Sinopsis Mother of Mine episode 1 Part 3

Sinopsis Mother of Mine episode 1 Part 3

Bagian sebelumnya ada di tulisan yang ini ya guys…

Kang Mi Hye kembali ke patner kencan butanya. “Maaf, aku baru saja dapat telpon darurat. Sampai di mana aku? Maksudku, sampai di mana tadi?”

“Orang yang baru saja menelponmu adalah Kang Mi Ri yang sesungguhnya bukan? Kurasa itu aneh. Orang tua kita yang menjodohkan kami. Bagaimana dia bisa menyuruhmu menggantikannya?”

“Bukan seperti itu.”

“Dan dia tidak bisa menemukan pengganti yang lebih baik.” Anjay ngejek wajahnya Kang Mi Hye nih.

“Apa? Apa katamu? Pengganti yang lebih baik?”

“Cukup.” Sang pria berdiri. “Kamu bisa menghabiskan hidanganmu.” Ia pun pergi.

Kang Mi Hye pun marah dan berkata pada pelayan. “Permisi. Boleh kuminta hidangan penutupku sekarang?”

Yaihhhhhh meski secara nggak langsung dikatain jele… makan emang nomor 1.

***

Kehidupan yang suram dijalani Kang Mi Sun. Karena lelahnya, ia sampai tertidur di dalam toilet. Dan seperti biasa. Para perempuan lain bergosip. Mi Sun pun mendengar.

“Tentang manager cabang. Kenapa dia memarahi kita sepanjang hari?”

“Itu karena asisten manager Kang. Bu Kang terlambat bekerja tiga atau empat kali dalam sebulan. Manager cabang tidak bisa memberinya peringatan untuk itu, tapi dia sangat kesal. Jadi, dia memberikan pelajaran untuk seluruh tim.”

“Kurasa kamu benar. Asisten manager Kang sangat canggung.”

“Itu sebabnya aku tidak ingin menikah. Dia mengacaukan seluruh tim. Dia membuat banyak masalah.”

Kang Mi Sun mendengar dari bilik toilet dengan geram.

***

Mi Sun menelpon di lorong. “Aku benar-benar harus lembur malam ini. kamu harus menjemput Da Bin.”

Suaminya di ujung telpon berkata. “Bukannya aku tidak mau melakukan itu. aku sangat ingin menjemputnya. Tapi aku ada makan malam bisnis setelah bekerja.”

“Bisa kamu lewatkan saja?”

“Tidak bisa. Jika aku melewatkannya, aku tidak bisa naik jabatan.”

“Bagaimana denganku? Aku juga harus naik jabatan.” Ucap Mi Sun.

“Aigoo… lalu kenapa jika kamu naik jabatan? Mereka akan menaikkan gajimu? Kamu bisa terus menjadi asisten manager.” Anjayyy… ini suami macam apa yang ngejek.

“Apa? YAKKKK Jung JIN SOO!!!” Mi Sun pun teriak.

“Astagaaa… Kamu sungguh berisik seperti Ibumu.”

“Kamu sungguh berpikir begitu?” Tanya Mi Sun yang nambah kesal.

“Ya. lalu apa yang akan kamu perbuat? Tolong berhenti membentakku di telepon. Aku sudah muak dengan teriakanmu setiap pagi.”

“Apa? Teriakkan?”

“Apa aku salah? Kamu dan Da Bin berkelahi setiap pagi. Aku sangat muak dengan itu.”

“Sulit dipercaya. Apa Da Bin hanya putriku saja? bukankah dia putrimu juga?”

“Aku tahu dia putriku. Tapi ini berlebihan. Kalian berdua membunuhku.”

“Jadi, bagaimana Da Bin malam ini?”

“Entahlah aku harus pergi. Kamu harus menelpon ibu atau meminta Ibumu menjaganya. Kamu selesaikan ini. ahh iyaaa… kamu sudah meminta ibumu memasak sosis? Aku harus pergi. I love you.” Telpon ditutup. Begitulah suami kurang tanggung jawab menutup pembicaraan.

***

Emak nampak menerima telpon dari Mi Sun sambil memasak. “Apa kamu harus lembur setiap hari? Jangan cemas. Ibu akan menjaganya. Baiklah… kembalilah bekerja.”

Setelah mengurus rasa kimchi yang sudah pas.

Adegan berlanjut pada Emak yang menggendong Da Bin.

“Nenek, apa Ibu pulang larut malam ini?”

“Tidak akan terlalu malam. Kamu bisa bermain dengan nenek sambil menunggunya.”

Emak pun membawa Da Bin ke restorannya. Dan masuk ke rumahnya. *jadi kayak semacam ruko gitu.

“Mi Hye… Da Bin pulang!!! jagalah Da Bin.” Ucap Emak memanggil anak bungsunya.

“Imoooo…” Da Bin membuka pintu dan langsung masuk ke kamar Mi Hye.

“Omong-omong kenapa di sini sepi?”

Nenek pun ikut masuk ke kamar Mi Hye bersama Da Bin. Melihat kasur. Emak berkata. “Kamu masih tidur? Apa kamu tahu pukul berapa ini? bangun… ibu bilang bangun…”

Saat selimut dibuka. Yang muncul malah boneka beruang. Da Bin senang dan langsung memeluk boneka tersebut.

“Apa ini?  dia mana dia?

***

Emak akhirnya bertanya kepada adiknya yang sibuk mengelap mangkok.

“Yakkk… kamu melihat Mi Hye?”

“Aku melihatnya keluar dengan berdandan rapi. Apa ada hal baik?”

“Tidak ada! dia pengangguran. Seharusnya dia menjaga Da Bin selagai aku bekerja. pergi ke mana dia?”

***

Mi Hye ada di toko buku. Ia diam-diam duduk dan mengamati ke rak atas. sebuah buku yang sulit ia ambil akhirnya berhasil diambil dengan menggunakan tangga.

Mi Hye memandang buku karangannya. “Sebelum terjual dengan harga murah. Buku ini harus bertemu dengan pemilik yang baik hari ini.” Buku tersebut kemudian ditaruh di rak buku baru.

Kemudian sepasang kekasih nampak melihat-lihat buku.

“Ada buku yang ingin kamu baca?” Tanya sang perempuan.

“Entahlah…” Kemudian mata sang pria jatuh pada buku Mi Hye. “Twenty is winter??? Kamu membaca ini?” Tanya sang pria.

“Tentu saja. buku ini bagus. Kang Mi Hye penulisnya.”

“Astagaa… ini sungguh buku lama.”

Mi Hye melihat sambil berharap buku itu akan dibeli. “Kalian pasangan yang baik. Itu cetakkan terkahir di seluruh negeri. Itu bagaikan anakku yang kutinggalkan sendiri. tolong adopsi twenty is winter.”

Nahhh… sang perempuan malah bilang. “Kamu tahu? Kudengar Kang Mi Hye sudah mati.”

“Benarkah? Tidak mungkin.”

“Kudengar dia mati setelah menulis buku ini. itu sebabnya dia tidak menulis buku lagi.”

“Begitu rupanya. Ada banyak penulis yang mati muda setelah menulis buku.”

“Kamu akan membelinya?”

“Astaga tidak… untuk apa aku membeli buku lama? Entah kenapa juga ada di rak ini.”

Mi Hye mendengarnya jadi sedih. Mi Hye pun mendekat pada buku dan akan membelinya sendiri. “Aku tidak tahan lagi. Ayo pulang bersamaku hari ini. omma akan membelimu.” Mi Hye akan mengambilnya.namun lelaki tampan tbtb mengambil buku itu.

Lelaki itu melihat buku sebentar. Memandang Mi Hye yang jadinya pura-pura melihat buku lain kemudian ke kasir.

Mi Hye mengikuti pria itu yang keluar toko. Sumpaaaaahhhhh tokonya bagus banget.

“Terjual. Akhirnya terjual!!! Selamat tinggal. Twenty is winter. Terima kasih banyak. Tuhan memberkati.”Mi Hye senang dalam hati.

Bersambung ke episode 2. klik di sini episode 2 part 1

Komentar….

Drama ini bakalan panjang. Mungkin 100 episode dengan durasi sekitar 30 menitan lebih. kalau ngelihat para pendahulunya sih begitu yaa… tapi, mengingat tahun kemarin yang selesai buat sinopsis Marry Me Now? Kayaknya sih sebanyak apa kalau ada kemauan bisa selesai juga. Lagian dramanya 4 episode per minggu. Bukan yang senin sampai jumat.

Usai The Last Empress kemarin dan libur bikin sinopsis. Saya putusian untuk membuat sinopsis ini karena emang belum ada blog yang buat. Ada drama yang pengen banget saya buat sinopsisnya. Tapi karena kalah gercep akhirnya ya udahh yaaa… ini aja gpp.

Ada beberapa alasan juga kenapa di awal drama ini kok kerasa dramanya bakalan bagus. Itu semua karena kehadiran pemerannya yang udah nggak asing dan penokohannya berisi para perempuan. Drama ini juga sangat membumi dengan masalahya.

Ohhh iya. Kedepannya ada adegan yang udah ngeselin. Semoga saya kuat yaaa buatnya. Selamat mengikuti di besokpagi.com yaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *