Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 15 Part 3

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 15 Part 3 – Episode selengkapnya di sini. Episode sebelumnya di sini. Terima kasih sudah mengikuti sinopsisnya yaaaa… terima kasih pokoknya!!! Saya buat rangkuman yaa!

“Kamu sungguh-sungguh?”

“Ya. aku ingin hidup sendiri seperti sebelumnya.” Kemudian Mun Yeong pergi. Masuk ke kamarnya.

Hhhahhhhhhh,,, jadi tarik ulur….

****

Di rumah ahjumma ibunya Juri. Jae Su dan Pak Lee masih bungkam atas apa yang terjadi. Tapi Nona Yoon jelas mencium adanya kebohongan.

***

“Gumawo.” Ucap Gang Tae pada Hyungnya.

“Namun…. kenapa dia melakukan itu? padahal kepala perawat dulu baik. Kenapa jadi jahat?”

“Wanita itu adalah orang jahat yang berpura-pura baik. Dia tidak mau melihat yang lainnya bahagia.”

“Penyihir dari barat. Itu ada dibuku. Orang yang tidak suka orang lain bahagia.”

“Hyung kamu juga membaca buku itu?”

“Ya. aku membacanya karena seseorang meninggalkannya di depan ruang isolasi. Aku tidak baca sampai selesai. Hanya sampai halaman 63. Buku itu membosankan.”

“Jangan dibaca.”

“Apa perawat jahat seperti penyihir dari barat. Tapi dia memberikan Dolly sebagai hadiah.”

“Aku akan membuangnya ke tempat sampah.”

“Ya. dibuang. Aahh jangan dibuang.”

“Kenapa? Ini pemberian orang jahat. Kita buang saja.”

“Tidak. Dooly tidak bersalah. Orang jahat yang bersalah. Tapi dia tidak bersalah. Jangan dibuang.”

“Benar. Bukan dia yang jahat.”

Oppa Sang Tae pun minta maaf pada bonekanya.

****

Gang Tae bertanya pada Hyungnya bagaimana kalau mereka diusir oleh Mun Yeong. Oppa berkata mereka keluarga. Jika Mun Yeong tetap tidak mau. Mereka harus melawan.

****

Gang Tae memberikan surat pengunduran diri pada Direktur RS.

“Kamu mau kabur ke rumah sakit lain?”

“Tidak. Aku mau istiarahat.”

“Kita sama. Aku akan berhenti bekerja dan bermain. Mau bermain bersama?” Direktur merasa bersalah kerena tidak bisa memperhatikan dengan baik orang-orang yang ada disekelilingnya.

“Apakah kamu mau memberikan perawatan konsultasi untuk terakhir kali?” tanya Gang Tae.

“Ya. silakan.”

****

Mun Yeong turun ke dapur dan bertemu dengan Oppa.

“Apa rambutmu rontok banyak karena ahjumma itu menjambakmu? Dia tidak suka dengan kebahagiaan orang lain. Wanita itu jahat sekali. Aah kamu memberikanku tugas menggambarkan ekspresi. Aku akan menunjukkan padamu.”

“Oppa. Kamu tidak perlu melakukan tugas itu. aku tidak akan merilis dongeng buku kita.”

“Apa? kenapa?”

“Aku tidak mau merilisnya. Setelah Gang Tae pulang dari RS. Keluarlah dari rumah ini. kontrak kerjamu dibatalkan.”

“Jika kontrak dibatalkan. Kamu harus membayar 3 kali lipat.”

“Kuberikan semua yang kamu mau. Tolong keluar dari sini.”

“Lawan aku!!!! Lawan aku kalau berani!!! Aku tidak peduli. Lawan aku saja.” Ucap Oppa.

****

“Sejujurnya, aku ragu akan baik-baik saja. Penulis Do, tiap aku ingat wajahnya. Semua ucapannya padaku, dan bahkan tingkah lakukanya. Aku merasa sesak karena terus terbayang di benakku bahwa ibuku dibunuh dan Hyung menyaksikannya. Aku bahkan membohongi Mun Yeong bahwa akan baik-baik saja. namun… Mun Yeong tidak tertipu akan kebohonganku.”

“Kalian akan tetap menderita, entah memilih bersama atau berpisah. Pilihan mana pun, kalian akan tetap menderita. Bukankah lebih baik jika tetap bersama? Katakan dengan jujur. Saat bersama dengan Do Hui Jae. Kamu ingin membunuhnya bukan?”

“Ya.”

“Kenapa kamu tidak melakukannya?”

“Karena teringat pada Mun Yeong.”

“Ya itu. wajah yang sangat kamu benci. Ternyata juga bisa menyelamatkanmu. Itu bisa menahanmu untuk tidak meledak.”

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!