Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 16 Part 5

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 16 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti. Saya kasih rangkuman saja yaa. saya rekap bagian terpenting.

Ahjumma bertemu dengan Gang Tae di kantin. “Jangan terlalu memarahi mereka, makin bertengkar hebat, akan terasa lebih lega.”

Gang Tae pun memberikan bukunya pada Ahjumma. “Sang Tae bilang, ahjumma tidak boleh membeli buku ini menggunakan uangmu. Dia sengaja menyisihkannya.”

“Ya ampun. Aku terharu. Aku tidak perlu memborong 100 buku bukan?”

Ada tulisan di baliknya. “Untuk Omma palsu yang baik. Terima kasih untuk makanan enaknya. Aku ingin memakannya setiap hari. aku menyukai ahjumma.”

Dan ahjumma pun terharu.

“Kamu mau memelukku?” tanya Gang Tae.

“Kenapa kamu bertanya?” mereka pun saling berkaca-kaca.

****

Juri menemani Pak Lee. “Gwencana. Hanya orang yang hadir saja yang tahu kejadian ini.”

Pak Lee memberikan ponselnya. Dan ternyata Yoo siaran langsung. “Kupikir ini bisa menjadi marketing yang bagus.”

“Menurutmu begitu?”

“Ya. Pak Lee jangan terlalu berpikir kamu akan terlalu terpuruk. Karena kamu sangat kuat. Jika kamu kembali ke Seol kita akan bertemu.”

“Aku tidak akan ke Seoul. Aku mendirikan kantor di Seungjin.”

“Apa?”

“Biaya di Seul sangat mahal. Aku tidak bisa kembali ke sana. Lagi pula ada Juri di sini.”

Tangan Pak Lee meraba. Menggapai tangan juri. Dan Juri suka. “Lautnya cantik sekali.”

***

“Oiiii Trio pembuat onar!!!” Teriak Direktur RS. “Ada sesuatu yang mau aku berikan.”

Ternyata mobil kemping.

“Ini upah untuk membuat mural di RS. Bagaimana? Kamu suka?”

“Direktur ini berlebihan.” Ucap Gang Tae.

Kemudian Mun Yeong dan Oppa Sang Tae masuk karena senang.

“Direktur ini berlebihan untuk lukisan mural. Aku terima niat baikmu.”

“Ini niatku. Kalian bertiga sangat menderita karena kejadian ini. aku membelikan ini sebagai permintaan maafku karena sudah salah menilai orang. Dengan begitu, aku merasa lebih baik.”

“Aku sungkan menerima ini.”

“Tepati saja janjimu untuk bermain denganku saat ada waktu.”

“Baik.”

“Berpegianlah yang lauh. Kamu sudah melewatkan banyak perjalanan.”

“Meski begitu, pasti akan sangat menyengkan.”

*****

Oppa Sang Tae malah nggak mau pergi.

“Aku tidak mau kabur.”

“Ini bukan kabur. Tapi bepergian.”

“Apa bedanya? Aku tidak mau pergi.”

“Kabur adalah pergi dan tidak datang lagi, sedangkan bepergian adalah pergi dengan pikiran akan kembali.”

“Untuk apa pergi kalau datang kembali? Aku tidak akan pergi.” Wkwkwkkw.

“Lantas kenapa kamu makan kalau kamu eek?” Gang Tae kesal dan keluar.

****

Gang Tae sama Mun Yeong.

“Tidak ada buku yang akan kamu tulis bukan? Jadi, mari kita bepergian untuk mencari inspirasi.”

“Makan, tidur, lalu berpindah tempat. Begitu pula keesokan harinya. Kamu kamu melakukan hal itu di dalam mobil kemping yang sempit? Apa mungkin dapat inspirasi?”

“Kita bisa tahu setelah melakukannya. kamu dapat inspirasi. Aku bisa bersantai sambil belajar. Dan Hyung menggambar.”

Gang Tae kini kesal sekali karena Mun Yeong juga nggak mau. Mun Yeong malah yang mengingatkan Gang Tae untuk menghitung sampai tiga kali.

****

Gang Tae, Jae Su dan Pak Lee minum-minum.

Gang Tae mabuk karena diperlakukan begitu oleh Mun Yeong dan Hyungnya. Ia mau jalan-jalan tapi mereka pada nggak mau.

Lanjut ke bagian 6 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!