Sinopsis Mother of Mine Episode 1 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 1 Part 2

Episode sebelumnya ada di sini yaaa guys.

Seorang lelaki muda nampak sedang memberikan pelatihan renang pada para Ibu-Ibu. Dia adalah pemuda peran utama bernama Han Tae Joo. Tae Joo nampak sabar menghadapi para ahjumma yang sedang belajar berenang.

Hingga sesi latihan berakhir. Semua bertepuk tangan.

“Terima kasih atas kerja sama kalian sampai sekarang. aku tidak enak harus berpisah.” Ucap salah satu ahjumma.

Ahjumma lainnya berkata. “Dia akan bekerja di perusahaan bagus.”

Yang lainnya berkata juga. “Ini tidak bisa dipercaya. Bagaimana kamu bisa diterima padahal kamu sudah sibuk dengan pekerjaan paruh waktu? Kamu luar biasa!!!”

Semua nampak memberi semangat. Dan salah satu ahjumma lainnya masuk ke kolam sambil membawa kue. Tae Joo pun meniupnya dengan senang.

***

Adegan beralih pada Tae Joo yang membilas dirinya. Mbokkk nggak usah dikasih tahu gimana-gimana yaa.. wkwkw badannya cuy… uwuwuw sekali.

Tae Joo membuka lokernya dan melihat ada setelan.  Di kemeja miliknya, ada inisial TJ. Kok kayak merk madu ya guys.

***

Kang Mi Ri dan para pegawai lain sedang menonton pertunjukkan fasion show sebagai bahan rapat. Mi Ri memainkan pulpennya dan nampak sangat geram. Pegawai yang lain nampak ketakutan karena kemungkinan akan diomeli.

“CUKUP!!!” Mi Ri menggebrak meja.

Salah satu pegawai pria berkata. “Tapi koleksi ini mendapatkan komentar bagus. Mereka memuji cara kita fokus hanya pada pakaian alih-alih aksesoris atau sepatu.”

“Keluar semuanya. Kecuali Pak Park!!!!”

Tiga pegawai nambak brbr keluar. Park pun mengharap Kang Mi Ri. Mi Ri hanya menatap tajam. Pak Park mundur-mundur dengan kursinya sampai ia terjatuh.

Park pun bangun. Mi Ri bertanya. “Jelaskan kenapa sepatu dan aksesoris belum siap untuk pertunjukkan mode. Aku ingat jelas sudah memberitahumu sebulan lalu. Aku yakin sudah meneken laporanmu.”

“Begini… beacukai tiongkok amat ketat.”

“Beacukai tiongkok amat ketat?”

“Ya. prosedurnya amat ketat.”

“Lantas, biar aku tanya satu hal. Akankah Tiongkok lebih cerewet daripada aku?”

Pak Park mendadak gagap. “Anda lebih cerewet… tentu saja.”

“Aku secerewet itu dan sudah meneken laporanmu soal perhitungan waktu yang kita butuhkan untuk bea cukai. Jika dikirim tepat waktu, tidak mungkin kita tidak punya aksesoris. Apa aku salah? Pak Park?”

Pak Park malah menangis. “Maafkan aku Bu Kang. Aku sibuk mengurus banyak hal sampai mengirim berkasnya terlambat sepekan. Aku sungguh minta maaf. Tolong maafkan aku.”

“Kapan kamu bergabung dengan perusahaan?” Tanya Mi Ri.

“Kita pertama bertemu 4 maret 2015.”

“Bukan hari pertama kita bertemu. Aku bertanya kapan hari pertamamu masuk perusahaan.”

“Aku dipekerjakan pada 8 februari 2015, bergabung pada 4 maret dan pertama kali bertemu anda pada hari itu pukul 9.30.” Pak Park menjawab seperti prajurit.

“siapa yang mengajarimu apa dan bagaimana bekerja di sini?”

“Anda. Anda manager tim saat itu.”

“Kamu belajar dariku? Tidak mungkin! Seperti ini?”

Pak Park menangis lagi. “Maafkan aku. Anda mengajariku dengan benar., tapi aku tidak sesuai harapan anda.”

“Pak Park… berhentilah.”

“Tidak. Bu Kang. Aku tidak bisa. Mohon jangan pecat aku.”

Mi Ri keluar ruangan dan berkata pada pegawai lainnya.

“Ajari tim dengan benar. Jangan membuang-buang waktu hanya untuk bayaran. Aku tidak mengharapkan hasil, jadi tolong jangan mengacau. Cepat…. pimpinan Wong akan pergi jika kamu terlambat satu menit saja. katanya, dia membawa jam sukat saat bekerja.”

“Jam sukat? Untuk menakuti orang?” Tanya pegawai pria.

Mi Ri nampak bersiap akan pergi. “Begitulah cara dia mengecek kepribadian dan kemampuan seseorang. Kita membuat peragaan busana tanpa sepatu dan aksesoris. Itu membuat kita jadi buruk. Jika dia mau bertemu dengan kita. Artinya produk kita akan laris di Tiongkok. Kita harus berlutut dan memohon. Ayo cepat.”

Mi Ri nampak sangat terburu-buru.

***

Di depan perusahaan nampak Han Tae Joo berjalan dengan santai. Tae Joo masuk sebagai pegawai baru. di kafe lantai 1. Tae Joo pun memesan americano.

Di waktu yang sama, Mi Ri berjalan dengan salah satu bawahannya sambil berkata. “Apa kita menerima pegawai yang pintar tahun ini?”

“Tentu saja… lulusan baru ingin bergabung.”

“Pilih anggota tim kita dengan lebih hati-hati kali ini.”

“jangan cemas. Aku akan memilih yang terpintar untuk tim marketing kita.”

“Pak Park sangat ….. bukankah kamu memilih dia karena dia yang paling pintar?”

“Benar. Maafkan aku.”

Dan Mi Ri berjalan kembali dengan kesal. Sementara Tae Joo membawa americanonya. Tumpahlah Americano di baju milik Mi Ri.

“Astaga… maafkan aku. Kamu baik-baik saja?”

Tae Joo dan bawahan Mi Ri memberikan sapu tangan.

“Kamu tidak terluka? Maksudku,….bukankah itu panas?” Tanya Tae Joo.

Mi Ri mulai melotot. “Sudahlah.ikut aku.”

Mi Ri pergi ke ruang tangga darurat. Tae Joo mengikutinya.

“Buka pakaianmu.” Ucap Mi Ri yang melepas bajunya yang kotor.

“Apa?”

“Kamu tidak dengar?”

“Kenapa aku harus????”

Dan yakkk… Mi Ri meminta kemeja yang dipakai Tae Joo untuk ia pakai karena sudah terlalu terburu-buru.

“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Tae Joo.

“Aku tidak punya waktu.” Mi Ri pun memberikan kartu namanya. “Datanglah untuk mengambil bajumu.”

Tae Joo awalnya bingung. “Tunggu dulu. aku juga membutuhkan baju. Ini hari penting.”

“Hariku lebih penting…. minggir. Ohh yaaa buang saja bajuku.” Mi Ri cuss pergi.

***

Di dalam sebuah ruangan pertemuan. Seorang pegawai mengucapkan selamat pada pegawai yang datang karena sudah diterima kerja.

Karena tidak memakai kemeja. Tae Joo hanya memegangi jasnya dengan erat. Karena malu. Tae Joo mengaku sedang flu.

***

Mi Ri berhasil bertemu dengan Ketua Wong. Mereka nampak berbincang dengan bahasa mandarin.

“Aku tersanjung. Anda sangat pemaaf dan pengertian. Ini salah kami dan kupastikan tidak akan terulang lagi. Aku akan membuat sesuatu yang lain untuk sepatu dan aksesoris dan melaporkannya kepada Anda.”

“Butuh waktu berapa lama?”

“Anda akan tahu hasilnya dalam sepekan.”

“Kamu wanita yang bersemangat.”

“Anda panutanku.”

“Senang mendengarnya.”

“Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda, Bu.”

“Bagus sekali. Mari lihat produkmu.”

“Aku akan bekerja keras.” Ucap Mi Ri.

“Kemejamu sangat bergaya.” Ucap Nyonya.

“Ahhh ini…. terima kasih.”

***

Mi Ri pun kembali ke kantornya dan mencoba menelpon adiknya. Kang Mi Hye.

***

Ternyata Kang Mi Hye sedang sibuk makan steik dengan pria kencan butanya.

Pria itu berkata. “Dana bisa menimbulkan banyak kerugian, aku bekerja di bagian modal. Obligasi, derivatif keuangan,  dan juga tunai.”

“Ya.” Mi Hye masih sibuk dengan makanannya yang kelihatannya enak banget.

“Harga saham berfluktuasi, jadi, membutuhkan sentuhan yang bagus. Kemampuan manager dana sangat mempengaruhi keuntungan.”

Dan mata sang pria jatuh pada layar ponsel Mi Hye yang bertuliskan Kang Mi Ri. Pria itu pun mendadak terdiam.

“Apa? Ada apa?” Tanya Mi Hye.

“Permisi. Ponselmu berdering.”

“Ahh maaf.” Mi Hye membawa ponselnya pergi dan bicara dengan Mi Ri di tempat lain.

“apa?” Tanya Mi Hye.

“Kenapa lama mengangkat telpon kakak? Kamu di mana?”

“Aku masih bersamanya.”

“Kenapa kamu masih menemui dia?”

“Entahlah. Dia besar mulut. Dia terus membicarakan sesuatu yang tidak aku mengerti. Aku tidak tahu apa-apa soal dana.”

“makan saja bersamanya dan pulangkan dia.”

“Tidak… steiknya sangat enak. Lagi pula kudengar hidangan penutup di sini enak. Boleh aku memesan fondant cokelat di sini?”

“Yakkk Kang Mi Hye, cukup. Hentikan. Jika kamu ketahuan. Emak akan membunuh kita.”

“Emak akan membunuh Unnie bukan aku.”

“Apa aku salah? Dia keponakan dari pimpinan asosiasi. Dan dia manager dana bergelar MBA dari Harvard. Kakaklah yang menipunya. Ibu jarang memberiku makanan di rumah. Jadi aku datang ke sini untuk makan steik dan mendapatkan uang jajan dari unnie. Aku tidak bersalah.”

“Aku tahu… pulangkanlah dia.”

“Bagaimana aku memulangkannya jika dia tidak pergi? Aku bahkan belum menghabiskan steikku.”

“Yaaaakkkk Kang Mi Hye.”

Mi Hye pun menutup telponnya dan kembali pada sang pria.

Lanjut ke bagian 3 yaaa… klik di sini.

Wwkwkwkwk di kehidupan asli. Cameo pria kali ini adalah suami dari Kim So Yeon (Kang Mi Ri). Ituhooo doi yang main jadi dokter di Marry Me Now.

Si Bungsu kali ini menggantikan kakaknya dalam kencan buta yang harusnya dijadwalkan emak untuk Kang Mi Ri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *