Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 5 Part 7

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 5 Part 7 – Saya coba buat sinopsisnya yaaa. belum tahu kuat apa nggak buatnya. Kwkwkwk. Di sini untuk bagian link selengkapnya. Terima kasih.

Juri sedang bersama ahjumma pasien.

“Senandung hantu? Tempo hari, pukul berapa kamu mendengar suara itu?”  tanya Juri.

“Aku tidak tahu.” Ucap ahjumma. “Aku bahkan tidak tahu tanggal hari ini. aku mendengarnya saat mau ke toilet. Uuuu….”

“Apa kamu melihat seseorang di kamar 203 atau koridor pada pukul itu?”

“Dia bilang senandung hantu, itu mungkin hantu.” Ucap ahjumma di sebelah yang sedang membaca buku. “Perawat Nam? Kamu percaya pada omong kosongnya?”

“Ini bukan omong kosong. Aku mendengarnya dengan jelas.” Ucap ahjumma.

“Itu halusinasi dan bukti bahwa kamu sudah gila.”

“YAKKKK!!!! Aku tidak gila.” Ahjumma Dora pun mendatangi ahjumma tadi.

“Baik. Aku percaya.” Ucap Juri mencoba menenangkan.

Tapi Juri malah ditampar oleh ahjumma yang membaca buku. “Kalau begitu, aku yang gila?”

*karma langsung dapat aja ya?

****

Di atap RSJ OK, Moon Gang Tae sedang terdiam. Kemudian Juri datang.

“Ini mengingatkanku pada masa lalu.” Ucap Juri. “Ingatkah kata-katamu saat aku menangis di atap karena dipukul oleh pasien di RS Yongrim?”

“Kenapa kamu tidak pukul saja aku agar merasa lega.” Moon mengingat kalimat itu. “Tidak kusangka kamu memukul.”

“Aku pasti gila saat itu. Tapi berkat itu, kita menjadi dekat, bukan begitu? Apa aku salah? Apa kita tidak dekat?”

“Juri sshi….. kamu mau nenamparku lagi?”

“Apa kamu menolak cintaku?” tanya Juri.

“Jangan menaruh perasaan padaku. Aku tidak pantas.”

“Apa karena kamu akan pergi? Tidak masalah, hanya saja… aku akan tetap menyukaimu. Itu pilihanku. Kumohon. Aku….. kamu tidak menjahuiku, karena merasa terbebani. Jika begitu, aku akan merasa sangat malang dan menyedihkan. Selama kamu ada di kota ini. tetaplah tinggal di rumahku. Ibuku sangat menyukai kalian. Sang Tae Oppa senang tinggal di rumahku. Kumohon padamu.”

Ada kaki di pintu. Kaki dengan sepatu indah itu pun pergi.

****

Ko Mun Yeong malah menghampiri Sang Tae yang sedang melukis.

“Oppa. Mau bermain denganku?”

“Ya.” wkwkwkkw.

****

Moon Gang Tae nampak masih di rumah sakit dan bingung karena teleponnya tidak diangkat.

****

Hari sudah gelap.

Oppa Sang Tae dibawa Ko ke mobilnya.

“Berapa harga mobil ini?” tanya Oppa. “Lebih dari 1 juta won? Apa dua juta won?”

“Sekitar 1000 kali lipat.”

“Penulis Ko. Kamu punya banyak uang? ada berapa banyak?”

“Seribu kali lipat darimu. Oppa suka uang?”

“Aku suka uang. aku suka mobil. Aku juga suka Penulis Ko. Seratus hingga 12rb kali lipat. Kita mau pergi ke mana? Gelap sekali.”

*****

Gang Tae mencari San Tae. Kemudian beberapa perawat mengatakan bahwa Oppa Sang Tae pergi bersama dengan Penulis Ko.

*****

Sang Tae dibawa ke rumah Ko Mun Yeong.

“Kamu suka?”

“YEEE,,,,”

“Kamu juga suka di sini?”

“Yeeee…”

“Kamu mau tinggal di sini denganku?”

“Yeeee…”

“Baik. Ttd di sini.” Penulis Ko memberikan kertas.

Oppa diberikan kontrak terja ilustrator.

*****

Gang Tae masih galau mau jemput Sang Tae atau tidak. Karena beberapa waktu lalu ia memutuskan untuk menjauhi Ko Mun Yeong.

Ia menelepon Ko. “Hyung di mana?”

“Ada bersamaku.”

“Aku sudah memperingatkanmu, untuk menjauhi kakakku.”

Lanjut ke bagian 8 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!