Sinopsis Mother of Mine Episode 12 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 12 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..

Tae Joo lanjut bicara.  “Aku tidak bermaksud mengintip. Itu terjadi begitu saja. tapi jangan khawatir. Aku tidak akan mengungkap rahasia anda.”

“Yakkk Han Tae Joo. Apa yang kamu bayangkan?”

“Aku paham. pasti berat membesarkan anak sendirian.”

“Yak Han Tae Jooo. Kamu pikir aku orang tua tunggal yang membesarkan anak? Dia hanya ponakanku.”

“Ponakan?”

“Kamu berlebihan. Kamu selalu melewatkan waktu dan salah bicara. Kamu memang merepotkan. Kamu harus lebih banyak menempelkan nota. Astaga… apa aku tampak seperti orang tua…”

“Sudah kuduga. Dia mirip dengan anda.”

“Aku tahu kamu berbohong. Da Bin itu cantik.”

“kenapa? anda juga cantik.”

Mi Ri menatap Tae Joo. “Tiba-tiba? beraninya anak baru bicara seenaknya dengan bosnya? Apa kamu mau mati?”

“Memangnya kenapa? kita tetangga. Benar bukan? Kita di luar perusahaan. Ini daerah rumah kita.”

“Apa? tetangga?”

***

Kini giliran Da Bin yang berjalan sambil mengobrol dengan Mi Sun.

“Da Bin, kamu memikirkan ibu saat bermain dengan Imo?”

“Tentu saja aku memikirkan Ibu. Sungguh.”

“Coba ceritakan.”

“aku memikirkan dan merindukan ibu.”

“sungguh??? Kamu yang terbaik. Apa kamu bersenang-senang dengan Imo?”

“Ya. tapi dia menangis.”

“Kenapa imo menangis? Apa yang terjadi?”

“Aku bilang sesuatu padanya.”

“Apa yang kamu bilang padanya sampai dia menangis? Bukankah ibu sudah menyuruhmu untuk bersikap baik?”

“Imo kehilangan Da Bin. Katanya Ibu akan meninggalkanku di panti asuhan jika aku tidak bersikap baik. Tapi setelah itu,,, Imo berlarian dan menemukanku. Itulah alasanku marah dengannya. Aku bertanya apa imo mau meninggalkanku.”

“Da Bin naa… bagaimana kamu bisa bilang begitu kepadanya? Imo amat menyayangi Da Bin. Omma juga bilang akan meninggalkanku di panti asuhan jika aku tidak bersiap baik.”

“Omma bilang begitu karena marah. Da Bin mianne…” Da Bin sudah menitihkan air mata.

“Tapi aku terlalu malu karena Imo menangis seperti bayi.” Wkwkwkwk.

“Imo menangis tersedu-sedu?”

“Ya. dia menangis seperti bayi. Itu membuatku malu.”

“Begitu rupanya.”

“Kenapa Omma?”

“Tidak… ayo pulang. Da Bin, jangan bilang begitu lagi pada Imo ya?”

***

Sementara itu di rumahnya. Emak memikirkan ucapan Mi Ri sampai tidak bisa tidur. Akhirnya, Emak menelpon Mi Ri.

“Ohh Omma… masih belum tidur?”

“Apa maksudmu tadi?” Tanya Emak. “Katamu kamu tidak akan menikah karena takut akan meninggalkan anakmu. Bahwa kamu tidak mau punya anak.”

“Memangnya kenapa?”

“Katakan kenapa kamu bilang begitu. pernahkah kamu…”

“Omma…aku hanya asal bicara. Tanpa berpikir panjang.”

“Yakkkk berandalan.”

“Coba pikirkan. Keponakan itu manis karena aku melihatnya sesekali. Aku tidak mau bertanggung jawab atas anak-anak. Omma bilang, ibu sakit dan muak dengan kami bertiga dulu. ibu selalu mau ada orang yang mengambil kami.”

“Yak… Ibu bilang begitu karena marah. Serta ibu tidak bilang terus menerus.”

“Bagaimana pun, aku tidak bermaksud apa-apa. Jangan ibu pikirkan.”

“Tetap saja. Ibu ingin melihatmu menikah sebelum ibu mati. Ibu akan memastikan melihatmu menikah, punya anak, disayangi suami, hidup bahagia sebelum Ibu tiada.” Emak mengatakan sambil menangis. “Kenapa kamu tidak menjawab?”

“Baiklah… Omma…”

“WWEEE??”

“Sarange… ibu tahu bukan.”

“TIDAK!!!”

Keduanya sama-sama menangis saat menutup telpon. Sebenarnya kayaknya Emak tahu Mi Ri itu trauma.

***

Pagi di rumah Jin Soo dan Mi Sun sangat damai dengan kehadiran Emak. Jin Soo bahkan tidak segan-segan memuji mertuanya.

Sampe dibencandain segala. Wkwkwkwk. Itu lho, katanya akan memberikan sesuatu. Tapi ternyata love kecil sambil bilang sarangeee….. wkwkwkwk. Dan yaa jelas ditaboki Mi Sun.

***

Tae Joo dan Mi Ri tak sengaja bertemu saat berangkat kerja. Kali ini, saat Mi Ri ada di lift lebih dahulu. Ia menunggu Tae Joo. Wwwhhhh udahh beda nih.

Dan Han Tae Joo saat masuk kantor masih dikerjai Pak Park untuk membelikan kopi… ehhh Mi Ri ikutan nitip juga. Wkwkwkw.

Pesanan kopi Mi Ri pun diberikan langsung oleh Tae Joo. Mi Ri pun berkata. “Han Tae Joo Sshi… semua orang akan merasa aneh jika keadaan berubah hanya setelah beberapa hari.”

“Ahh yaa,,”

“Jadi…buat 20 salinan dokumen ini.” wkwkwkkw msh dikasih pekerjaan beginian.

Ketika Tae Joo keluar. Ponselnya bergetar dan itu adalah panggilan dari ayahnya.

“Ne appaji…”

Berlanjut ke bagian 2 ya. klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *