Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 2 Part 2

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 2 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa. terima kasih.

Ko melihat Moon dari atas. Moon sedang berjalan di jalanan. “Cantiknya. Aku menginginkannya.”

Tbtb Ko jadi raksasa yang mengambil Moon. Hahahhahaha…

*****

“Kamu memanggilku?” tanya Nona Yoo.

“Kamu mau pekerjaan sungguhan bukan?”

“Ya. tolong perintahkan aku apapun.”

“Selidiki pria yang baru keluar tadi. Jika Pak Lee sampai tahu, aku akan merobek mulutmu, jadi, selidiki diam-diam.”

*****

Jae Su menelepon Moon yang masih di dalam bus.

“Kamu pergi pagi-pagi sedang bekerja paruh waktu? apa? Ko Mun Yeong? Ttdnya? Baiklah.”

Sang Tae sudah menatap Jae Su, padahal tadinya sedang sibuk makan.

“Dia mendapatkannya.” Ucap Jae Su.

Sang Tae langsung pergi dari kedai. Jae Su langsung lari mengejarnya.

****

Saat di bus. Moon membuka bukunya.

“Sang Tae Oppa. Datanglah ke acara peluncuran buku baruku. Kamu bisa mendapat ttd dan foto bersama. Mari bersenang-senang bersama. Mun Yeong menantikanmu.”

Moon sangat kesal. “Perempuan ini…. sungguh… sungguh…”

****

Sang Tae memilih bajunya. Moon sendiri meminta Jae Su saja yang datang ke acara ttd bersama dengan Sang Tae.

Usai ditelepon Moon. Sang Tae masih di kedainya dan kedatangan Juri. Ia senang melihat Juri.

****

Sang Tae sangat senang dan menirukan  kalimat yang dituliskan oleh Penulis Ko.

Sang Tae melihat wajahnya lama-lama dicermin. Memikirkan bagaimana wajah keren.

****

“Kudengar kamu pindah ke rumah sakit di pinggir kota?” tanya Jae Su pada Juri.

“Ya. Jae Su, kamu akan pindah lagi?”

“Kamu mengenalku. Aku sering pindah-pindah. Mungkin aku Gipsi terakhir.” Keduanya tertawa.

“Apa semua baik-baik saja?”

“Seperti yang kamu lihat.”

“Bukan. Gang Tae…”

“Baik. Dia mengeksploitasi dirinya untuk bekerja.

****

*Gang Tae saat ini bekerja sebagai pemindah barang. Padahal tangannya belum sembuh benar.

****

Penulis Ko ikut rapat bersama dengan orang dari penerbitan.

Penulis Ko tidak mau ilustrasinya diubah dan ceritanya yang akan diangkat jadi film dari anjing tidak mau dijadikan kucing. Intinya, dia cukup keras kepala untuk tulisan dongeng yang ia buat.

****

Juri bertemu dengan Gang Tae.

“Tanganmu kenapa?”

“Aku terluka saat sedang bekerja.”

Juri duduk mendekat tapi Gang Tae menghindar. “Jae Su memberitahuku kamu ada di sini.”

“Ahhh…”

“Kudengar kamu mau pindah lagi. Melihatmu tanpa ragu bisa melihat di mana pun, aku merasa iri. Apakh kamu sudah menemukan tempat yang baru?”

“Pasti ada di suatu tempat. Entah baik atau tidak, rumah sakit jiwa selalu bertambah.”

“Tempatku bekerja sedang mencari perawat berpengalaman. Namanya Rumah Sakit Jiwa Ok. Ada sif kerja. Hari liburnya juga 10 hari perbulan. Jika kamu mau, hari liburmu bisa digunakan untuk bekerja paruh waktu. kamu perawat bersertifikat, jadi, akan lebih dibayar.”

“Di mana rumah sakitnya?”

“Kota Seongjin, kampung halaman kita. Kudengar kamu pernah tinggal di sana saat masih kecil. Karena banyaknya pembangunan, tidak terasa seperti desa lagi. Ada bioskip multipleks yang baru beroperasi, dan….”

****

Kilas balik.

Di sebuah lorong. Ada mayat ditemukan.

Moon Gang Tae kecil sedang menangisi ibunya. Oppa Sang Tae saat itu bersamanya di kamar mayat.

****

Oppa Sang Tae memberikan keterangannya pada polisi.

“Kupu-kupu membunuhnya. Aku melihatnya.” Ucap Oppa Sang Tae. Pada polisi. “Kupu-kupu yang melakukannya.”

Moon Gang Tae kesal pada Hyungnya. “Hyung katakan dengan jelas. Perempuan atau lelaki? Seberapa tua? Seperti apa wajahnya.”

“Kupu-kupu bilang akan membunuhku juga jika aku tidak tutup mulut. Aku takut. Dia bilang akan membunuhku.”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!