Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 4 Part 3

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 4 Part 3 – Episode selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa. terima kasih. Episode 4 kali ini judulnya adalah Zombie Kid.

Ko mengelus rambut Moon lagi. “Aku melihat kamu ingin dicintai.”

Dan Moon terdiam sesaat. Di luar, hujan mulai turun.

Adegan malah memperhatikan sosok Moon yang masih anak-anak.

****

Pasien Kwon sudah dibawa ke rumah sakit. Ia memegang pipinya dan berkata. “Omma…”

***

Orang-orang pihak rumah sakit berkumpul menimbang tentang kasus Kwon yang kabur. Nam Juri malah mengusulkan bahwa Penulis Ko lebih baik dipecat, meski semua orang di RS sudah tahu bahwa Juri dan Ko sudah saling mengenal sejak kecil.

***

Di dalam mobil. Moon akan memencet tombol radio. Tapi Ko bilang dia tidak suka orang bicara. “Kamu saja yang bicara. Aku suka suaramu. Ada yang ingin kamu sampaikan?”

“Kenapa kamu tidak mau mengajak ayahmu jalan-jalan?bukankah kamu sudah berjanji?”

“Janji? Seperti tisu bekas membuang ingus. Setelah digunakan harus dibuang. Dia pasien demensia. Jiwanya sudah tiada, tubuhnya seperti cangkang tanpa jiwa. Kenapa harus repot-repot mengajaknya jalan-jalan? Lebih mudah kalau dia mati. Kenapa orangtuamu meninggal?”

“Bagaimana kamu bisa tahu?”

“Aku menyelidikimu. Hanya penyelidikan ringan. Seperti memeriksa tanggal kedaluarsa sebelum membeli barang. Bukan rahasia besar.”

“Barang? Bagimu manusia seperti barang?”

“Apa bedanya? Jika orang tua sudah tua dan lemah, anaknya akan menelantarkannya. Orang tua juga suka anak yang membanggakan. Jika bodoh akan dibuang juga. Si Burung Kecil juga seperti itu.”

“Berhenti.”

“apa? kenapa?”

“Aku bilang berhenti.”

“Kenapa? Kamu mau pipis?”

Moon malah memegang setir dan kepinggir. Ia langsung keluar.

“Kenapa kamu tbtb begini? kenapa kamu marah?” tanya Ko yang mengejar. “Apa alasannya? Yak!!! Kenapa kamu marah?”

“Aku lupa.”

“lupa apa?”

“Aku sempat lupa bahwa kamu berbeda dengan orang lain. Tanpa kusadari, aku mengharapkan sesuatu darimu.”

“Apa yang kamu harapkan dariku?” tanya Ko. “Em? Apa yang kamu harapkan?”

Moon menggeleng. “Kini sudah tidak ada.”

“Sarange.” Ucap Ko saat Moon baru beberapa langkah pergi. “Sarange Gang Tae Sshi.”

Gang Tae malah pergi.

“Aku benar-benar mencintaimu!!!! Kamu mau kabur? Kenapa? Aku mencintaimu!!! Heii!!!” teriaklah penulis Ko sampai kesal. Namun Moon tetap melangkah maju tanpa memedulikan Penulis Ko.

***

Ko kesal saat pulang dan mengemudi.

“Dia menyebalkan. Suasananya tadi baik-baik saja. kenapa tbtb marah? Apa dia punya gangguan jiwa? Kenapa dia marah padaku?”

****

Moon Gang Tae menjemput Hyungnya sekolah.

“Belajar apa hari ini?” tanya Gang Tae.

“Membuat selai.”

“Terdengar menyenangkan. Selai stroberi?”

“Membosankan. Membosankan sekali.”

“Mianhae Hyung. Tidak ada sekolah seni di sekitar sini. Jadi…”

“Aku mau menggambar di dinding rumah sakit. Menggambar dan menyapu taman untuk mendapatkan uang. sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.”

“Hyung, kamu mau menafkahiku sekarang? Supaya aku bisa bermain?”

“Jangan khawatir. Percayalah padaku. Aku adalah Hyungmu. Kamu bisa mengandalkan Hyungmu.”

“Mau membeli alatnya? Toko seni ada di dekat sini.”

“Aku Hyungmu. Bukan pamanmu.”

****

Ko kembali ke rumahnya yang seram.

Saat parkir, sudah ada Pak Lee yang mengunggu.

“Astagaa… menyeramkan sekali.”

“Kenapa kamu ke sini?”

“Rumah ini tidak layak untuk ditinggali. Mana bisa kamu menulis karya baru di sini? Mun Yeong ah. Ayo kembali ke seoul. Kamu bisa menulis karya baru sambil menikmati fasilitas hotel mewah.”

“Belum lama sejak diberitakannya isu hilangnya diriku.”

“Aku lupa kamu bukan sekadar penulis. Kamu adalah selebritas. Jika terlalu lama menghilang publik akan segera melupakanmu. Kamu tidak tahu betapa cepat mereka melupakan. Semua terlupakan dalam sekejap.”

“Aku tidak mau pergi. Aku mau bermain di sini.”

“Mun Yeong Ah. Bisakah kita bermain di Seoul? Kamu tidak bisa di sini. Kamu pasti tahu. Di sini ibumu…”

“Kalau begitu. Mau tinggal di sini bersamaku?”

“Apa? astgaaa. Kamu terlihat lelah sekali. Aku tinggal. Besok akan datang lagi.” Pak Lee pun kabur.

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!