Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 16 Part 2

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 16 Part 2- Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti. Saya kasih rangkuman saja yaa. saya rekap bagian terpenting.

Pak Lee bersama dengan Penulis Ko. “Bagaimana kamu akan bertanggung jawab atas hal ini?”

“Kamu pernah melihatku tanggung jawab?” wkwkkwkwk

“Karena kamu berbohong dan mengatakan kita akan merilis jilid terakhir pembunuhan Penyihir dari Barat, semua orang di industri ini mengira aku seorang penipu. Bagaimana dengan nama baikku yang sudah tercemar?”

“Bersihkan kembali.”

“Jika kamu menggunakan naskah itu untuk umpan. Kamu peralat saja kritikus bajingan itu. kenapa kamu ikut menyeretku juga?”

Kemudian Mun Yeong mengeluarkan naskah ibunya. “Ini untukmu.”

“Apa ini?” Pak Lee membukanya dan itu jilid novel yang ke 10. “Kamu menyimpannya selama ini?”

“Itu satu-satunya salinan yang tercetak. Kamu bisa membuang atau menerbitkannya. Terserah kamu saja. jika itu diterbitkan, itu bisa mengganti uang suap yang digunakan untuk menutupi kesalahanku.”

“Mun Yeong…”

“Pilih. Kemudian ini adalah nasah terakhirku yang sudah direvisi.” Mun Yeong memberikan naskah barunya.

“Daebak.”

“Kamu harus memilih salah satu. kamu harus memilih menerbitkan karyaku atau penyihir dari barat.”

Pak Lee mengambil amplop coklat. Amplop penyihir dari barat. “Aku tidak bisa menerbitkan karya penulis yang sudah membuatmu menderita hanya untuk mendapatkan uang.” dan Pak Lee mengambil amplop biru.

“Kamu tidak akan menyesal? Dibandingkan karya terakhirku. Karya Do Hui Jae akan jauh lebih menguntungkan.”

“Mun Yeong Ahhh. Aku sudah lebih menyukai karyamu.”

“Sudah lama tidak memegang pisau. Ayo makan daging sapi.”

Mun yeong dan Pak Lee pergi. Air mengguyur di atas naskah Do Hui Jae. Karena tersenggol. Dan dibiarkan saja naskah dibereskan pegawai resto.

Pak Lee sebenarnya tidak membuang. Ia meminta Yoon Seung Jae mengambilnya. Tapi sms yang dia berikan malah salah kirim dan dikirimkan ke Ko Mun Yeong.

****

“Kamu sungguh mengunjungiku?” tanya Do Hui Jae.

“Ini hari terakhirmu melihatku.”

“Menurutmu berapa lama mereka akan terus menemanimu?”

“Kami adalah keluarga.”

“Mereka bukan keluargamu!!! Anakku, omma sangat mencintai dan menyayangimu. Aku ingin kamu hidup sepertiku. Aku ingin kamu tidak mudah goyah, dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Kamu bisa melakukannya bukan? Kamu harus hidup menuruti nalurimu. Kenapa… kenapa bergaul dengan mereka?”

“Baguslah. Aku nyaris hidup menjadi iblis sepertimu. Aku beruntung tidak menjadi sepertimu.”

“Ko Mun Yeong!!!!”

“Aku sangat kasihan pada Omma. Sangat kasihan karena kamu bahkan tidak menyadari keadaanmu. Omma hanya punya nafsu makan. Dan tidak mengerti kehangatan. Kamu tidak bisa mengetahuinya, dan tidak mencoba mencari tahu. Karena itu, aku berbeda dengan Omma. Sekarang aku tahu. Kehangatan adalah sesuatu yang baik.”

“Kehangatan?”

“Jangan lupa makan teratur. Aku akan berusaha sekuat tenaga menghapus ingatanku pada Omma.”

“Kamu tidak akan bisa melupakanku. Tidak bisa!!!!!!”

Mun Yeong mau pergi. Ia berhenti sebentar di pintu. Berbalik kembali. “Kupu-kupu. Omma pernah bilang itu dari kata psyche yang berarti psikopat. Namun, kupu-kupu kami…adalah penyembuhan. Penyembuhan jiwa. Ingat itu.”

****

Sang Tae menghapuskan lukisan kupu-kupu di dinding. Ada Ko Mun Yeong datang.

“Benar juga. Jika tidak dihapus. Bisa ditimpa dengan sesuatu yang lebih baik. Benar Oppa?”

“Kupu-kupu adalah psyche, simbol dari penyembuhan. Kupu-kupu baik. Oppa mau menggambar kupu-kupu. Apa kamu penasaran? Apa kamu mau melihatnya?”

Sang Tae pun melanjutkan menggambarnya.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!