Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 4 Part 6

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 4 Part 6 – Episode selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa. terima kasih. Episode 4 kali ini judulnya adalah Zombie Kid.

Ahjumma mempersilahkan Gang Tae untuk pergi pulang dan membiarkan Sang Tae bersamanya.

***

Juri membawa Ayah Ko pada Penulis Ko yang gagal menangkap kupu-kupu.

“Untuk berjaga-jaga. Aku akan menemanimu.” Ucap Juri.

“Apa benar semua ingatanmu menghilang?” tanya Ko Mun Yeong. “Kamu sedang tidak berpura-pura?”

“Jangan memprovokasi pasien.” Ucap Juri.

Ko mulai berbisik pada ayahnya, “Benarkah kamu sudah melupakan aku? Appa?”

“Kamu… kenapa… kenapa…. masih hidup? Mati…. matilah kamu!!!”  Ayah Ko malah mencekik Penulis Ko.

Para petugas pun membantu melerai dan melepaskan Pak Ko.

Penulis Ko tertawa. Ia tertawa sambil tergeletak.

****

“Rasakan itu. Kamu tidak seharusnya kemari.” Ucap seorang wanita dari balik jendela.

***

Seorang pasien menyapa Ko dan tidak dipedulikan oleh Ko.

“Saem membenciku.”

“Tidak. Tertulis jelas di wajahnya. “aku tidak mau diganggu.”

“Aku tidak melihatnya.”

“Pengaruh obatmu pasti sudah hilang. Ayo minum obat.” Ucap si pria.

***

Saat penulis Ko lewat di jalanan. Ada Moon yang naik bus dan melihatnya. Ia melihat Penulis Ko yang berjalan sambil melamun. Tapi ia tidak berhenti dan meneruskan untuk pulang dan mencuci baju.

***

Sore hari. Penulis Ko lelah dengan berjalan. Ia memikirkan bagaimana Moon yang mengatakan ia tidak paham perasaannya.

“Bahkan hingga ajal menjemput, kamu tidak mau mengerti.” Ucap Ko. Ia duduk di tepi jalanan.

***

Di rumah.

Moon Gang Tae membaca kisah hidup zombie.

“Di sebuah desa kecil. Lahirlah seorang anak laki-laki. Dia memiliki kulit pucat dan mata besar. Saat anak itu tumbuh besar, sang ibu segera menyadari bahwa anak ini tidak memiliki perasaan. Dia hanya memiliki nafsu makan seperti zombie. Omma mengurungnya di bawah tanah, untuk menghindari anaknya dari penduduk desa. Setiap malam, Omma memberinya makan dengan hewan ternak yang ia curi. Hari ini dia mencuri ayam. Hari esoknya dia mencuri babi, dia melakukannya bertahun-tahun. Hingga suatu hari, wabah menyebar membuat semua hewan ternak mati. Banyak orang meninggal, semua orang yang selamat pergi meninggalkan desa itu. Sang Omma tidak bisa meninggalkan anaknya. Demi meredakan rasa lapar anaknya, sang Omma memberikan salah satu kakinya.kemudian tangannya. Setelah kaki dan tangannya, hanya tubuh yang tersisa. Sang Omma memeluk anak itu untuk terakhir kalinya. Dan memberikan sisa tubuhnya.”

Ingatan Moon melayang pada sang Ibu yang lebih menyayangi Sang Tae daripada dirinya. Melayang pada dirinya yang diam-diam memeluk ibunya yang tertidur.

Suara berganti menjadi suara penulis Ko.

“Dengan kedua tangannya, anak itu erat memeluk tubuh Ibunya.dan bicara untuk terakhir kalinya. Ommaaanen, kamu…. hangat sekali…”

Membacanya. Moon Gang Tae pun menangis. Moon Gang Tae menangis kayak mimin yang nangis nggak punya duit buat sekolah dulu.

***

Ko Mun Yeong masih berjalan.

“Apakah anak itu masih bisa memenuhi rasa laparnya? Atau kehangatan ibunya?”

***

Jae Su pulang dan malam itu nampaknya hujan.

“Kamu baik-baik saja? Juri menghubungiku. Dia memintaku kemari. Kudengar kamu ditampar lagi? Sungguh deh… penulis Ko dicekik ayahnya hingga menggemparkan RS.”

“Apa? kapan? Kata siapa?”

“Para pasien membahasnya saat aku mengantarkan makanan ke sana. Banyak yang menyaksikannya.” Ucap Jae Su. “Ayahnya pasti sangat membencinya sampai mencekiknya begitu. Ayahnya jelas tidak waras.”

“Jae Su. Aku pinjam motormu.”

“Di luar sedang hujan. Aigoo. Ada apa dengannya?”

****

Moon pergi hujan-hujanan dengan motor.

Hingga ia pun menemukan Ko Mun Yeong yang masih jalan di jalanan sambil hujan-hujanan.

Moon menghampiri Ko dan langsung memberikan jaketnya. Langsung dipeluklah Ko Mun Yeong.

Horeeee. Habisss… bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!