Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 2 Part 6

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 2 Part 6 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa. terima kasih.

Si bocah kecil memberikan si gadis kecil bunga di taman.

Tapi si gadis kecil malah merobek kupu-kupu di depan matanya. Ternyata bukan satu yang dirobek. Tapi banyak. Si bocah kabur.

“Dasar penakut.” Ucap si gadis.

****

“Yak. Bagaimana kamu akan menyelesaikan masalah ini?” tanya Pak Lee pada penulis Ko. “Terlalu banyak saksi mata. Kamu selalu bertindak sesukamu dan melemparkan masalah kepadaku!”

Tapi Ko terus berjalan dan diam saja. meski Pak Lee mengomel.

****

Sang Tae sudah keluar dari gudang.

Mereka akhirnya pulang dengan bus.

“Kamu sedih karena tidak mendapatkan ttdnya? Kalau Hyung sedih. Aku juga ikut sedih.”

Kemudian Moon memberikan Sang Tae kejutan dengan memberikan buku ensiklopedia dino. Sang Tae yang tadinya sedih. Kini sudah tidak sedih lagi.

Moon malah diam dan memikirkan Ko yang mengacak-acak poninya dan melarangnya pakai topi karena gantengnya nggak kelihatan.

****

Juri pergi bersama ayahnya penulis Ko untuk melakukan operasi di RS Rujukan.

***

Saat Sang Tae dan Gang Tae pulang. Jae Su berlutut untuk minta maaf.

***

“Kamu tahu sifatku. Aku bisa minum satu ton bir dan tidak mabuk. Tapi aku selalu mabuk ketika minum dengan seorang wanita. Kata para tetua. “sejarah akan terbentuk saat malam, alkohol, dan wanita bertemu. Tapi sejarahku gelap gulita. Gelap.”

“Jae Su ya. saatnya berhenti.”

“Berhenti apa?”

“Menyulitkan diri dengan mengikuti kami. Menetaplah dan hidup dengan nyaman.”

“Apa masalahnya? Itu pilihanku. Jangan mengatur hidupku. Pindah atau tidak, kuputuskan sendiri. kenapa tbtb begini? apa terjadi sesuatu? Kamu terlihat murung sekali? Sialan. Ko Mun Yeong. Wanita sinting itu membuat masalah lagi?”

“Tidak.”

“Jangan berbohong. Aku yakin dia melakukan sesuatu. Apa?”

“Kukira aku melarikan diri karena Hyung. Kupu-kupu atau apa pun. Terus melarikan diri dari objek tidak kasat mata. Kukira semua ini karena Hyung.”

“Itu benar bukan?”

“Tiba-tiba aku berpikir, mungkin sebenarnya aku yang ingin melarikan diri dan memaksa Hyung untuk mengikutiku. Hidup menjadi sangat menyiksa. Solusi termudah adalah kabur.”

Puk puk dilakukan Jae Su.

****

Sang Tae mengemas bukunya.

“Kita akan tinggal di tempat kita kecil. Tempat kita tinggal dengan Omma.”

“Kota Seongjin.”

“Benar. Bagaimana jika kita tinggal di sana? Jika tidak mau…”

“Aku mau.” Ucap Sang Tae.

“Tidak apa?”

“Ada jjampong yang enak di resto cina di sana. Tempatnya dekat pintu masuk pasar.. ada isian cabai dan kerang. Kuahnya banyak sekali.”

“Hyung berani sekali.”

“Kamu takut karena kamu anak-anak. kamu bisa mengandalkan Hyung.”

Moon Gang Tae pun hampir menangis.

****

Juri mendapatkan telepon.

“Halo. Hei…. yaaaaaaa…” Juri sangat senang mendengarnya.

****

Ko mendapatkan info tentang Moon Gang Tae. Lahir tahun 1991 dan lahir di Kota Seongjin.

“SeongJin. Pantas saja.” Ucap Ko.

Dia kemudian tersenyum.

****

Kantor penerbitan mulai ribut karena masalah yang disebabkan oleh Ko sudah tayang di media TV. Forum Ibu-ibu dan yang lainnya sangat mengecam perilaku Ko.

Tidak hanya itu saja. saat Ko memberi tahu di kelas sekolah. Ia memanggil “Bocah tengik.” Dan semuanya sudah tersebar.

Bos Lee bingung karena masalah sudah berguling tidak terkendali di media.

Masalah bukunya pun merebak. Yang dikatain ilustrasinya terlalu “gelap dan kasar”.

Lanjut ke bagian 7 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!