Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 12 Part 3

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 12 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti. Saya kasih rangkuman saja yaa. saya rekap bagian terpenting.

“Trauma?” tanya perawat O pada ahjumma perawat.

“Saat berumur 20 tahun, dia ikut perang vietnam dan mengalami hal mengerikan.”

****

Ahjussi bercerita.

“Banyak anak kecil saat itu. Anak-anak itu memiliki mata yang bersinar-sinar. Mengemaskan sekali. Aku tidak mampu menatap mereka. Aku menutup mataku. Aku membunuh nyawa tidak berdosa. Kenapa aku hidup?”

“Kamu melakukannya atas perintah atasanmu.”

“Aku bukan manusia…..” *di samping ranjang. Ada bukunya Ko Mun Yeong. Anak lelaki yang penuh ketakutan.

****

“Jangan lupakan semua itu. Ingat dan hadapi. Jika tidak dihadapi, kamu hanya selalu menjadi anak kecil dengan jiwa yang tidak bertumbuh. Aku bukan anak kecil. Aku orang dewasa.”

“Hyung…” Gang Tae sersenyum.

“Mulai sekarang, aku tidak akan kabur. Aku tidak akan kabur.”

“Astagaaa. Kamu berani sekali.” Ucap Direktur RS. “Lalu, apa kamu bisa menceritakan semua yang kamu ingat mengenai kejadian hari itu?”

“Ya. itu….. hari itu…..”

****

Kilas balik.

Ahjumma malam hari berkata pada Sang Tae. “Mulai sekarang, Omma akan banyak lembur. Kamu harus pulang dengan Gang Tae. Kamu mengerti?”

Ada kucing lari. Sang Tae lari mengejarnya. Sang Tae masuk ke dalam terowongan.

Sang Tae membawa kucingnya. Masuk ke terowongan lagi.

Di dalam terowongan. Wahjumma ditusuk lehernya oleh seorang perempuan yang memakai bros kupu-kupu.

“Aku tadi lupa memberitahumu. Biarkan aku yang mengurus anakku.”

Kucing yang dibawa Sang Tae lepas. Ahjumma pembunuh menggunakan lipstik merah dan pakaian hitam.

Ahjumma itu akan mendatangi Sang Tae dan Ibunya Sang Tae sempat menarik kakinya.

“Ahhh… kenapa kamu ketakutan? Tidak apa-apa. tidak apa-apa. aahhh anak baik…. jangan beri tahu kepada siapa pun. Tentang apa yang kamu lihat dan dengar. Jika tidak tutup mulut. Aku akan membunuhmu juga. Ke mana pun kamu pergi. Aku akan terus mengejarmu dan membunuhmu. Kamu mengerti?”

Ahjumma pembunuh mencengkeram rambut Sang Tae. Itulah kenapa Sang Tae suka panik kalau kepala bagian belakangnya disentuh.

****

“ada kupu-kupu di baju ahjumma itu. Ada kupu-kupu di bajunya.”

“Apa kamu ingat bentuk kupu-kupunya?”

“Ya. ingat. itu…..itu……. ada Ibu kupu-kupu dan lalu ada anak kupu-kupu yang digendong di punggung kupu-kupu.”

“Digendong?”

*Seketika ingat foto keluarga Ko Mun Yeong. Ahjummanya pakai kupu-kupu yang sama.

“Ya… ada dua. Kupu-kupunya ada dua.” Ucapan ini langsung membuat Moon Gang Tae ingat.

Inilah takdir diantara mereka. Takdir yang tragis.

****

Gang Tae langsung marah dan memukul lemari. Ia berjalan dengen lemas. Ia kemudian emosi dan menangis. Mengingat semua takdirnya yang begitu mengenaskan.

****

Juri bicara dengan Ko Mun Yeong di RSJ OK.

“Bukumu menyenangkan.”

“Aku tahu.”

“Kamu sudah tahu kondisi ayahmu?”

“Berapa lama sisa hidupnya? Maksudku, kapan dia akan mati?”

“Bahkan tidak aneh kalau dia mati besok. Jika kamu tidak keberatan, bagaimana kalau kamu ajak jalan-jalan ayahmu sebentar.”

“Juri yaaa….. aku, tidak mau.”

Juri mengangguk.

*****

Sang Tae berkata tentang reaksinya membantu ahjussi pada ahjumma ibunya Juri. Tbtb Penulis Ko datang dan mengajak Gang Tae pergi. Oppa bilang Penulis Ko harus menyapa orang tua lebih dahulu.

Oppa bilang pada ahjumma mereka bertiga seperti keluarga. Kemudian Penulis Ko punya rencana untuk melakukan foto keluarga.

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!