tinggal di kamar Manager Ku untuk sementara.”

“Ahhh ada dia juga bekerja di hotel?” *nunjuk ke Malaikat Maut.

“Ah dia malaikat maut. Dia bukan orang yang mudah kamu temui saat kamu masih hidup.”wkwkwkw

Malaikat Maut ceritanya lagi menghibur hati Kim yang gundah gulana dan minum bir bareng.

****

Alih-alih membakar maskrip yang ada. karena ceritanya memang fiksi, Chan Sung dan Man Wol meminta penulisnya untuk merevisi cerita yang ada. Kim dibuat menjadi karakter yang tidak cabul.

Penulis setuju. Sayangnya, dia pingsan setelah memegang pulpen. Usut punya usut, penulis selalu pingsan 30 menit saat memegang pulpen. Wkwkwkwk kapan kelarnya dong.

Karena di del luna ada hantu kopi. *itu yang suka minta kopi terus dari episode awal. Choi dan Chan Sung pun memintanya untuk menulis cerita Kim yang sesungguhnya.

***

Man Wol mengatakannya pada Kim. “Artinya aku akan menjadi karakter dalam cerita fiksi?”

“Dalam catatan tersebut, Kim Si Ik dikenal sebagai yang dikualifikasi karena menulis cerita vulgar. Hanya ada satu baris. Itu tidak akan hilang bahkan ketika kamu menunggu 500 tahun. Kamu suami penyayang dan cindekiawan, itu bukan fiksi. Ini novel, nanti dikatakan Kim Si Ik ganteng dan tinggi juga bisa. Adakah orang yang mirip denganmu?”

“Ada seseorang pria yang kupikir meyerupaiku.”

“OHH siapa?”

“anak-anak muda memanggilnya Mr. Hip.” *So Gang Ji.

“SO JI SUB???” WKWKWKWKKWKWKKWKWKWKWKKW NGAKAK SAMPE PLUTO. “MAKSUDMU KAMU MIRIP SO JI SUB? Ahhhh benar, kamu mirip dengannya.” Wkwkwkwkkwkw ngakak lagi sampai Surga.

Biar Kim seneng aja dah.

***

Cerita baru dibuat. Man Wol dan Chan Sung membacanya dengan gembira.

Kemudian, lewat layanan telepon Mimpi. Penulis mengatakan pada penerbit untuk membukukan buku milik juniornya. *hantu kopi.

Dan adegan langsung ke toko buku di mana bukunya laris badai.

****

Kemudian, Kim mentraktir semuanya minum. “Aku, Kim Si Ik, cendekiawan Joseon, sudah menghapus rasa maluku. Dengan air mata yang melambangkan keenggananku untuk pergi, kini aku akan menuju alam baka. Aku mengucapkan salam perpisahan. Terima kasih.”

****

Semuanya mengantar Kim. “Maaf aku pergi duluan.”

“Selamat tinggal Kim.”

Dan Ji yang menangis seperti bayi.

Tidak banyak kata dan Ji pergi dengan mobil. Masuk ke terowongan.

“Selamat tinggal.” Ucap Malaikat Maut.

****

Kim menginggalkan surat untuk Jang Sajang.

“Jang Sajang. Terima kasih sudah merahasiakan namaku dan membiarkanku diingat sebagai seorang cendekiawan yang sama misteriusnya dengan bangau. Ini adalah air mata yang kuberikan padamu sebagai rasa terima kasihku. Aku harap bisa menghangatkan dari bulanmu yang dingin.”

*sebuah minuman ada di meja.  Namanya Tears inget kan?”

“Rasanya sungguh tidak enak.” Man Wol malah menangis.  Saya pengen nangis dong.

****

Ji menemui Yoona yang melihat Hyun Mi.

“Kim sudah pergi.”

“Lihat, kamu sedih karena Kim pergi. Itulah yang akan kurasakan jika kamu pergi juga. Katakan saja kamu tidak akan pergi.”

“Menyedihkan ditinggal Kim, tapi kita mengantarnya dengan kegembiraan. Karena tidak ada yang lebih menyedihkan selain tinggal di dunia ini.” bener banget.

“Apa yang menyedihkan jika kita bersama.”

“Lihatlah aku dan Hyun Mi.”

“Baik. Pergilah. Orangtua Yoona ingin aku pergi belajar ke LN. Aku akan pergi bagus bukan?”

Lanjut ke bagian 4. Klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!