Sinopsis Mother of Mine Episode 107 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 107 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini… dan akhirnya ini adalah episode terakhir, alias jam-jam terakhir menuju 108 di final.

Episode kali ini, tentang kematian. Ketiga putri Emak memakai baju hitam.

“Dengarkan adik-adik. Ibu sudah tidak ada, kalian tahu, bukan? Kenapa kalian tidak menjawab?”

“Ya.”

“Kita harus melakukan yang seharusnya. Kita harus melakukannya dengan benar untuk mengantarnya dengan baik.”

“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Mi Hye.

“Berhentilah menangis dan tabahlah. Tahan air mata kalian meski ingin menangis. Bersikap sopanlah pada teman Ibu. Tanya bagaimana mereka mengenal Ibu dan beri mereka makan. Ucapkan terima kasih mereka sudah datang.”

“Baiklah.” Jawab Mi Hye.

“Omma, mengawasi kita. Jadi, mari lakukan dengan benar.”

****

Bertuliskan mendiang Park Sun Ja. Ketiga menantu dan Paman sudah berbaris.

Anak-anak yang perempuan memandangi foto Ibunya. Mereka menangis.

***

In Sook masih di rumahnya. Dalam episode kayak gini. Sama sekali nggak banyak kata.

***

Pimpinan bicara pada Na Hye Mi. Nampaknya dia sudah pulang. “Pergilah.”

“Kumohon honey.”

“Jangan naikkan tekanan darahku dan keluar.”

“Aku tidak langsung membawamu ke rumah sakit karena takut kamu disingkirkan dari posisi pimpinan. Jika ingin kamu mati, aku tidak akan memanggil dokter. Meski tidak membawamu ke rumah sakit, aku meminta dokter menemanimu sepanjang hari. Karena aku tahu betapa kamu peduli dengan perusahaan.”

“Jika kamu tahu itu, kenapa kamu memberi tahu reporter bahwa Kang Mi Ri adalah putri In Sook?”

“Itu karena mereka mencoba memakan perusahaanmu. Bagaimana kamu bisa salah paham seperti itu?”

“Jadi, itu alasanmu selingkuh dariku? Itu sebabnya kamu sibuk menemui orang lain.”

Na Hye Mi meminta maaf tapi Pimpinan mengusirnya. Na Hye Mi tidak mau pergi. Dia mengancam jika akan pergi, dia akan membawa Tae Ho. Na Hye Mi marah besar hingga berteriak dan menarik kerah Pimpinan Han.

Akhirnya, Na Hye Mi ditarik pergi oleh penjaga.

***

Jae Bum, usai bersedih Mi Hye menikah. Esoknya, dia menangis di depan foto Emak. “Kenapa foto Ibu ada di situ?” Jae Bum benar-benar menangis. Karena walaupun dia mencintai Mi Hye, ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan Emak selama bertahun-tahun.

***

Tiga teman perempuan Mi Sun datang dan kaget, karena kemarin mereka menghadiri pernikahan dan kini pemakaman.

***

Mi Hye menenangkan Jae Bum. “Kamu juga harus berdiri bersama kami, karena Ibuku menganggap kamu putranya. Mengerti?”

Jae Bum akhirnya ikut bergabung.

****’

Nenek Mi Ok duduk sambil menangis. “Aku merasa tidak enak.” Ucap kakek Da Bin.

“Apa itu hidup? Kenapa hidup ini tidak adil? Dia hanya 3 tahun lebih tua dariku. Dia bahkan bisa hidup lebih lama. Dia masih sangat muda. Dia bekerja seumur hidupnya dan membesarkan 3 anak. lalu dia membesarkan cucu. Dia tidak pernah beristirahat.” Yaaa ampun saya nangis. “Bagaimana ini terjadi?”

“Dunia ini tidak adil. Begitulah kehidupan.”

Mi Sun nampak sibuk kedangan tamu. Melihat menantunya kerepotan, Nenek Mi Ok membantu.

***

Sebelum ke rumah duka. In Sook menemui Pimpinan.

“Aku sudah mengirimkan bunga yang snagat besar. Periksa dan laporkan kepadaku. Dan pastikan Kang Mi Ri baik-baik saja. tidak boleh ada yang terjadi pada cucuku.”

“Anda memanggilku untuk itu?”

“Ya. Dan kamu harus pergi ke amerika setelah Park Sun Ja meninggal. Tidak… kutarik kembali. Rumahku berantakan, segera kembalikan menjadi normal. Dan cari tempat lagi untuk Tae Ho sekolah.”

“Kenapa aku harus menuruti Anda? Aku bukan bawahan anda. Dan sekarang, aku tidak menginginkan apapun.”

“Beraninya kamu….”

“Aku tidak punya ikatan dengan anda. Suamiku sudah meninggal. Sekarang, perlakukan aku dengan sopan dan sepantasnya. Jadi, lakukan dengan sopan bila anda membutuhkan bantuanku. Apa yang bisa anda lakukan tanpa diriku? Selama 30 tahu, aku selalu menemanimu. Anda harus mendapatkan pengobatan. Tapi jika anda menyakiti anak-anakku lagi. Aku akan mengurungmu tanpa makanan.”

Wkwkwkwk udah ketularan Emak galaknya.

Lanjut ke bagain 2 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *