Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 15 Part 4

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 15 Part 4 – Episode selengkapnya di sini. Episode sebelumnya di sini. Terima kasih sudah mengikuti sinopsisnya yaaaa… terima kasih pokoknya!!! Saya buat rangkuman yaa!

Pak Lee dan Yoon datang ke kastel. Mereka melihat Mun Yeong sedang menutup barang-barang di rumah kastil dengan kain putih.

“Aku tidak akan menulis. Aku hanya akan bermain sampai aku mati.”

Pak Lee dan Yoon mencoba membujuk. Pak Lee minta Mun yeong istirahat.

“Pak Lee. Aku sudah tidak punya dongeng untuk ditulis. Makanya aku berhenti. Aku akan menjual rumah ini. karena itu, berhentilah mendesakku. Bawa Seung Jae kembali ke Seol, mulai sekarang, kamu bebas.”

“Tidak. Tidak bisa. aku tidak bisa membayangkan penerbitan tanpa dirimu.”

“Berhenti mendesak. Aku mau tidur, jadi pergilah.”

****

“Kita cari penulis lain saja.” Ucap Yoon.

“Kamu pikir ini untuk menghasilkan uang? bagi Mun Yeong, dongeng adalah satu-satunya caranya berhubungan dengan dunia lain. Itu mulut dan hidungnya. Jika berhenti, dia memutuskan untuk hidup sendiri sampai mati.”

****

*Mun Yeong di dalam rumah aja pakai sepatu hak tinggi yaa btw.

****

“Tadi kamu mengajakku main.” Ucap Gang Tae. “Aku akan sering mampir. Bolehkah aku menanam pohon di kebun rumah sakit?”

“Pohon? Tidak masalah. pohon apa?”

*****

Mun Yeong merana dan menangis sendirian. Kemudian Gang Tae memberikannya Mang Tae.

“Kamu terlihat seperti sedang bermimpi buruk.”

“Cepat berkemas dan pergi. Pergi dari sini. Aku hanya butuh Mang Tae. Tidak perlu Gang Tae.”

“Kamu akan tinggal sendirian?”

“Aku hidup sendiri dengan baik selama ini. orang sepertiku akan tidak bisa hidup bersama dengan orang lain. Aku harus hidup terisolasi.”

“kenapa?”

“Karena aku lahir begitu.”

“Ko Mun Yeong. Kamu tidak bisa hidup sendiri sekarang.”

“Kenapa?”

“Karena kamu sudah tahu arti kehangatan, dan rasa kenyang. Jadi, akui saja.”

“Apa?”

“Bahwa kamu adalah anak kecil yang ingin dicintai.” Tangan Moon ada di pipi Ko. Ko lanssung menepisnya dan masuk ke selimut.

“Aku akan meneritakanmu sebuah kisah.” Ucap Gang Tae.

“Jangan…”

“Dulu kala…”

“Diam…”

“Ada dia bersaudara miskin yang saling menyayangi. Saat musim panen, mereka memanen beras. Sulung mencemaskan bungsu yang akan kehabisan beras. Satu malam, dia membawa beras dan meninggalkannya di depan rumah si bungsu. Tapi si bungsu memberikan beras pada Hyungnya karena tahu Hyungnya punya banyak anak. saat bangun keesokan harinya, keduanya pasti menyadari jumlah beras mereka tidak berkurang. Mereka berdua merasa bersalah. Saat malam, mereka meninggalkan beras di rumah satu sama lain. Mereka terus melakukan itu  sampai beberapa hari. kamu tahu pesan moral apa ini? saudara saling menyayangi, agar tidak saling menderita. Lucu bukan? Itu interpretasi Sang Tae. Apakah kamu membenci Hyungku? Kamu pasti menyukai kami. Bukan begitu? Jangan sampai menderita karena memilih pilihan yang salah. Di manapun tidak masalah, asalkan kita terus bersama. Bagaimana? Mun Yeong jawab aku.”

Karena kesal, Gang Tae teriak sambil menarik selimutnya.

“Kamu membentakku?”

“Tidak. Sepertinya suaraku keras di ruangan ini. kamu istirahat saja.” kemudian Gang Tae ngacir kabur.

****

“Kamu sudah meceritakannya?” tanya Sang Tae.

“Ya. tapi sepertinya malah memburuk.”

“Kamu melakukannya sesuai instuksiku?”

“Aku mengatakan bahwa saudara yang saling menyayangi harus tinggal bersama agar tidak perlu menderita.”

“Kamu pasti bercerita dengan cara yang membosankan. Moon Gang Tae membosankan. Aahhhhhh tamatlah aku………. masa muda yang malang…” wkwkkw sindir Sang Tae.

“Ahh masa bodoh.”

“Sejujurnya Blackpink lebih populer. Itu yang sebenarnya.” Wkwkwkkw apaan sih.

Lanjut ke bagian 5 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!