Sinopsis Mother of Mine Episode 106

Sinopsis Mother of Mine Episode 106 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. akhirnya, sampailah kita semua pada minggu terakhir drama ini selesai. Sebagai gantinya, saya nulis sinopsis Secret Boutique yaaa.. di sini link lengkapnya.

Mi Hye memandangi Ibunya yang sedang menghitungi pengeluaran pernikahan Mi Hye. Emak pun memberikan tabungan, “Ini maskawin yang ibu berikan kepadamu. Jangan berikan kepada orang lain, ini uang yang ibu berikan kepadamu untuk jaga-jaga keadaan darurat.”

“Kenapa aku butuh dana darurat?”  

“Kamu sangat kekanakan. Ada banyak keadaan kritis saat berumah tangga.”

“Rasanya canggung menerima uang dari Ibu.”

“Aku pun memberikan uang pada Mi Sun dan Mi Ri. Mi Sun memberikan buku yang mahal untuk Da Bin. Dia menghabiskannya dan sampai tidak tersisa sedikitpun. Jangan mencontoh dia. Simpan uang ini. setelah kamu menikah dengan Woo Jin. Tidak peduli bahagia dan senangnya dirimu. Kamu tidak boleh berhenti menulis. Seorang wanita harus kompeten untuk percaya diri di depan pria. Hanya dengan begitu, kamu bisa meninggikan suaramu. Jika ingin bercerai, kamu boleh melakukan itu.”

“Kenapa Ibu mengutukku?”

“Ibu tidak mengutukmu. Maksud Ibu, tidak ada yang tahu apa yang terjadi dalam hidup. Kenapa Ibu membuka sup restoran tulang sapi? Ayahmu bekerja dengan gaji rendah sebagai pegawai balai kota. Dia memeriksa apa-apa saja yang telah aku keluarkan, dan itu melukai harga diri ibu.”

“Ayah melakukan itu?”

“Ya. Jangan terlalu bergantung pada suamimu.” *Sumpah ini saya setuju banget. “Kembangkan kemampuanmu untuk mencari nafkah sendiri. Mi Sun si bodoh itu, berhenti bekerja. Ibu sangat mengkhawatirkannya.”

“Omma…. aku tidak ingin menikah. Aku takut.”

“Sadarlah. Kamu harus bertanggung jawab. Kamu tidak bisa seperti bayi lagi.” Ampun saya nangis. Mereka saling memeluk.

“Kamu bersikap seperti bocah pada malam sebelum pernikahanmu.”

“Omma….”

“Hiduplah bahagia.”

***

Malamnya, Emak menelepon In Sook. “Aku ingin kamu menjaga anak-anakku.”

“Kakak.”

“Jagalah anak-anakku dengan baik. Kamu sudah menjaga Mi Ri dengan baik. Aku tidak mengkhawatirkannya. Tolong lakukan hal yang sama pada Mi Sun dan Mi Hye. Nanti, mereka sudah tidak punya Ibu lagi setelah aku mati. Aku merawat putrimu lebih dari 30 tahun, kali ini aku memintanya kepadamu.”

“Aku berjanji.”

“Terima kasih.” Keduanya pun menangis. *banjir air mata guys.

***

Hari pernikahan Mi Hye dan Woo Jin datang juga.

Nenek Mi Ok bahkan menangis saat melihat Emak karena sudah merawat putrinya dengan baik.

Mi Hye masih resah dengan gaunnya yang kuno.

****

In Sook nampak malu datang dengan memakai hanbok. Emak pun menarik In Sook untuk bergabung. In Sook diperkenalkan sebagai keluarga. Mi Ri melihat dari kejauhan dan menangis.

Para ahjumma teman Emak bahkan mengantri untuk berfoto dengan In Sook.

****

Upacara pernikahan pun berlangsung. Paman menggandeng Mi Hye ke latar.

Sedangkan Jae Bum malah datang terlambat. Semua orang kaget melihat Jae Bum datang. Jae Bum perlahan datang ke pasangan pengantin. Ia memberi hormat pada Emak. Dan malah nyumbang lagu.

“Halo. Aku teman mempelai wanita, Kang Mi Hye. Namaku Bang Jae Bum. Aku ingin menyanyikan lagu untuk kedua mempelai.”

Mi Hye melihatnya dengan berkaca-kaca.

Suara Jae Bum benar-benar buruk. Lalu yang Jae Bum nyanyikan malah terdengar pilu.

Kemudian, dalam tarian dan nyanyian lainnya. Emak nampak bahagia.

***

Malam harinya, keadaan Emak justru memburuk.

Mi Hye malah pulang lagi ke rumah. Mi Hye minta diantarkan Woo Jin untuk pulang. Mi Hye malah meninggalkan Woo Jin dan memilih menghabiskan waktu bersama Ibunya.

“Aigoooo… aku merasa kasihan terhadap Woo Jin. Aigoooo… dia bahkan tidak bisa bermalam pertama dengan istrinya. Apa yang harus kulakukan dengan bocah kekanakan ini?”

Mereka bertiga pun malah berebutan tidur di samping Ibu mereka. Malamnya, Mi Sun memimpikan mendandani Ibunya memakai Hanbok.

Mi Sun bangun lebih dulu. Ia melihat Emak tidak bergerak.

“Omma….” tidak ada respon mereka bertiga pun menangis.

klik di sini kelanjutannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *