Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 5 Part 2

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 5 Part 2 – Saya coba buat sinopsisnya yaaa. belum tahu kuat apa nggak buatnya. Kwkwkwk. Di sini untuk bagian link selengkapnya. Terima kasih.

Moon menunjukkan pada papan. “Perhatikan ekspresi mereka dan pelajari emosinya. Kamu harus memperlajarinya. Jika tidak merasakan emosi, gunakan ingatanmu. Kamu harus tahu kecuali kamu mau sendirian selamanya!”

“Tidak mau. Kenapa?”

“Kamu harus mau.”

“Aku tidak autis. Aku hanya…”

“Kamu bukan anak zombie. Tanpa emosi, dan hanya punya nafsu makan. Menurutmu apa keinganan anak itu? Memenuhi rasa lapar? Atau menginginkan kehangatan? Menurutmu apa jawabannya? Makanan? Dia hanya ingin memenuhi nafsu makan?” Moon mengambil tangan Penulis Ko yang ada di kantong. Di tempelin tangannya ke pipi Ko. “Kehangatan. Ini yang diinginkan anak itu, bukan dipelihara seperti hewan. Itulah pesan tersiratmu.”

“Bukan.”

“Bukan?”

“Bukan. Dia hanya ingin makan. Zombie tidak memiliki perasaan. Asal kenyang, memotong tangan dan kaki pun tidak masalah. Kehangatan? Jangan bercanda. Itu hanya rasa simpati menjijikan yang dimiliki orang sepertimu. Jangan asal menyimpulkan. Aku lapar. Beri aku makanan,  atau aku akan memotong tangan dan kakimu.” Ko pergi ke kamar mandi.

****

Padahal Ko memegang pipinya.

“Seharusnya dia berkaca.”

Di dalam wc ada tulisan, milik Sang Tae, tekan sabun tiga kali dan keterangan-keterangan untuk Sang Tae.

***

Sang Tae memukul-mukul kepalanya di tembok. Moon Gang Tae datang.

“Hyung… apa kamu masih marah? Maaf sudah meneriakimu. Tidak akan kuulangi. Maafkan aku.” Sang Tae masih memukul kepalanya. “Hyung. Aku tadi ditampar. Sampai mulutku sakit. Aku bahkan tidak bisa mendengar dengan baik. Pipiku bengkak seperti orang tua dengan benjolan di pipi. Aku harus bagaimana?”

“Benjolan di pipi? Di mana orang tua dengan benjolan di pipi?”

Moon Gang Tae memegang pipinya. “Hyung, benjolannya sudah hilang. Aneh sekali.”

“Kamu pembohong.” Hyung memukul Gang Tae.

****

Gang Tae keluar ke meja makan ahjumma. Di sana ada ahjumma dan Jae Su. Gang Tae langsung dipersilahkan untuk makan.

“Tidak. Apakah boleh aku…”

****

Makanannya dibawa ke atas.

“Apa kamu menyembunyikan istrimu di sini?” tanya Penulis Ko.

“Pemilik rumahku sudah tua.”

“Tidak heran. Kemampuan memasaknya hebat.”

“Cepat makan.”

“Aku ingin tinggal dengan dia. Dia pandai masak.” Ucap Penulis Ko.

“Kamu biasanya makan apa?”

“Tidak makan. Ibuku tidak memotong kaki dan tangannya. Tidak ada yang memasak untukku.” Ko mau ambil telur puyuh nggak bisa. diambilin sama Moon deh. akhirnya, minta diambilin semua lauknya. Kwkwkw.

****

Ada mas-mas yang ngantuk sedang jaga di RSJ OK. Tbtb ada perempuan seperti bayangan hitam lewat dan nampak menyanyi. Mas-mas mencarinya. Tapi nggak ada siapa-siapa.

Ia bertemu dengan Juri. “Barusan kamu mendengar sesuatu?” ucap Mas-mas.

“Tidak. Aaahhh listriknya nyala.”

“Aku mendengar seseorang bersenandung di sana.”

“Ahh ternyata itu.” Ucap Juri menakuti. “Orang lain tidak memberitahumu? Setelah tengah malam, di ujung koridor lantai dua,  ada hantu yang bersenandung…”

****

Saat pagi sebelumnya. Ahjumma pasien cerita ke teman-temannya. “Aku mendengarnya dengan jelas.” Juri tahu itu dari cerita pasien.

***

“Hantu? Mungkin dia meracau?”

“Entahlah. Bu Seon Hae itu berkomunikasi dengan hatu untuk mencari nafkah.”

“Apa?”

“Dia dukun.” Jawab Juri. Mas-mas langsung ketakutan.

****

Juri sedang jaga bersama dengan perawat pimpinan.

“Kenapa saat di taman? Ko Dae Hwan mencekik putrinya?” tanya Juri.

“Komplikasi usai pembedahan bisa membuat tbtb melakukan kekerasan.”

“Jika bukan karena itu?”

“Lalu apa? maksudmu dia mencekik untuk membunuh putrinya?”

“Bukan itu. Untuk hidup. Maksudku, karena dia membela diri. dia bersikap agresig untuk melindungi diri…”

“Perawat Nam, bukankah kamu sudah lama mengenal penulis Ko?”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini yaaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!