Sinopsis Hotel del Luna Episode 16 Part 5

Sinopsis Hotel del Luna Episode 16 Part 5 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih banyak kalian sudah ngikutin drama ini yaaaa…

Mira dan Kekasihnya malah pergi memilih kulkas. *Saya yakin ini iklan. Dan emang. Wkwkwkkw. Kemudian tbtb ada Man Wol di salah satu sudut toko dan bicara pada Mira.

“Kamu akan menikah?”

“Apa Chan Sung memberitahumu? Di mana dia? Kalian bersama?”

“Dia pergi untuk minum teh susu. Aku akan membelikanmu hadiah yang tidak terlupakan. Lihat ini.” Man Wol memencet remote dan tv langsung berputar.

“Song Hwa, kamu sebaiknya bersikap baik pada Yeon Woo. Jika sampai membuatnya menangis, aku akan memutarkan hidupmu seperti TV itu.” *hipnotis. “Aku akan membelikan tv ini sebagai hadiah.” *iklan lagi anjay.

****

Saat bersama Chan Sung. Man Wol berkata. “Choi akan pergi hari ini. bulan purnama akan segera tiba.”

Yang artinya del luna tutup.

**

“Sajangnim. Aku pergi duluan. Terima kasih sudah membiarkanku tinggal selama ini dan melindungiku.”

“Berkatmu, aku mendapatkan pelajaran besar pada saat yang sangat penting. Terima kasih.”

“Ku Chan Sung sshi. Aku adalah orang yang menyarankan agar kamu masuk kamar no. 13.” Wkwkw pengakuan dosa. “Aku selalu merasa bersalah atas itu. Maafkan aku.”

“Tidak apa.  Jika aku tidak masuk. Aku tidak akan mendapatkan “satu detik itu”. Eehh maksudnya kisseu?

“jika aku hidup. Tolong jangan biarkan aku melihat dirimu memakai jas harimau itu.”

“Aku akan mengingatnya.”

“Sajangnim, kita akan berpisah. Tbtb aku meningat pada hari pertama aku datang ke penginapan Man Wol.”

***

“Kemana kamu mau pergi?” tanya Man Wol. “Apakah kamu mencuri pisau itu agar bisa membunuh keluarga itu?”

“Anakku. Dia yang membunuh putrinya sendiri, baru saja mendapatkan anak lagi/”

“Kamu tidak bisa membunuh siapapun dengan pisau itu.” Man Wol melemparkan pedang. “Jika dengan ini, kamu dapat membunuh banyak orang. Sesudah itu, kamu akan ditangkap dan lenyap. Kamu akan mendapatkan hidup baru dengan tinggal di sini dan kembali ke alam baka. Kamu mungkin cocok menjadi karyawan di sini, karena lebih memilih kematian abadi.”

“Apakah kamu juga begitu?”

“Dewa pasti memantauku di sini .”

****

“Aku bersandar padamu dan memendan dendam. Mengingat akan merangkul alam baka, sungguh mengejutkan kita meninggalkan dunia ini dalam bentuk yang layak. Aku sungguh bersyukur. karena ini kesempatan yang baik, jangan menangis. Aku akan pergi dengan bahagia. Sampai jumpa.”

Gaeksiljang masuk ke mobil.

Man Wol meminta peluk.

Mereka pun pelukan.

“Aku tidak akan memangis. Kenapa kamu membuatku menangis? Hatiku hancur karenamu, aku pun ingin memelukmu seperti ini.”

“Gaeksiljang, kamu sudah menghiburku dalam banyak kesempatan. Terima kasih.” Ucap Man Wol.

Kemudian. Ahjumma pergi… dalam senyuman.

Satu persatu pergi.

****

“Berapa lama waktu tersisa?” tanya Chan Sung pada Mago Obat.

“hari ini. sekitar waktu bulan purnama. Semua energi di del luna akan berkumpul. Semuanya akan hilang. Dan Jang Man Wol harus pergi.”

“Aku sudah lama ingin bertanya. Kenapa kamu memilihku?”

“Seperti bunga yang memimpikan bulan, belum menunjukkan mimpi terakhir.” Mago menunjuk dada Chan Sung.

***

Man Wol memandangi hotelnya yang sepi. Juga figura foto yang ada di lantai 1. Ia melihat bayangan Ji yang bekerja. Padahal tidak ada.

Membayangkan Choi yang bekerja padahal nggak ada. begitu pula dengan Kim.

Mam Wol menangis. Ost panjang bener. *ost sudah lengkap di channel telegram ya.

***

“Untuk mengirim tamu terakhir, Ku Chan Sung datang.”

Chan Sung menaiki tangga.  “Ku Chan Sung, aku terus merasa mengantuk. Aku merasa seperti tertidur. Apa aku mengantuk sehingga bisa pergi seolah sedang bermimpi?”

Man Wol pun nyender.

“Aku akan di sisimu sampai kamu tertidur.”

Man Wol pun digendong.

Lanjut ke bagian 6 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!