Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 2 Part 3

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 2 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa. terima kasih.

Polisi saling bicara.

“Lebih baik kirim adiknya ke panti asuhan. Dan kakaknya ke yayasan pembinaan anak penyandang distabilitas. Kurasa itu pilihan yang terbaik untuk mereka.”

Moon Gang Tae yang tahu percakapan ini membawa Kakaknya kabur.

****

“Kita mau ke mana?” tanya Sang Tae.

“Ke tempat kupu-kupu tidak menemukan kita.”

“Jauh?”

“Ya. jauh.”

Ada bus datang dan mereka berdua naik bus.

Kilas balik selesai.

****

Juri dan Gang Tae ada di terminal bus.

“Kamu lelah? Padahal tidak perlu mengantarku.” Ucap Juri.

“Cepat naik.”

“Gang Tae Sshi. Di rumahku ada kamar kosong. Kamar itu tidak terpakai. Aku dan ibuku tinggal di lantai 1. Jika kamu berencana pindah ke Seongjin, kamu tidak perlu mencari rumah lagi. Aku pamit yaaa…”

“Terima kasih telah memikirkanku. Tapi aku tidak akan ke sana.”

“Kenapa? Karena lokasinya pedalaman?”

“ya. benar.”

***

Kilas balik Juri dan Jae Su.

“Juri, apa kamu tahu? Gang Tae sangat kasihan. Dia tidak akan menjalin hubungan dan dekat dengan siapa pun. Karena pada akhirnya, dia harus pindah ke tempat lain. Apa gunanya menjalin hubungan yang berakhir dalam satu tahun?”

“Kenapa dia terus pindah?”

“Itu karena… karena kupu-kupu sialan itu.” Jae Su mabuk dan tertidur.

Juri pulang dengan kebingungan tentang “Kupu-kupu.”

****

Malam harinya. Ko memilih baju yang akan ia gunakan untuk menemui Moon di acara peluncuran buku.

****

Moon Gang Tae sedang menulis sesuatu tentang ortipedi. Ia juga mencari tahu tentang rumah sakit jiwa OK di internet.

****

Hari sudah pagi. Oppa Sang Tae keramas dan menggunakan produk sesuai dengan iklan di TV. Gang Tae terus menelepon Jae Su. Tapi Jae Su masih tertidur karena semalam ia mabuk saat bersama dengan Juri.

Hari ini. Hari yang bahagia bagi Moon Sang Tae. Ia seperti melihat banyak animasi bergerak di depan matanya.

Dan karena Jae Su nggak datang juga. Moon Gang Tae yang mengantar.

****

Acara sudah dimulai.

Sang Tae mengantre sendirian. Gang Tae malah pergi karena nggak mau ketemu dengan Penulis Ko. Sebenarnya dia di pojokan memperhatikan Hyungnya.

***

Bos Lee sedang melihat buku di lokasi yang sama. “Ibunya penulis  fiksi detektif. Putrinya ratu dongeng anak. hebat sekali mereka.” Ucap ahjussi pada Bos Lee.

“Aigooo. Kenapa orang sibuk sepertimu bisa kemari?”

“Kamu meluncurkan buku baru, aku harus memberi selamat. Aku secara khusus mengulas dan mengkritis buku-buku karya penulis Ko.”

“Ahhh iya.”

“Tujuh buku karyanya masuk 10 besar buku anak terlaris. Hebat sekali. Apakah berkat wajah cantik penulis Ko?”

“Ayolah, bukan karena wajah cantiknya. Tapi karena kemampuan menulisnya. Sebaiknya jangan mengobrol di sini. Mari ikut denganku.” Ucap Bos Lee. “Ayo makan dan minum minuman madu.”

“Nanti aku kena diabetes.”

“Ayolah. Kamu masih sehat. Mari kita pergi.”

****

Jae Su baru bangun. Ia melihat banyak panggilan tak terjawab. Ia menelepon Moon. Moon Gang Tae yang sedang memperhatikan Hyungnya yang mengantri kini pamit pergi mengangkat telepon.

****

Moon Sang Tae tertarik dengan kostum dino yang dipakai bocah. Ia menyerobit antrian dan memegang baju si bocah. Hyung terus nyerocos tentang ciri dino yang dipakai sang bocah. Tapi kedua orangtua si bocah malah ketakutan.

Sang ayah bereaksi berlebihan dan malah mendorong Sang Tae sampai Sang Tae terjatuh.

Kegaduhan terjadi.

Tidak cukup ditendang. Sang Tae pun dijambak. Sampai Sang Tae histeris dan Gang Tae datang dan langsung menutup kepala kakaknya dengan jaket.

“Bantu… jangan…. bantu… jjangan….” Ucap Ko yang mengetuk-etuk pulpenya sambil melihat kejadian ini.

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!