Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 3 Part 2 – Episode selengkapnya di sini. Episode sebelumnya di sini. Terima kasih sudah mengikuti sinopsisnya yaaaa… terima kasih pokoknya!!!

Penulis Ko ada di mobil dan mengajak Moon Gang Tae untuk ikut dengannya dan makan bersama. Tapi Moon Gang Tae tidak mau dan menolak terang-terangan. Kemudian Penulis Ko pergi dan bersumpah akan menculik Moon kalau nggak mau ikut lagi.

****

Hari sudah malam. Penulis Ko kembali ke rumah lamanya yang ia tinggalkan. Rumahnya jauh di tengah hutan dan sangat besar seperti kastil.

Kastil yang menurut mitos sudah dikutuk. Rumah itu tidak ada yang mau beli meski dijual.

Penulis Ko masuk ke kastil tanpa ragu dan ketakutan. Ia membuka satu per satu pintu dan menaruh boneka kecil yang ia curi dari kantor Direktur RS JIWA OK.

****

Juri, Sang Tae, Gang Tae, Jae Su dan Ibunya Juri makan bersama di atap rumah Juri. Ibunya juri adalah Dayang Choi guys.

Ahjumma pun nampaknya sudah suka sama Gang Tae dan mungkin menginginkannya menjadikan mantu untuk anaknya Juri.

***

Ko kedinginan dalam tidurnya. Ada jejak kaki yang masuk menuju kamarnya.

“dia akan mati tertusuk jarum pintal, di hari sang putri dilahirkan, muncul seorang penyihir dan mengutuk putri tersebut. Raja mencoba menghindari kutukan dengan membakar seluruh jarum pintal di negeri itu. Tapi pada akhirnya, sang putri terlelap akibat tertusuk duri mawar yang diberikan oleh penyihir yang menyamar.”

Dalam mimpi Ko ada perempuan yang mendatanginya.

“Moral dari dongeng ini adalah kamu tidak bisa lari dari takdir. Benar,,, ciuman dari pangeran bisa menghilangkan kutukan sang putri. Namun, jangan terlalu berharap. Karena, aku akan membunuh pangeran itu.”

Ucap perempuan yang kini tidur di sebelah Penulis Ko.

Ingatan Ko melayang pada masa kecil. Ada seorang perempuan yang minta tolong dan masuk ke dalam air. Entah mimpi buruk atau ingatan.

Ko terbangun. Ia merasa lebih tenang ketika membayangkan ada Moon Gang Tae ada di sampingnya dan menenangkannya.

“Jangan menangis,” Ucap Moon.

Padahal. Ko hanya berkhayal dan menenangkan dirinya sendiri.

****

Ada pasien datang, dia adalah putra dari anggota dewan daerah. Ia diterima para perawat dengan baik.

***

Direktur RS mencari boneka kecilnya yang menghilang.

“Yong aaahhh. Cheo Yong…. aah tanpa boneka itu, aku akan mengalami kelumpuhan tidur.”

****

Di kastil. Penulis Ko sudah bangun dan teleponan dengan Pak Lee.

“Semua masalah akan selesai.” Ucap Ko.

“Bukan masalah ini. masalahnya terlalu besar. Terlalu banyak saksi mata,  dan rumornya terlalu cepat beredar. Sial. Kenapa teknologi di negara ini terlalu canggih?”

“Jangan mengeluh begitu. Kamu membuatku pusing.”

“Kamu seharusnya menangis sepertiku. Banyak yang ingin kamu didepak dari nominasi penghargaan itu. Ditambah dengan pemboikotan penjualan buku barumu… lupakan saja, Mun Yeong ah. Ayo kumpulkan wartawan dan menangis bersama. Bilang saja kamu stres…”

“Catat perkataanku. Ko Mun Yeong menghilang, ternyata dia merawat ayahnya yang mengidap demensia. Akankah dia pensiun? Berikan tanda tanya di akhir kalimat.”

Pak Lee langsung menulis. “Benar juga. Jika penyihir tbtb menghilang saat pengejaran berlangsung, benar…. publik pasti mengejarnya lagi.” Pak Lee senang.

Kemudian Ko menutup teleponnya.

****

Seorang perawat melihat CCTV dan melihat Kwon akan memamerkan anunya. Tapi ahjumma datang dan langsung menutup layar monitornya.

“Pertunjukkan sudah dimulai rupanya.”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini yaaa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!