Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 3 Part 1

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 3 Part 1 – Episode selengkapnya di sini. Episode sebelumnya di sini. Mian yaaa yang update malah episode 4 lebih dahulu. Sebab yaa begitulah. Lanjut aja deh ya.

Ahjumma perawat menakuti Moon dan bilang RSJ OK dibangun di atas makam. Tapi Moon tidak takut dan menelepon petugas pemeliharaan dan bilang lampunya suka mati. Saat usai menelpon, Penulis Ko pun datang. Sama seperti di akhir episode 2 kemarin.

Saat itu, Juri pun melihat kebersamaan mereka.

Episode 3 berjudul penyihir tidur.

***

“Bukankah sudah kubilang jangan sampai bertemu lagi?” Moon dan Ko bicara di luar.

“Itu komitmen yang kamu buat sendiri, bukan aku. Aku hanya kagum. Kamu rupanya tumbuh dengan baik. Ini bukan pertumbuhan, tapi evolusi.”

“Kamu mengenalku?”

“Aku mencoba lebih mengenalmu. Kapan kamu selesai bekerja? Aku belum makan sejak pagi. Aku lapar sekali. Adalah resto enak di kota ini?”

“Mau apa dariku?” Tanya Moon. “Kamu pasti tidak mau pergi sebelum terpenuhi. Cepat katakan kamu mau apa?”

“Ambil sesukaku dan enyah.”

“Ya. ambil sesukamu.”

“Dirimu! Akan kuambil dan pergi. Moon Gang Tae aku menginginkan dirimu.”

“Kenapa aku?”

“Karena aku terus menginginkanmu.”

“Apa alasannya?”

“Karena kamu tampan. Kamu pasti mengerti. Seperti sepatu, baju, tas, dan mobil. Jika cantik, aku menginginkannya. Jika ingin, harus dimiliki. Entah engan dibeli, dicuri, atau direbut. Yang penting jadi milikku. Haruskah ada alasan lain untuk menginginkan sesuatu?”

Kemudian ahjumma perawat menyapa. “Ko Mun Yeong sshi? Jika memungkinkan, Direktur ingin bicara dengan wali pasien.”

****

Ko masuk ke ruang direktur dan diberi penjelasan mengenai kemampuan ayah Ko yang sudah tidak ingat masa lalunya. Ayah Ko juga ketakutan tanpa alasan.

Penulis Ko malah bilang apakah lebih baik dipanggil pengusir arwah?

Btw, di ruangan direktur banyak banget barang-barang aneh.

Direktur malah menawarkan pada Ko untuk mengajar di kelas sastra sebagai metode penyembuhan. Direktur juga memberikan resep berupa agar Ko datang dan bisa jalan-jalan dengan ayahnya selama 30 menit.

Ini direkturnya agak nyentik. Saat Penulis Ko pergi dari ruangannya. Dia membunyikan lonceng yang biasanya digunakan untuk mengusir arwah.

***

Rekan muda Moon datang. “Kamu tahu? Kudengar Penulis Ko datang dan dia sangat cantik. Sayangnya aku datang terlambat. Dia sudah pergi?”

“Siapa peduli? Bukan urusanmu,” Ucap Moon. “Kenapa bisa begini?” Moon tanya tentang tisu yang robek-robek.

“Memang kenapa?”

“Kamu membuatnya seperti ini?” Moon mengulurkan tisunya/ kain yaa?

“Kamu harus memotongnya. Kalau tidak. Bisa digunakan pasien untuk budir.”

“Aku memintamu dipotong sedikit. Kenapa malah dihancurkan begini?” Moon mengeluh atas kerja hobaenya.

Hobaenya pun pergi ke kamar kecil. Datanglah Penulis Ko ngajak makan. Padahal Moon sedang ganti kostum.

Ko langsung mau memegang. “Kamu kenapa bisa masuk?”

“Orang yang baru saja keluar membuka pintu untukku. Wwwaawww…”

Kemudian Penulis Ko didorong ke luar.

Mereka keluar dan bertemu Juri di depan pintu. Moon pun masuk lagi.

****

“Apa? kamu mau kita pura-pura tidak kenal?” tanya Ko pada Juri di luar. “Terlihat jelas di wajahmu.

“Ya. jika memungkinkan.”

“Tentu. Itu soal mudah.”

“Bagaimana kamu bisa mengenal Gang Tae?”

“Kenapa? Kamu penasaran? Aku sendiri tidak mengerti. Bagaimana caramu menjelaskan suatu hubungan hanya dengan satu kata? Tiap pertemuan kami berlangsung dramatis dan menyerempet pada maut. Tiap bertemu, ada sisi tidak terduga. Kebetulan itu terus terjadi sampai kita seperti sekarang. Apa sebutan untuk hubungan seperti itu? Terlalu klise untuk menyebutnya sebagai takdir. Bukan begitu?”

Lanjut ke bagian 2 yaa. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!