Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 1 Part 6

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 1 Part 6 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa. terima kasih.

Ko mengambil dokumen itu. “Jiwa ayahku telah tiada. Tapi raganya masih hidup seperti zombie. Ibuku, raganya tidak ada. tapi jiwanya masih hidup sampai sekarang. Jadi, diantara keduanya, siapa yang sudah meninggal?” tanya Ko. “Siapa yang benar-benar meninggal?”

“Ayahmu, Ko Dae Han, dia akan mengalami kondisi kritis jika tidak secepatnya dioperasi. Kemampuan kognitifnya…”

“Orang lain akan mengira kamu adalah anaknya. Benar, begitu saja. kamu jadi anak Ko Dae Hwan, dan aku akan jadi anak ibumu. Aku akan ttd jika kamu setuju. Bagaimana?”

****

Juri pulang dengan diam. Ia masuk lift ban lemes banget sampai terduduk di lift.

Kilas balik.

Ko mulai ttd. “Masakan ibumu enak. Haruskah aku mengunjunginya, dan makan bersama seperti dahulu? Selera humor kita masih saja berbeda. Tidak menyenangkan.”

***

Kemudian Juri marah dan melemparkan dokumen. Saat ia di dalam lift. “Menjengkelkan sekali.”

***

Moon dan kawannya masih di jalanan.

“Wanita itu menulis dongeng anak? bukankah itu gila?”

“Dia tidak sinting.” Ucap Moon. “Dia hanya terlahir seperti itu.”

“Pengalaman selama sepuluh tahun menjadi perawat membuatmu bisa menilai dari tatapan saja?”

“Jangan berlebihan.”

“Aku sangat berharap kamu bersikap berlebihan. Gara-gara itu kamu ditusuk dan dipecat. Kamu juga akan diam saja? seharusnya membuat keributan.”

“Jika begitu, mungkin akan terasa lega, tapi tidak bisa dapat pesangon.”

“Bagus. Hyung dikeluarkan dan kamu dipecat dari tempat kerjamu. Kalian sungguh membuatku sedih.”

“Lagi pula sudah saatnya berhenti. Pada saat ini, ketika udara malam jadi hangat, kupu-kupu akan bermunculan.”

“Benar juga. Masih belum ada tanda dari Sang Tae?”

“Belum.”

“Kamu akan tinggal di mana selanjutnya? Harushkah kita ke LN? Kamu punya paspor? Kita ajari Sang Tae bahasa Inggris.”

“Jae so ya. jangan beri tahu Sang Tae.”

“Kamu hanya peduli pada Hyungmu, aku sudah muak. Kamu membuatku cemburu.”

“Ahhhhhhh…”

“Ahh mengagetkan.”

Moon langsung memegang kepalanya.

“Kenapa? Wanita itu memukul kepalamu juga?”

“Aku lupa minta ttdnya. Aku sudah berjanji memintanya.”

“Kepalamu terbentur?”

“Bagaimana Jae Su ya?”

“ckckckkc…”

****

Jae Su membuat ttd palsu dengan mensontek dari internet. “TTDnya rumit sekali. Seperti heiroglif saja.”

“Bukan geiroglif, tapi hieroglif. Cepat selesaikan. Sang Tae menunggu.”

“Baiklah. Sudah selesai. Lihat. Bukankah mirip?”

Keduanya sangat puas dengan ttd palsu itu.

“Kamu senang?”

“Hyung pasti senang.”

“Jangan tersenyum. Itu memuakkan.”

“Apa senyumku menyebalkan?”

“Kamu tidak tahu? Kamu sungguh tidak tahu? Kamu mirip dengan joker. Saat tersenyum. Matamu terlihat sedih. Berkacalah. Kamu mirip joker. Aku pulang yaa.”

****

Dan Sang Tae menatap ttd itu.

“Ini palsu, palsu.” Sang Tae langsung meremasnya. Sang Tae langsung masuk ke dalam lemari.

***

“Hyung. Maafkan aku.” Ucap Moon Gang Tae.

“Kamu berbohong?”

“Aku tadi sibuk.”

“Anak kecil juga tahu kalau berbohong itu salah. Bahkan anak 3 tahun.”

“Besok ke toko buku? Mau aku belikan buku dino? Hyung selalu ingin buku itu.”

“Kamu berbohong…..”

“Wanita bernama Ko Moon Yeong itu adalah sumber masalah.” Teriak Jae So. “Akan aku bakar semua buku ini! buku apa ini?”

Kemudian Hyung teriak dan keluar. Ia takut bukunya dibakar.

Masuklah notifikasi pesan dari bos.

Halo. Aku Lee Sang in, CEO Sangsang Esang. Penerbit buku anak-anak. pertama-tama.. mengenai kejadian dengan penulis kami hari ini, aku memohon maaf yang sebenar-besarnya. Jika tidak keberatan ada sesuatu yang ingin kami bicarakan. Aku berharap besok kamu bisa datang ke perusahaan kami. Tolong jangan ditolak. Izinkan bertemu. Jebbal.”

Lucu. Ada visual si bos juga.

Lanjut ke bagian 7 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!