Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 2 Part 1

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 2 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa. terima kasih.

Dulu kala, seorang bocah kecil masuk ke kubangan air yang beku karena salju. Saat itu si bocah perempuan mengundi dengan kelopak bunga mau membantu atau tidak.  Si gadis membantu dengan memberikan bongkahan yang bisa membuat si bocah lelaki mengapung.

Usainya? Si gadis malah pergi.

Sama kayak di cerita animasinya ya?

***

“Tatapan perempuan yang tanpa kehangatan.” Ucap Moon.

“apa perempuan itu menakutkan?”

“Aku menyukainya.”

****

Di lain kesempatan. Si bocah lelaki menunggu di depan sekolah. Ia menunggu si gadis kecil lewat.

Di taman bunga. Si bocah lelaki mengikuti si gadis perempuan.

Di hari hujan.

Bahkan di saat rumput-rumput mulai mengering.

***

“Aku menyukai gadis itu.”

BAB 2. GADIS BERSEPATU MERAH.

“Apa sekarang kamu sedang berusaha menggodaku?” tanya Penulis Ko. “Aku mengingatkanmu dengan seorang gadis dalam kenangan indahmu.”

“Aku tidak pernah bilang kenangan itu indah.”

****

Si gadis itu menunjukkan kupu-kupu pada si bocah lelaki. Kupu-kupu itu ia robek.

“Kalau begini, apakah kamu tetap menyukaiku?”

Kemudian si bocah pria pergi.

***

“Jangan salah menyangka. Itu bukan kenangan yang indah.”

“Begitu?” Ko meletakkan tangannya di bahu Moon. “Tapi, makin buruk kenangan itu, makin bertahan lama di hatimu.”

***

Bos Lee akhirnya datang. Ia marah pada Nona Yoo.

“Yak. Kenapa membiarkan mereka bertemu? Seharusnya kamu menghentikannya.”

“Penulis Ko tbtb datang tanpa pemberitahuan.”

“Apa dia pernah memberi kabar?” Pak Lee memberikan kardus berat pada Nona Yoo. “Jika tidak bisa berpikir, seharusnya kamu gunakan keberanianmu. Sialan!!! Aku merasa rugi sudah menggajimu.”

“Ahh aku ingin memukulnya sekali saja.” Ucap Nona Yoo saat Bos Lee masuk. Ia pun menedang mobil Bos Lee.

****

“Katakan pada Pak Lee bahwa aku mengerti kesulitannya.”

“Apa?”

“Meski begitu, dia tidak perlu repot-repot. Suruh dia berhenti menghubungiku.” Moon baru saja melangkah keluar.

Di pintu malah ketemu dengan Bos Lee.

“Aigooo… kamu pasti sudah menunggu lama. Jalannya macet sekali. Sambil berbincang denganku, tolong minum ini.” Bos Lee memberikan bingkisan.

“Tidak terima kasih.”

“Kamu sudah mau pergi?” tanya Nona Yoo. “jangan lupa minta ttd Nona Ko.”

“Tanda tanganku?” tanya Nona Ko.

“Bukan begitu….”

“Tadi kamu bilang datang untuk mendapatkan TTD Nona Ko.”

“Jadi, ucapanmu tadi, tentang seorang gadis dalam kenanganmu itu, hanya untuk mendapatkan ttdku?”

“Tidak.” Ucap Moon.

“Bukan uang atau wik wik, ternyata yang kamu maksud adalah ttdku?”

“Bagus sekali.” Ucap bos Lee. “Sambil jumpa penggemar dadakan, kita bisa meminum ini…” bingkisan yang tadi.

“Aku akan memberikan ttdku.” Ucap Ko yang mengambil buku dari kotak yang dibawa Nona Yoo. “Ini buku terbaruku, baru saja dicetak. Baiklah. Namamu? Namamu?”

“Moon… Sang Tae.”

“Siapa Sang Tae? Keponakanmu?” tanya Bos Lee.

“Hyungnim.”

“Ahhh rupanya kakakmu penggemarnya. Penggemarnya dari banyak kalangan usia dan negara. Basis penggemarnya besar. Selamat. Ambil ini, makan ini….”

“Ini…” Ucap Koo.

Di depan sudah ada kotak dan buku.

Moon langsung mengambil buku kisah hidup zombie.

“Aku pamit.”

“Sampai jumpa lagi.” Ucap Ko.

“Tidak akan.” Ucap Moon.

*****

Bos Lee masih mengejar Moon.

“Untuk mengatakan rasa bersalahku. Tolong terima minuman madu ini.”

Saat Moon membukanya, ternyata isinya uang tunai. “Ini terlalu banyak untuk diriku sendiri.”

“Mungkin kamu bisa membaginya dengan teman-temanmu.”

“Begitukah?” Moon yang posisinya di tangga akan melepaskan uang itu ke bawah. Pak Lee kaget. Pak Lee hampir jatuh dan ditangkap Moon.

“Ambil ini. jangan ikuti aku.” Kemudian Moon pergi.

Pak Lee ngedumel. “selama sepuluh tahun membereskan kesalahan Mun Yeong, tidak pernah ada yang menolak minuman madu ini. aneh sekali. Aah perasaanku tidak enak. Haruskah aku beri dua kotak?”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!