Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 14 Part 5

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 14 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaaa…. saya kasih rangkumannya saja. edun, dramanya makin panjang aja durasinya yaa… 1 jam 17 menit guys.

“Tidak mungkin. Bros kupu-kupu sudah lenyap. Padahal aku yakin ada di sana. Berarti Omma pernah kemari. Dia di samping Appa, dia di samping kita. Dia menyaksikan semuanya. Pergi!!! Kamu harus pergi dari rumah ini.” Ko tbtb histeris.

“Ko Mun Yeong. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Aku berjanji untuk melindungimu.”

“Tidak. Kamu tidak bisa melindungiku. Jebbal pergi dengan Hyungmu dari sini.”

Hingga penulis Ko dipeluk oleh Gang Tae.

*****

Sang Tae menelepon. “Bagaimana dengan Mun Yeong? Apakah kalian sudah berbaikan?”

“Mun Yeong sedikit sakit.”

“Sakit? Di mana? Apa?  apa hatinya sakit dan dia seperti anjing yang merengek ikkk ikkk…”

“Ya. dia merengek.”

“Bagaimana ini? apa tali lehernya belum lepas?” gilaaa kata-katanya Oppa Sang Tae ya. “Kita hanya perlu memotong tali lehernya.”

“Hyung….” Gang Tae juga menangis.

“Kamu menangis?”

“Tidak. Aku baik-baik saja. dia akan baik-baik saja. jangan khawatir.”

*Sang Tae pun ingin mengantarkan makanan, dan minta ahjumma membuatkan bubur untuk orang sakit.

****

Jae Sulah yang mengantar bersama dengan Sang Tae.

“Aku membawakan bubur.” Ucap Oppa.

“Pergilah. Pergilah Oppa.”

“Kamu harus makan bubur dan telur puyuh. Aku akan menyuapimu seperi bayi.”

“Oppa…. mianae. Tolong maafkan aku.” Ko malah menangis.

“Meminta maaf tidak boleh memalingkan muka. Tidak sopan melakukan itu.”

Oppa malah menyiapkan bubur di sendok dan menyuapi Mun Yeong yang tambah menangis.

“Tolong maafkan aku.”

“Aku akan memaafkanmu. Aaaaaa….. Mun Yeong tanganku pegal. Makanlah.”

Dan Mun Yeong mau makan.

“Kamu pintar sekali….. bagaimana kalau 3 suap lagi. Aahhh kamu pintar….. jangan bertengkar dengan Gang Tae. Berciuman lebih baik daripada bertengkar.” Oppaaa… kalimatmu. Wkwkkwkw. “Kamu mengerti? Jangan menangis. Rupanya sangat sakit?”

“Oppa mianhae…”

“Dua suap lagi… makan…”

****

Jae Su bicara dengan Gang Tae di luar.

“Kupu-kupu yang digambar di mural Sang Tae. Ko Mun Yeong kabur setelah melihatnya. Kamu di sampingnya dengan wajah yang kalut. Apa kupu-kupu itu Ibunya Ko Mun Yeong? Setelah memeras otak semalaman dan memikirkan kemungkinan ini, rupanya aku benar.”

“Jangan sampai Hyung…”

“Ya. aku tidak sebodoh itu.”

“Terima kasih. Dan maafkan aku.”

“Gang Tae yaa…. akui saja. lebih nyaman mengakui bahwa kamu lemah.  Kamu sama sekali tidak kuat. Kamu sangat lemah. Begitu pula dengan Ko Mun Yeong. Orang yang lemah biasanya berpura-pura kuat, aku kasihan. Kamu sangat lemah. Dan tidak bisa aku abaikan. Mari mengandalkan satu sama lain. Orang-orang lemah harus bersatu supaya tidak terkalahkan. Ada pepatah, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”

****

“Dia makan lima sendok. Aku menyuapinya.” Ucap Sang Tae pada Gang Tae.

“Gumawo. Hyung hebat sekali.”

“Mun Yeong dia bilang maaf sambil menangis. Aku bilang dia harus makan maka akan kumaafkan.”

“Begitu?”

“Ya. aku memaafkannya. Apa kamu juga sakit?”

“Hyung…. tolong peluk aku sekali saja.”

Sang Tae pun memeluk Gang Tae. “tepuk punggungku juga. Hyung….. aku takut.”

“Kamu takut? Kamu merasa takut karena kamu adikku. Aku akan melindungimu. Karena aku adalah Hyungmu. Aku walimu.”

“Untunglah. Aku senang Hyung adalah kakakku.”

Di lantai bawah, Jae Su melihat mereka.

Lanjut ke bagian 6 yaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!