Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 2 Part 4

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 2 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa. terima kasih.

Nona Ko akhirnya turun. “Minta maaf. Cepat. Minta maaf.” Ucapnya pada Ayah si bocah.

“Meminta maaf kepadanya?”

“Bukan. Kepadaku. Kamu merusak sesi ttdku.”

“Ini bukan salahku. Ini karena si berengsek…”

Dan Ko malah menjambak si ahjussi.

“Siapa yang tidak menjerit jika dijambak seperti ini? lihat? Kamu juga menjerit.”

“Lepaskan aku.” Ucap ahjussi.

“Dengar. Dia gila mengganggu anakku. Kenapa aku diam saja?” ucap ahjumma. Ibu si bocah.

“Kamu psikiater? Tahu dari mana dia gila?”

“Aku… aku bisa tahu biacaranya saja meracau!!!”

“Wanita gila.” Ucap Ko.

Para reporter yang ada pun kaget.

“Apa katamu?” tanya ahjumma.

“Karena kamu yang meracau dari tadi, kukira kamu yang gila.”

“Kalian dengar bukan? Dia baru saja menghinaku. Rekam ini… rekam..” Ucap ahjumma.

Moon Gang Tae kini berhadapan dengan Penulis Ko.

*****

Sang Tae ketakutan dan bersembunyi di dalam gudang.

Moon Gang Tae bicara dengan Penulis Ko.

“Kamu tidak masuk?”

“Jika sudah tenang aku akan membukanya.” Ucap Gang Tae.

“Berapa lama?”

“Satu jam. Paling lama satu sampai dua hari.”

Ko akan pergi tapi tangannya ditarik Moon.

“Kamu mau aku menginap di sini?”

“siapa yang mengajakmu? Tidak perlu khawatir. Selesaikan urusanmu.”

“Khawatir? Aku? Mengkhawatirkan siapa?” tanya Ko. “Bagian belakang kepala Hyung mu pasti sangat sensitif. Seperti daerah sensi yang dapat menimbulkan sesuatu. Aahh seperti bom. Saat dipantik. Bomnya meledak. Bagaiamana dia potong rambut? Apa akan seperti…. “Jangan…”

“Hentikan.” Ucap Moon.

“Akhirnya kamu menatapku.” Ko melepaskan topi Moon dan mengusek-usek poninya. Moon menepisnya.

“Apa yang kamu lakukan?”

“Jangan pakai topi. Wajah tampanmu tidak terlihat. Wajahmu memerah. AAAHH bagian sensimu adalah poni. Ya?” dan Ko malah tertawa.

****

Ahjussi yang tadi sudah membawa dua dus minuman madu. “Hai. Penulis Ko. Kamu membuat kegaduhan lagi? Pak Lee kewalahan kali ini.”

Ko melihat ahjussi ini dengan penuh kebencian.

***

Pak Lee ngomel.

“Kenapa dia selalu mencari masalah saat aku tidak ada?”

“Dia selalu membuat onar tiap perawat itu muncul.”

“Jika kamu sudah tahu, kenapa kamu tidak menghalangi mereka supaya tidak bertemu? Aku merasa rugi sudah menggajimu.”

Pak Lee pun mulai mendapatkan telepon dari beberapa wartawan.

****

“Astaga. Kamu bisa pacaran juga.” Ucap ahjussi.

“Jika sudah dapat uang suap. Tutup mulut dan pergi.”

“Saat cemberut seperti ini. kamu mirip dengan Ibumu. Ibumu bukan hanya penulis handal, tapi dia juga sangat seski dan mirip denganmu.”

Ko akan memukul dan tangannya diambil Moon.

“Tutup mulutmu dan pergi.” Ucap Moon.

“Keadaan makin menarik.” Ucap ahjussi. “Kamu harus lebih hati-hati, ibumu, yang merupakan novelis terkenal, tbtb dikabarkan meninggal. Ayahmu yang merupakan arsitek terkenal. Tbtb masuk RS jiwa. Bagaimana nasibmu nanti? Tiap berurusan dengan wanita ini, akhirnya selalu buruk.” Ahjussi pun berbisik pada Moon. “Ingat itu.”

Ahjussi keparat pun pergi.

****

“Lepaskan.” Ucap Ko pada Moon.

Ko akan pergi tapi ditarik lagi. “Jangan pergi.”

“Kamu menyukaiku?” tanya Ko. “Kamu mau mengurusku? Kamu pikir bisa menghadapiku? Kamu siapa menghalangiku?” Ko kini marah.

Kemudian Ko dilepaskan Moon.

Ko membanting pintu.

Lanjut ke bagian 5 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!