Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 13 Part 6

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 13 Part 6 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaaa…. saya kasih rangkumannya saja. edun, dramanya makin panjang aja durasinya yaa…

“Aku…sangat takut dengan ibuku.” Ucap Ko Mun Yeong pada Juri. “Itu sebabnya aku berusaha menjadi anak yang patuh. Aku tidak mau ibuku membenciku. Tidak ada siapapun yang menyelamatkanku, kecuali orang itu. Aku ingin kabur dengan orang itu.”

*dia adalah Gang Tae kecil.

“Tapi aku tidak bisa melakukannya karena ibuku.”

“Bagaimana dengan ayahmu? Dia tidak menolongmu?”

“Ketika ibuku membesarkanmu dengan caranya, apa yang dilakukan ayahku hanya sekali….membacakan dongeng untukku.”

“Dongeng?”

“Meski begitu, Juri yaa…ayahku hanya mendongeng sekali. Tapi aku tidak bisa lupa.”

*****

Perawat Moon keluar dengan ahjumma Perawat.

“Meskipun penulis Ko sudah melewati semua kesulitan itu, dia tumbuh dengan baik.” Ucap ahjumma. Kemudian ia pun pergi.

****

Saat pulang, Moon Gang Tae menyelimuti Penulis Ko yang tidur di sofa. Ia pun memegang tangan penulis Ko.

***

Dan suara mesin itu berbunyi. Beberapa perawat berlari.

Penulis Ko dan Gang Tae saat hujan memandangi tempat abu bertuliskan Ko Dae Hwan.

Oppa Sang Tae juga ikut.

“Berhenti menatapku Oppa.”

“Itukah ekpresi sedihmu?” tanya Oppa polos banget.

“Bukan. Ini ekpresi cantik.” Wkwkkwkw ngakak sampai pluto.

“Bersedih bukan sesuatu yang memalukan.”

“Aku tidak sedih.”

“Tidak. Aku rasa kamu berbohong.”

“Hyung…” Ucap Gang Tae meminta kakaknya berhenti bicara.

Kemudian mereka pergi. Memikirkan menu makanan apa yang akan dimakan.

****

Kilas balik.

Ko Dae Hwan membacakan cerita.

“di kastel, lahirlah seorang putri cantik. Raja yang sanga mencintai putrinya mengadakan pesat untuk kelahiran putrinya. Dia juga mengundang 12 orang penyihir.”

“Berarti aku juga seorang putri? Karena aku tinggal di dalam hutan? Di dalam kastel?”

“Tentu saja. ayah sengaja membuat ini untuk membuat putri satu-satunya apaa menjadi seorang putri.” Keduanya nampak sangat bahagia. Berbeda dengan sekarang…..

Saat ini, hujan mengiringi kedatangan dan kepergian Ko Mun Yeong yang hanya sebentar melihat ayahnya.

****

“Ayah Penulis Ko sebenarnya sudah sakit cukup lama. Bukankah dia bertahan lama adalah mukzizat?” Ucap Jae Su.

“Setiap kematian pasti menyedihkan.” Jawab ahjumma.

“Setidaknya Mun Yeong punya dua orang disisinya.” Ucap Pak Lee. “Aku sedikit merasa lega.”

“Suasana RS pasti muram.”

“Kerana dia pasien terlama di RS. Pasien lain pasti sedih.” Jawab Juri.

****

Gang Tae datang minta lauk ke ahjumma. “Ini seperti kamu adalah istri yang minta lauk untuk suamimu yang menyebalkan.” Kemudian keduanya tertawa. “Kamu baik-baik saja?”

“Aku?”

“Tiap bertemu denganmu. Aku selalu menanykan keadaanmu.”

“Aku baik saja. pasti akan membaik. Walaupin aku merasa bersalah pada ibuku, aku berusaha untuk bahagia.”

“Omong kosong macam apa itu? Anak yang berkorban kebahagiaan karena merasa bersalah kepada orang tua adalah anak yang tidak berbakti. Jika ingin menjadi anak yang berbakti, hiduplah bahagia sesukamu mulai dari sekarang.”

“terima kasih atas makanannya.”

****

Ko Mun Yeong melihat foto yang sudah jadi.

“Hasil fotonya bagus bukan?”

“Ya. aku suka.”

“Haruskah kujual saja rumah ini?”

“Kenapa?”

“Aku hanya ingin memulainya dari awal.”

“Ide bagus.”

“Setelah menjual rumah ini, aku mau membuka penerbitan untuk Pak Lee. Lalu sisa uangnya untuk membeli mobil kemah. Oppa tinggal menuntaskan lukisan mural dengan kupu-kupu di dalamnya. Kamu bisa berhenti dari RS. Kemudian kita bertiga bepergian. Tanpa tujuan.”

“Baik. Mari kita lakukan itu.”

Lanjut ke bagian 7 yaaa klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!