Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 1 Part 2

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 1 Part 2 – Saya coba buat sinopsisnya yaaa. belum tahu kuat apa nggak buatnya. Kwkwkwk. Di sini untuk bagian link selengkapnya. Terima kasih. Episode sebelumnya ada di sini yaa.

“Apa kamu tahu alasanku menyukai restoran ini?”

“Karena steiknya?”

“Bukan. Pisaunya sangat tajam.” Kemudian Nona Moon melukai dirinya.

“Moon Yeong, kamu berdarah.”

“Cantik sekali. Aku menginginkannya.”

Nona Ko pergi membawa pisaunya dan si pria membayar tagihannya. Minta pelayan tutup mulut juga.

****

Pamer badannya Moon nih. Ia ada di lokernya dan akan bekerja. Salah seorang perawat memintanya keluar untuk melihat pasien yang membuat kegaduhan.

Pasien itu memakan semua makanan orang lain.

Moon dengan sabar membujuk pasien dan dikira suaminya. Saat lengah. Si perempuan muntah semua isi makanan yang ia makan. Kwkwkkwkw. Sinematografinya mantap. Jadi, sang pasien diselingkuhi suaminya karena sang suami memilih gadis yang kurus.

Moon masih bersikap baik. Wkkwkw.

****

Moon kembali bertemu dokter yang menjelaskan pasien baru.

“Dua hari lalu, dia dan anaknya masuk IGD. Kena over obat. Dia pernah dirawat jalan karena gangguan kecemasan.”

“Dia mau budir dengan anaknya.” Ucap suster di sebelah mereka.

“Sebelum budir. Ia ingin membunuh anaknya.”

Saat di dalam kamar isolasi. Pasien teriak meminta bertemu dengan anaknya. Anaknya selamat karena memuntahkan apa yang ia makan dan sedang mendapatkan perawatan di bangsal yang lain. Namanya Go Eun.

****

“Setelah mendongeng. Ada sesi tanya jawab.” Ucap manager pada Nona Ko saat di dalam mobil. “Kemudian bagikan buku berttd pada anak-anak. lalu berfoto bersama pengurus rumah sakit sekaligus penutupan acara. Aku ini CEO di perusahaan penerbit, tapi tugasku seperti asisten pribadi. Aku merasa kehilangan identitasku.”

“Awalnya aku direkrut sebagai penata artistik.” Ucap Nona Yoo yang sedang menyetir. “Aktu tidak menyangka akan menjadi pesuruhmu seperti ini.”

“Bukankah saat wawanca kamu bersedia melakukan apa pun?” tanya si bos.

“Kamu hanya memintaku melakukan pekerjaan yang menggunakan tenaga. Bukan pikiran.”

“Aku baru tahu kamu bodoh, setelah menerimamu. Lalu bagaimana? Kamu kupecat?”

“Tidak.”

Kembali pak bos mendapatkan telepon dari rumah sakit jiwa OK.

“Bos. Kamu mendapatkan nasehat psikoater? Itu bagus.” Ucap Nona Yoo.

“Angkat.” Ucap Nona Ko.

“Halo…”

“Speaker.” Ucap Nona Ko.

“Haloo… Pak Lee. Ini Nam Ju Ri perawat di rumah sakit jiwa OK. Aku tidak bisa menghubungimu. Kamu juga tidak membalas pesanku. Apa kamu mendengarku?”

“Sekarang… aku agak sibuk…”

“Seperti yang sudah disampaikan… tanggal operasi Pak Dae Hwan sudah ditentukan. Mengenai surat persetujuan operasi,  sampai kapan kami harus menunggu? Jika terus menghindari panggilanku, itu artinya kamu ingin membunuh pasien.”

“Ko Dae Hwan. Bagiku dia sudah mati.” Ucap Nona Ko. “Kenapa terus menyelamatkan orang yang sudah mati? Apa kamu Tuhan? Juri aaahh… jika kamu begitu peduli kepadanya, kamu saja yang datang ke sini.”

Juri langsung menutup teleponnya dengan kesal.

****

“Kenapa? Apa katanya?” kata rekan Juri.

“Dia mau aku mendatanginya.”

“Apa wanita itu sudah gila?”

“Jika tidak waras, seharusnya datang ke sini.” Ucap perawat senior datang. “Ceritakan riwayat kesehatannya.”

“Pasein demensia di kamar 203. Dia butuh operasi pengangkatan glioblastoma secepatnya, tapi…”

“walinya tidak peduli, bukan? Dia adalah pasien terlama di RS ini. wali tidak pernah kerkunjung atau meninggalkan pesan. Itu artinya pasien sudah diabaikan. Daripada terus menghubungi wali yang tidak mau bertanggung jawab itu, kenapa tidak mendatangi saja orangnya? Untuk menyelamatkan pasien? Aku tahu kamu profesional.”

“Aku perlu dua hari.” Ucap Juri.

“Apa kekasihmu ada di seol sampai butuh dua hari.”

Juri menggeleng dan membawa dokumennya. Ia berkata akan secepat mungkin mendapatkan persetujuannya. Ahjumma perawat malah gosip dan berkata yakin Juri sudah punya kekasih.

Lanjut ke bagian 3 yaaa klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!