Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 1 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa. terima kasih.

Seorang pria menjahit luka Moon. “Aigoo. Berkatmu, kemampuan menjahitku meningkat. Mulai sekarang, berhenti melukai dirimu sendiri. perawat Moon Gang Tae, apa yang kamu pikirkan? Sudah selesai.”

Ngelamun dia.

***

Si Bos mengomeli Koo di lobi rumah sakit.

“Tapi bagaimana dengan penusukan? Bagaimana menjelaskannya? Kudengar ada petugas rumah sakit yang terluka. Bagaimana jika mereka mengeluarkan berita? Penulis dongeng anak mengayunkan pisau. Apa novel berikutnya adalah seni bela diri? bagaimana berita itu akan muncul?” *pasti yang nulis tribunews itu. Wkwkwk.

“Gunakan saja uangmu.”

“Bagaimana jika tidak berhasil?”

“Rayu dengan jebakan pesonaku.”

Mereka akan masuk mobil. Tapi Ko tidak masuk dan malah masuk lagi ke rumah sakit.

****

“Kamu membuat keributan di acara mendongeng.” Pegawai RS memarahi Moon. “Karena kejadian itu. Pangilan pengaduan dari wali pasien terus masuk. Aku harus terus mencari kambing hitam.”

“Apa itu aku?” tanya Moon.

“Perawat yang bertanggung jawab baru bekerja selama dua bulan. Tidak mungkin memecatnya. Jika melihat riwayat daftar hidupmu. Selama sepuluh tahun pengalaman kerjamu. Kamu sudah bekerja di 15 rumah sakit. Selalu kurang dari setahun. Kamu sudah bekerja di sini selama 10 bulan. Sudah saatnya untuk berhenti, bukan? Kamu akan mendapatkan pesangon jika bekerja 1 tahun. Mari kita selesaikan sampai di sini.

Moon meletakkan tanda pengenalnya.

***

Moon berpamitan dengan rekannya yang lain. Tanpa banyak kata.

****

Si bos meminta dan mencari tahu kontak perawat yang ditusuk oleh Ko. Ko sendiri ada dikamar mandi. Sedang mandi. Yap. Ada adegannya.

Si bos takut jika di kemudian hari ada masalah.

****

Moon yang ada di halte mendapatkan telepon dari orang tidak dikenal. Tapi tidak diangkat. Kemudian pria dengan motor. Motor antar ayam goreng Jae Su menghampiri Moon.

“Aku sedang mengantarkan makanan, dan melihat kamu duduk di pinggir jalan. Seperti ayam yang kesakitan.” Ia melemparkan helm dan membuat tangan Moon kesakitan. “Ayo. Aku akan mengantarmu.”

“Dasar gila.” Ucap Moon yang ikut.

***

Si Bos resah. “Apa sengaja tidak diangkat? Jika tidak diangkat, dia mungkin akan menggugat ke pengadilan.”

Eeehh malah dapat telepon dari perwat Nam Juri yang sudah sampai ke apartemen. Dengan mengendap-endap si bos akhirnya turun.

“Apa itu layanan kamar?” teriak Ko. Ia keluar dan tidak menemukan si bos.

Saat membuka pintu. Malah ada perawat Nam Juri di depan Ko.

****

Motor yang dinaiki Moon dan temannya mogok di jalanan. Motornya punya nama alberto.

“Gang Tae, aku baik-baik saja. Sang Tae menunggu di rumah. Naik taxi dan pergilah.  Itu sama sekali tidak berarti kamu meninggalkanku. Aku memahamimu. Ini soal persahabatan dan kesetiaan.”

“berisik. Dorong saja.”

“Oke.”

Mereka melewati sungai han dan banyak kata-kata semangat.

***

“Kamu banyak berubah.” Ucap Ko dan Juri. “Aku nyaris tidak mengenalimu karena kamu melepaskan kenorakanmu. Setelah aku pindah sekolah.. sudah 20 tahun kita tidak bertemu, ya?”

“Ya. kamu hanya perlu ttd di sini.” Juri mengeluarkan dokumennya. “Kamu pasti sudah mendengarkan penjelasannya lewat telepon. Seharusnya kamu datang, dan…”

“Hanya untuk sebuah ttd di dokumen ini, kamu menempuh 3 jam ke sini. Ini rasa tanggung jawab atau sikap berlebihan?”

“Karena rumah sakit kami hanya menangani pasien gangguan mental, semua operasi bedah harus dilakukan di rs rujukan. Untuk kasus ayahmu…”

“Dia sudah mati. Aku anak yatim, kamu tahu itu, bukan?”

“masih hidup.”

“Sudah lama kudaftarkan meninggal. Mau kuceritakan cerita yang menarik?”

Lanjut ke bagian 6 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!