Sinopsis Mother of Mine Episode 10 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 10 Part 2 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini yaaaa guysss… untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Setelah puas muntah. Mi Hye pun tidak sadarkan diri. Woo Jin pun akhirnya menggendong Mi Hye dan membawanya ke rumahnya.

Saat Mi Hye ditaruh di sofa. Woo Jin sempat mengambil buku Mi Hye yang berjudul Twenty is winter. Ponselnya bunyi dan itu adalah panggilan dari Emak.

Woo Jin pun membangunkan Mi Hye… “Ponselmu berdering. Kang Mi Hye… Ibumu menelpon.”

Mendengar kata Ibu. Mi Hye kalap dan mengangkat telponnya. “Yak!!!! Berandall!!! Kembali ke mari.”

“aku di bar sedang minum.”

“Dengan siapa?”

“Kepala editor penerbitan Dol Dam Gil… Kim Woo Jin. Ahh aku baru saja meneken kontrak. Aku tidak bisa pulang malam ini. jangan cemas… dahhh…”

Mi Hye menutup telponnya. Woo Jin pun marah. “Kang Mi Hye Sshi….!!! kapan kita meneken…”

“Maaf… aku sungguh minta maaf.” Mi Hye pun teler lagi.

***

Tae Joo masih bekerja dengan Pak Park. “Kamu menggali kuburanmu sendiri. kenapa kamu membantah atasan? Kamu membuat salinan seharian. Kini kamu menempel nota.”

“Aku masih tidak menyesal.”

“Tentu. Kamu memang sebaiknya tidak menyesal. Itu yang menjadikan kamu pria. Itu Han Tae Joo. Minumlah kopi dan bersenang-senanglah dengan lem.” Wkwkwkw. “Aku mau pulang. Han Tae Joo, aku penasaran kenapa kamu seperti ini?”

“Apa maksudmu?”

“Kenapa kamu selalu mengatakan hal yang benar? Kita semua tahu kamu benar. Tapi pertimbangkan atmosfer atau suasana hati seseorang. Kamu tidak bisa bersimpati? Kamu tidak bisa menyadari perasaan Ibu Kang?dia bekerja dengan sangat baik. Lalu tbtb CEO baru datang dan menolak proposal pertamanya. Kamu tidak paham bagaimana perasaannya?”

“Aku paham, tapi…”

“Tidak usah dijawab. Kamu amat pintar. Aku tidak suka Kang Mi Ri. Tapi kamu salah tadi. Apa tidak ada yang bilang kamu pembenci?”

“Tidak. Tidak ada yang bilang hal itu kepadaku.”

“Wahhh…kamu pasti amat spesial. Aku tidak boleh bergaul denganmu. Aku tidak akan membeli tuna untuk kucingku denganmu lagi. Jangan bicara denganku mulai besok.” Pak Park pun pergi.

***

Mi Ri mengajak Da Bin ke taman hiburan. Mereka membeli bando dan bersenang-senang. Hingga Da Bin naik komedi putar. Ada anak-anak yang memanggil Omma….

Mi Ri langsung mengingat masa lalunya. Saat itu, In Sook masuk ke kedai kemudian keluar lagi.

“Omma mau ke mana?” Tanya Mi Ri pada In Sook. “Omma tunggu aku!!!”

Tapi In Sook langsung naik mobil dan meninggalkan Mi Ri yang menangis sambil berlari. Waktu seakan berhenti. Saat Mi Ri kembali sadar. Ia tidak bisa melihat Da Bin. Da Bin hilang!!!

Mi Ri mencari Da Bin ke sana ke mari. Hingga Da Bin ditemukan dalam keadaan menangis.

“Da Bin!!! Imo berdiri di sana, ke mana kamu pergi?”

“Aku benci Imo… Imo berusaha meninggalkanku. Imo membenciku dan berusaha meninggalkanku.”

“Apa maksudmu? Untuk apa Imo meninggalkanmu?”

“Jangan berbohong. Imo membenciku dan berusaha meninggalkanku. kata Ibu….. jika aku tidak bersikap baik,dia akan meninggalkanku di panti asuhan. Itulah alasan Imo meninggalkanku di sini. aku benci Imo….” Da Bin pun tambah menangis.

Mi Ri pun menangis. “Da Bin.. Imo tidak pernah meninggalkanmu.”

“Aku benci Imo….”

“Da Bin. Imo tidak akan pernah meninggalkanmu di mana pun. Untuk apa Imo meninggalkanmu? Imo amat menyayangimu. Bagaimana imo bisa meninggalkanmu? Imo tidak akan melakukan itu.” Mi Ri tidak kalah nangis bombay.

Hingga keduanya berpelukan.

***

Tae Joo pulang ke apartemennya. Ia memencet lantai 14. Tapi karena mengingat Mi Ri. Ia menekan 18. Tae Joo pun menekan bel di depan hunian Mi Ri. Tae Joo pun pergi karena tidak ada respon.

Namun, Tae Joo malah melihat Mi Ri datang dengan menggendong Da Bin.  Tae Joo sembunyi sambil bengong.

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *