Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 1 Part 3

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 1 Part 3 – Saya coba buat sinopsisnya yaaa. belum tahu kuat apa nggak buatnya. Kwkwkwk. Di sini untuk bagian link selengkapnya. Terima kasih. sebelumnya ada di sini.

“Sepertinya anakmu tidak bisa menjenguk.” Ucap Juri.

“Tidak boleh. Mati…. jika dia datang…..” sang ayah malah ketakutan.

******

Moon melihat poser Penulis Ko.

“Sunbae, kudengar, kamu dimintahin pasien?”

“Aku ditampar juga.”

“Astagaaa.. di saat seperti ini. kamu seharusnya lebih berhati-hati.”

“Pak Seung Cheol yang ada di ruang isolasi akan diserahkan kepada polisi.”

“Aku tahu. Biar aku saja yang memeriksanya. Kami sempat bertaruh di acara makan malam kemarin. Seperti kumbang, kenapa Gang Tae selalu pindah rumah sakit tiap tahunnya? Kami bertaruh untuk itu. Jawaban yang pertama, kamu melarikan diri dari penagih utang. Jawaban kedua, kamu melakukan kesalahan, untuk menyamar dan menghindari polisi. Jawaban ketiga, kamu selalu menggoda semua perawat dan pasien wanita.”

“Kamu memilih yang mana?” tanya Moon Gang Tae.

“Aku memilih yang ketiga. Mana jawaban yang benar?”

“Jawaban keempat. Pria…” kwkwkwkwkkwkw. Moon Gang Tae malah menyentuh pundak rekannya.

“Gang Tae, astagaaa. Kopi ini enak sekali.

****

Ahjussi yang tempo hari bersama dengan Moon, sedang menggambar dan mendapatkan telepon dari Moon. Ahjussi ini kayak anak-anak.

“Aku mau makan jjampong.”

“Mie terus. makanlah lauk yang kubelikan. Sedang apa?”

“Menggambar.”

“Kamu menggambar di buku wanita itu lagi.”

“Bukan wanita itu, dia penulis Ko Moon Yeong.”

“Ya. Ko Moon Yeong. Katanya dia akan mengunjungi rumah sakitku. Dia akan mendongeng di bangsal anak.

“aku akan ke sana.” Moon Sang Tae langsung panik.

“Moon Sang Tae!!!!” sang adik  teriak. “Coba tarik napas. Dengarkan baik-baik. Walau kamu berangkat sekarang, sudah terlambat. Lagi pula hanya anak-anak yang boleh masuk ke sana. Hyung bukan anak kecil.”

“Moon Sang Tae, umur 35 tahun. Lahir tahun 1984. Shio tikus. Walaupun terlihat muda, aku bukan anak kecil.”

“Benar. Kamu sudah dewasa.sebagai gantinya, aku akan mencoba meminta ttdnya. Bertemu hanya bisa sekali, tapi ttd bisa disimpan. Mana yang lebih baik? Ttd. Kamu suka penulis Ko bukan?”

Moon Sang Tae menutup teleponnya dan melepas tas yang akan dia bawa.

****

Saat di ruangan yang akan jadi jumpa dengan anak-anak. Yoo bertanya pada bosnya. “Kenapa cakkanim sangat membenci ayahnya?”

“Dia membenci semua orang. Jangan tanya. Itu sejak lahir.  Aaahh dia pergi kemana? Padahal acara sebentar lagi.”

****

Ko sedang merokok di kawasan  bebas merokok.

Ada Moon. “Tolong rokoknya.”

“Aku hanya punya satu.”

“Aku tidak meminta rokoknya. Tolong matikan.”

“Aku baru saja mulai merokok.”

“Ini kawasan bebas merokok. Tolonglah.”

Ko melepas kacamatanya dan berdiri depan Moon. Dan bunga-bunga sakura berguguran.

“Apa kamu percaya dengan takdir?” tanya Ko.

“Apa katamu?”

“Jangan pura-pura tidak dengar.” Moon akan mengambil rokoknya. Tapi Ko menghindar. “Siapa yang peduli dengan takdir. Saat dibutuhkan. Kamu muncul di hadapanku.” Abu rokok malah dimasukkan ke gelas Moon. Beserta rokoknya juga. “Ini adalah takdir.”

Ko kemudian pergi begitu saja.

Moon marah dan meremas gelas kopinya.

***

Ko berteriak di atas panggung. Ia pun mulai minum. Ilustrasi dongengnya dari lukisan pasir,

“Anak lelaki itu terbangun lagi dari mimpi buruk. Kenangan buruk dari masa lalu yang ingin dilupakan muncul kembali dalam mimpinya setiap malam. Dan terus mengganggunya.  Setua hari, dia pergi mengunjungi penyihir dan memohon kepadanya. Penyihir, tolong hapuskan semua kenangan buruk di kepalaku agar aku tidak bermimpi buruk lagi. Sebagai gantinya, aku akan menuruti apa pun keinginanmu.”

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!