Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 14 Part 2

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 14 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaaa…. saya kasih rangkumannya saja. edun, dramanya makin panjang aja durasinya yaa…

Ahjumma Do memandang laut dengan memakai brosnya. “Menyenangkan sekali.”

Kilas balik.

Ko Dae Hwan berkata. “kini aku tidak ada penyesalan.”

“Tidak ada penyesalan? Bukankah kamu mencintaiku? Jika kamu mencintaiku, tidak boleh begini. seharusnya kamu menyesal telah membunuhku, yeobo. Adakah yang ingin kamu katakan? Sudah 20 tahun. Aku sudah menunggumu selama 20 tahun. Sayang sekali.  Apakah kamu tahu alasanku terus menyelamatkanmu? Karena melihatmu menderita dalam waktu yang lama dan sekarat seperti ini…sangat menyenangkan.” Kemudian ahjumma Do tertawa. “Aku sangat kesulitan. Tempat ini sangat dipenuhi oleh CCTV. Aku juga harus mengelabuhi O Ji Wang tua bangka yang cerdik itu. Jadi, menegangkan sekali.”

“Tidak…. jangan…… jebbal….. Mun Yeong-ku…”

“Ahhh putri kita yang cantik? Dia tumbuh dengan sangat baik. Kamu tidak tahu. Betapa hati-hatinya aku merawat dan melindungi dia.”

****

Kilas balik juga. Pria yang di episode pertama yang ingin membunuh anaknya bersamanya. Di pertemuan pertama Ko dan Gang Tae.

Saat itu, ahjumma perawatlah yang membebaskannya dan memberikan pisau.

*btw, ini kan rumah sakit lain di Seoul? Terus Gang Tae disuruh mengundurkan diri itu?aneh sih ya?

****

“Aku telah berusaha keras membesarkannya dengan sempurna. Belakangan ini dia mengecewakanku. Apa kamu tahu cara membuat anak mematuhi orang tuanya? Jika kamu merebut kebahagiaan anakmu dia akan menjadi patuh kepadamu.”

“Jangan…. jebbbaaalllll”

Ayah Ko sudah engap. “Selamat tinggal. Ahjumma membunuh Ayah Ko dengan melepaskan alat bantunya.

“Mun Yeong Ah….” Ucapan terakhir Do Hui Jae.

****

Pak Lee datang ke kastel.

“Mun Yeong. Aku mau tahu kondisimu.”

“Kondisiku selalu tidak baik. Kamu datang hanya untuk menanyakan itu?”

“Bukan itu. Aku juga sekalian ingin memeriksa kemajuan penulisanmu.”

“Kukirim naskahnya lewat surel tadi pagi.”

“Ahh begitu?”

“Pergilah. Aku lelah karena begadang menyelesaikan naskah. Aku mau tidur.”

“Baik. Terima kasih telah bekerja dengan baik.”

*****

Pak Lee di luar menelepon. “Sama sekali tidak baik-baik saja. kondisinya sangat buruk. Aku baru sekarang melihatnya tersenyum kepadaku. Perasaanku tidak enak. Aku akan menunggumu di sini. Cepat kemari dan ceritakan semuanya.”

“Baiklah. Aku akan segera ke sana.” Ucap Gang Tae.

****

Sang Tae memberikan uang yang ia dapatkan untuk adiknya.

“Hyung. Aku akan mengantarmu ke rumah atap. Kamu di sana sendirian dulu.”

“Kalian bertengkar? Bertengkar dengan Mun Yeong?”

“Ya. dia sangat marah. Karena aku melakukan kesalahan. Aku akan memohon maaf padanya seharian.”

“Sudah kubilang jangan bertengkar. Lebih baik ciuman daripada bertengkar.” Wkwkwkkwkwkwkwwwkwkw ngakak guling-guling.

“Setelah berbaikan. Aku akan menghubungimu. Ayo pergi.”

“Kamu harus mengatakan bahwa kamu yang bersalah. Lakukan dengan penuh hormat. Dia pasti memaafkanmu.”

****

Karena perawat kepala sudah tidak ada. Direktur RS meminta Juri untuk menggantikan pekerjaan ahjumma.

“Direktur, jika ada masalah yang mengganggu pikiranmu. Minumlah miras bersama dengan ibuku seperti di masa lalu. Jangan dipendam seorang diri.”

“Aku akan melakukannya setelah menjadi pengangguran.”

“Baeksu/pengangguran? Apa dia mau pensiun?”

****

Gang Tae menjelaskan pada Pak Lee di depan kastel.

“Kenapa nasib buruk terjadi?”

“Apa ini nasib buruk?” tanya Gang Tae.

“Jika bukan nasib buruk, lalu apa? setelah mengetahui semua ini, kamu akan tetap menemani Mun Yeong?”

“Ya. Mun Yeong adalah Ko Mun Yeong bagiku. Bukan putri Do.”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!