Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 5 Part 3

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 5 Part 3 – Saya coba buat sinopsisnya yaaa. belum tahu kuat apa nggak buatnya. Kwkwkwk. Di sini untuk bagian link selengkapnya. Terima kasih.

Kilas balik.

“Maukah kamu berteman denganku?” tanya Juri kecil pada Penulis Ko kecil.

****

“Melihatmu sengaja menutupi hubungan itu, berarti kalian tidak terlalu akrab.” Ucap Ahjumma perawat.

***

Juri kecil menangis. “Jebbal!!! Menjauhlah dariku!!!”

****

“Kalau begitu. Tanyakan pada dirimu sendiri. bisakah kamu tidak melibatkan perasaan pribadi dalam masalah pasien? Jangan sampai terpengaruh perasaan. Kamu ini profesional.” Ucap ahjumma.

****

Ko melihat Moon yang mencuci piring.

“Cepat dan berbaringlah. Kamu pasti pelayan di kehidupan lalu. Dan aku majikanmu.” Wkwkkw. “Bagian belakang tubuhmu terlihat sangat lezat. Aaahh maksudku, menawan, bukan lezat. Aku salah bicara.”

“Cepat berdiri. Aku beri ongkos taxi dan pulanglah.”

“Tidak mau. Aku mau tidur di sini.”

“Jangan seenaknya.”

“Terserah aku.”

Penulis Ko ditarik oleh Moon sebagai pembelaan diri. Penulis Ko teriak. “Sang Tae Oppaaaa!!!!” Mulut Ko langsung dibekap.

Di luar ada Jae Su yang akan masuk. Moon langsung keluar dan mendorong Jae Su.

“Astagaaa… kenapa kamu keluar?” tanya Jae Su.

“Maafkan Jae Su ya.”

“Kenapa kamu berkeringat seperti ini?”

“Kamarnya sangat panas. Kamu tidak panasa?”

“Kamu mengalami andropause? Tingkahmu aneh sekali hari ini.”

Saat Jae Su akan masuk. Pintunya langsung ditendang oleh Moon. Wkkwkwkw.

“Apa maksudmu?” tanya Jae Su. “Kamu makan sendirian, aku hanya merasa kasihan, jadi, aku ingin memahamimu.”

“Aku sudah selesai makan.”

“Secepat itu?”

“Makananmu nanti dingin, cepat turun dan makanlah. Cepat turun.”

“Kamu mencurigakan sekali. Kamu bahkan meninggalkan Sang Tae. Apa yang kamu sembunyikan.”

Jae Su langsung lari lagi ke pintu. Kwkwkw. Kepalanya ditarik oleh Moon.

“Kamu main kasar yaaa?”

Kemudian Jae Su mengalah dan turun.

****

“Buka pintunya. Aku mau masuk.” Ucap Moon yang mau buka pintu tapi nggak bisa. “Bolehkah aku masuk?”

“Tentu saja asal aku tidur di sini.” Ucap Penulis Ko.

“Buka dulu. Setelah itu…”

“Aku pasti diusir.”

“Tidal. Aku tidak mau mengusirmu.”

“Sungguh?”

“Ya. sungguh. Bukalah.”

Dan yang dibuka malah jendela. “Saling bertatapan begini seperti Romeo dan Juliet.”

“Kamu benar. Seperti musuh bebuyutan yang seharusnya tidak bertemu.”

“Itu yang seharusnya. Karena itu adalah takdir.”

“Takdir yang tragis karena keduanya mati.”

“Kamu tahu kenapa begitu? Karena hanya juliet yang meminum obat tidur. jika keduanya meminum obat tidur, keduanya tidak akan mati. Jadi, ayo obob dan saling bersebelahan.”

“Logika macam apa itu? Cepat buka!!!”

“Aku tidur di sini.”

“Buka!!!”

“Kamu tidur di sampingku.”

“Buka atau aku dobrak pintunya.”

“Mau bertiga dengan Sang Tae Oppa? OPPPAAAA!!!”

****

Di dapur. Jae Su bicara di telepon. “Bocor? Kenapa pipanya tbtb bocor?”

“Tidak perlu.” Ucap Moon Gang Tae di telepon. “Seisi rumah penuh dengan air. Aku akan membersihkannya.. tolong jaga Hyung. Terima kasih Jae Su yaaa….”

****

“Cepat buka pintunya.” Ucap Moon pada Ko di jendela.

“Kamu pandai berakting.”

****

“Seharusnya kamu menjadi aktor.” Ucap Ko pada Moon saat baring. “Kebohonganmu sangat tulus. Membuatku ingin dibohongi.”

“Hyungnim… Sang Tae….. selalu melihat wajahku. Mataku, alisku, sudut mulutku, hingga kerutan. Dia mencari emosi dengan mengamati wajah. Jika aku memaksakan senyumanku saat aku kesulitan dan sangat tersiksa, Hyung akan berpikir bahwa aku bahagia.”

Lanjut ke bagian 4 yaaa…. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!