Sinopsis Mother of Mine Episode 11 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 11 Part 2 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Woo Jin akhirnya bicara kembali dengan Mi Hye. Peter masih dengan sopan menyediakan makanan dan  minuman.

“Begini… jika mau mengatakan sesuatu, lakukan sekarang. akan kudengarkan.” Ucap Mi Hye pada Woo Jin yang selalu menatapnya.

“Kang Mi Hye Sshi. Kamu memang seperti ini? kamu minum minol tiap hari dan lepas kendali saat mabuk? Kamu memang biasa pingsan di mana pun?”

“Maafkan aku.”

“Bagaimana kamu bisa menulis jika tidak bisa mengendalikan dirimu sendiri? dan kamu mau bekerja sama dengan kami? Tahukah kamu bagaimana haruki murakami menulis bukunya? Dia mulai menulis pukul 04.00 sementara kamu minum hingga pukul 04.00. selama hidupmu, tidak… setidaknya, selama sembilan tahun terkahir, kamu menjalani hidup seperti ini?”

“Maaf.”

“Maaf… aku minta maaf. Kamu selalu minta maaf selama 9 tahun juga?”

“Maafkan aku.”

“Kamu minta maaf atas apa? Beri tahu alasanmu meminta maaf. Dari kemarin sore sampai hari ini, aku sudah membuang waktu karena dirimu.”

“Sudah cukup Hyung.” Ucap Peter. “Dol Dam saja mendapatkan waktu makan dengan tenang…. Mi Hye Sshi.. maaf ya.”

“Tidak apa-apa. Aku memang pantas dikritik. Aku tidak mengerti ada apa denganku belakangan ini. intinya, aku minta maaf, ini tidak akan terjadi lagi. Aku tidak akan muncul lagi. Jangan khawatir. Peter sudah membuatkan roti lapis untukku, jadi, aku akan pergi setelah menghabiskannya.” Mi Hye mulai makan. Ia makan dengan kikuk. Kemudian beranjak pergi.

“Baiklah… mari teken kontraknya.” Ucap Woo Jin.”

Mulut Mi Hye masih penuh dengan roti. Ia berbalik. “Kamu tidak dengar?” Ucap Woo Jin. “Mari teken kontraknya, Nona Kang Mi Hye.”

Mi Hye pun pulang dengan teriak senang.

Peter bertanya pada Woo Jin. “Hyung. Kamu sungguh akan melakukannya?”

***

Jeon In Sook tbtb melakukan kunjungan ke Tim Marketing.

Sementara itu di Tim Marketing, Han Tae Joo masih dikerjai oleh Pak Park dengan pekerjaan ini dan itu. sampai Tae Joo pun membawa galon.

Saat In Sook masuk. Tae Joo sedang membawa galon. Mereka saling menatap beberapa detik. Sama-sama kaget.

“Aku mengejutkan kalian? Maaf.” Ucap In Sook.

“Tidak. Ada apa anda kemari?”

“Tim ini adalah inti perusahaan kita. Apakah aneh jika aku berkunjung?”

“Tidak. Kami merasa terhormat kerena kedatangan anda.”

Melihat Tae Joo masih membawa galon. Pak Park menurunkannya. Kemudian Tae Joo dan rekan perempuannya diperkenalkan sebagai pegawai baru.

“Aku juga pegawai baru. sama seperti kalian.” Ucap In Sook. “Tolong ajari mereka dengan baik.”

“tentu saja. Bu Kang mengajari mereka dengan baik. Anda tidak perlu khawatir.”

Melihat meja Mi Ri kosong. In Sook bertanya. “Apakah Kang Mi Ri tidak ada di tempat?”

“Dia mengambil cuti.”

“Ahhh begitu ya.”

Pak Park menambahkan, “Dia biasanya dikenal tidak pernah memakai cuti tahunannya. Tapi baru-baru ini dia mendapatkan masalah.”

“Begitukah? Teruskan pekerjaan kalian.” In Sook kemudian pergi.

***

“Pak Park kamu ini kenapa?tidak tahukah kamu apa yang tidak boleh dikatakan ke Ibu CEO?” salah satu rekan kerja menegur Pak Park.

“Memangnya aku peduli? Aku sengaja mengatakannya. Menurutmu kenapa CEO kemari? Dia meremehkan Ibu Kang dan menyeraghkan proposal kita ke tim perencanaan. Hal itu membebani pikirannya. Jadi, dia pun memata-matai kegiatan kita di sini. kamu melihat ekspresi wajahnya saat kamu bilang Ibu Kang cuti? Jelas sekali.”

“Bisa kamu hentikan?”

Pak Park masih mengeluh. “Aku memang tidak menyukai Ibu Kang. Tapi kali ini, hatiku agak sakit. Baru sehari berlalu. Aku sudah merindukannya.” Pak Park pun mulai lebay.

***

“Apa? Menurutmu Bu Park seperti mawar???? dari mana kamu pandai berbohong seperti itu?” Mi Ok mulai mengomeli suaminya saat di rumah.

“Katakan yang sejujurnya. Kamu membuat Bu Park kesal?”

“Tidak.”

“Jika memang tidak, maka tidak ada alasan bagimu untuk mengunjungi restorannya. Pada hari kamu bermain golf, tapi kamu malah pulang karena tidak jadi. Kurasa kamu bertemu dengannya di luar gedung selagi dia menunggu bus jemputan.”

Dan yak….. ayah mertua Mi Sun tidak tahu jelas ada masalah apa antara istrinya dan besan. Tahunya pas semuanya sudah terjadi. Ternyata istrinya membuat ulah.

***

Di restoran, Emak masih memyemprot bunganya sambil bernyayi. Seneng banget dikasih bunga pokoknya.

Tak lama, Mi Ri dan Da Bin pun datang.

“Ibu pikir kamu sudah mengantarnya ke rumah tadi pagi. Kalian melakukan apa seharian?” Emak mengomel.

“Da Bin mau ke museum anak-anak. Kami makan di pasaraya dan berbelanja.”

“Nenek… Imo membelikanku ini.” Da Bin memamerkan bandonya.

“Aku membalikan Ibu kaos dan untuk paman juga. Kulihat baju olahraga paman sudah lusuh. Kubelikan yang baru untuk paman.”

Paman Young Dal pun menerimanya dengan senang. Mi Ri emangggggg nyahhh nyooohhh yaaak.

Emaknya yang malah mengomel. “Aigooo aigoooo…. kamu malah pergi keluyuran tidak jelas. Belum lama ini kamu sudah membelikan baju. Kenapa beli lagi?”

“Itu sudah lama… cobalah ini.” Mi Ri pun mengeluarkan bajunya.

“Jika mengambil cuti, kamu harus berdandan untuk menemu seorang pria. Kenapa malah memberikan hadiah untuk keponakanmu?”

“Ommaa ada apa denganmu? Aku tidak keberatan.”

“Tidak tahukah kamu? keponakanmu tidak akan membantumu?”

Melihat Emak mulai marah. Paman Young Dal mengajak Da Bin ke toserba.

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *