Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 7 Part 3

Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 7 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa. terima kasih.

“Ibu kandung Ko Mun Yeong, adalah penulis Do Hui Jae. Dia menghilang tanpa jejak saat menulis seri fiksi untuk jilid terakhirnya. Lalu dilaporkan meninggal setelah menghilang selama lima tahun.” Itu ucapan Dir RS.

***

Ayah Ko akan mengambil buku. Tapi salah satu ahjumma pasien mengambilnya lebih dahulu. “Kamu selalu saja lambat.”

***

“Ada yang bilang dia masih hidup. Banyak rumor beredar saat itu.”

“Apakah ada kemungkinan dia masih hidup?” tanya Gang Tae.

“Jika dia masih hidup. Dia tidak akan membiarkan pembacanya penasaran dan menunggu selama hampir 20 tahun. Penulis Ko pasti sangat syok dan merindukannya. Dia mungkin keliru dan mengira orang lain adalah ibunya.”

“Seandainya bukan kerinduan, tapi rasa takut?”

****

Dir RS membuka kembali dokumen lamanya.

Kilas balik.

Ayah Ko bercerita. “Istriku. Sangat cerdas dan anggun. Dia sangat menyayangi putrinya. Terlalu menyayanginya. Tiap malam dia menyanyikan Oh My Darling Clementine untuk pengantar tidur. aku tidak tahu apakah dia mengerti makna tersirat dari lagu itu.”

Kilas balik selesai.

****

Moon Gang Tae memandang penguman kelas sastra ditiadakan dan disenggol oleh ahjumma perawat.

“Ada apa? kamu sedih karena kelasanya ditiadakan?”

“Tidak.”

“Sepertinya para pasien sedih. Katanya kelas sastra menyenangkan.”

“Menyenangkan. Cobalah baca buku Penulis Ko saat waktu luang.”

“Tidak. Aku tidak suka membaca buku seperti itu. Aku suka cinta tragedi, atau novel horor.”

“Aku akan ke ruang isolasi.”

***

Gang Tae menemui ahjumma. Ahjumma memeluk syalnya.

Ahjumma sudah sadar bahwa putrinya sudah meninggal. Ia tahu tidak bisa kembali bertemu dengan orang yang sudah meninggal.

Yang lain dan dokter datang.

Ahjumma cerita syalnya mahal dan tidak bisa dibeli dengan uang. syal itu dibeli oleh semua uang tabungan anaknya untuk sang Omma yang berulang tahun. Saat awal menerimanya, ahjumma sangat kesal pada putrinya.

Saat itu sang putri menangis karena muak dengan sikap ibunya.

Sang Omma bahkan mengatakan kalimat tidak perlu untuk putrinya.

Sang putri keluar usai mereka bertengkar. Dan saat itulah sang putri mengalami kecelakaan dan meninggal.

Ahjumma menangis mengingat hal itu.

Gang Tae yang menyaksikannya mengingat kisah dirinya dan ibunya yang mengatakan dia harus menjaga Sang Tae.

Ahjumma sebenarnya menyesal karena perkataan buruknya terakhir kali pada detik-detik terakhir putrinya.

****

Di atap. Gang Tae menemui Jae Su, mereka memandang langit malam.

“Jae Su yaaa. apakah ibuku di sana, merasa bersalah atas perkataannya padaku? Apakah dia menyesal telah memperlakukanku dengan buruk?”

“Kamu berharap begitu?”

Kemudian Gang Tae menangis.

Jae Su marah seakan-akan mengatai Ibunya Gang Tae yang sudah jahat pada Gang Tae. Kenapa Ommanya membeda-bedakan Sang Tae dan Gang Tae. Kenapa Omma hanya sayang pada Sang Tae.

Kemudian ahjumma Ibunya juri datang.

“Semua Omma adalah pendosa. Walau begitu, cobalah memaklumi ibumu. Kamu pikir mudah membesarkan anak sendirian tanpa suami? Aigooo. Membesarkan seorang putri saja sudah ingin membuatku melarikan diri. meski begitu, ommamu sudah membesarkan kalian berdua. Ditambah dengan Sang Tae yang tidak biasa. Kamu sudah menjadi wali Hyungmu. Bayangkan betapa sulitnya menjadi ibumu.”

Kemudian Gang Tae menangis lagi.

Tapi ia mencoba makan buah yang dibawa oleh ahjumma.

Lanjut ke bagian 4 yaa.. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!