Sinopsis Mother of Mine Episode 13 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 13 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini yaaaaaa…. episode 13 kali ini adalah drama yang tayang di indonesia pada minggu, 14 april 2019. Tapi harus nunggu senin untuk sub indo. Dan maaf banget telat karena miminya sakit karena keracunan makanan kemarin. Nahhh sabar yaaa buat yang lagi nungguin.

In Sook yang sedang meminum anggur jadi diam dan menghentikan minumnya. Ia meletakkan gelasnya di meja dengan bersuara. Kemudian memaksa diri tersenyum. “itu konyol. Kenapa kamu mau tahu soal itu?”

“Anda baru saja bilang kepadaku untuk menanyakan apapun.”

“Ahh benar, tetapi itu agak lancang.” In Sook meminum anggurnya kembali.

“Maaf jika keterlaluan. Aku hanya….”

“Dia di Amerika. Aku mengirimnya ke sana saat dia masih kecil.” Mi Ri pun yang mendengarnya, hanya menggenggam tangannya erat. “Dia lulus dari universitas di sana dan sukses dengan hidupnya. Tapi itu bahkan bukan kejutan. Sejak aku berhenti menjadi pewarta, banyak orang berusaha mengorek kehidupan pribadiku. Seperti yang sudah kamu tahu, itu semakin parah setelah aku menjadi bagian dari keluarga grup Hangsung. Para reporter selalu siaga pada hari pendiran perusahaan atau hari peringatan kematian keluarga. Mereka selalu penasaran apa aku baik dengan suamiku, pakaian apa yang aku kenakan, atau tas apa yang kubawa. Itulah alasannya aku mengirimnya ke amerika saat kecil. Aku mau melindunginya dari reporter yang suka gosip.”

Padahal melindungi diri sendiri anjay. In Sook lanjut bicara. “kamu puas sekarang?”

***

Mi Ri ke kamar mandi. Tidak kuat atas apa yang baru saja ia dengar. Ia hanya menyalakan air, menutup mulutnya agar tangisannya tidak terdengar. Yaaa ampun menderita banget dia.”

***

Di pintu keluar rumah keluarga Han. Tae Joo bertemu dengan Direkur Park. Direktur memanggil Tae Joo dengan kata tuan muda.

“Ahhhh…aku sekarang bawahan anda. Sudah kubilang jangan memperlakukan aku seperti ini.”

“Sulit untuk tidak memanggilmu tuan muda. Sudah menjadi kebiasaanku sejak kamu kecil. Apakah baru menemui pimpinan?”

“Ya. ayahku terlalu mengkhawatirkanku.”

“Begitulah orang tua.”

“Ahh yaaa…So Yun apa kabar?”

“Dia baik-baik saja. dia mau mengambil s2 demi karirnya. Aku pusing.”

“Ahhh anda tahu So Yun suka belajar. Sebaiknya aku mentraktirnya makan suatu saat nanti.”

“Ahhh ya tuan muda.”

*keknya bakalan muncul karakter baru.

***

“Dia tidak sopan. Beraninya mengatakan pertanyaan seperti itu.” Ucap In Sook saat ada di perjalanan pulang di mobil. Saat itu Tae Joo menelponya namun tidak ia angkat.

***

In Sook memandang rumahnya yang super mewah.

Kemudian ia pun masuk. Ada pembantu yang mengatakan. “Aku minta maaf, Bu. Siang ini, aku amat kelelahan karena membuat kimchi, aku beristirahat sebentar. Tapi malah ketiduran.”

“Kamu tahu betapa aku membenci kegelapan.” Ohhh lampunya belum dinyalain cuy.

Ehh di rumahnya, In Sook minum minol lagi.

***

Saat perjalanan Tae Joo pulang. ia melihat Mi Ri sedang minum di kedai. Tae Joo pun masuk.

“Sedang apa di sini?” Tanya Mi Ri.

“Aku datang untuk membawamu pulang saat kamu mabuk dan pingsan. Aku sering melihatmu minum.”

“Aku tidak akan pingsan lagi. Pergilah.” Ehhhh mendengar diusir. Tae Joo malah pesen minuman juga. Tae Joo dengan baik hati menemani Mi Ri minum.

“Apa suasana hatiku nampak buruk?” Tanya Mi Ri.

“Ya.” Jawab Tae Joo yakin.

“Tidak. Biasa saja.”

“Itu tampak di wajahmu.”

“Terserah kamu saja.” jawaban khas perempuan.

Mereka bersulang dan Tae Joo makan sosis yang kayaknya enak banget. Orang korea tuh kayaknya kalau makan semuanya enak yaaaa?

“Kamu belum makan? Han Tae Joo?”

“Belum.”

“Jadi, kamu kemari untuk mengisi perutmu?”

“Itu salah satu alasannya. Aku mengisi perutku berkat kamu. jadi katakan kepadaku….”

“Katakan apa.???”

“Kekhawatiranmu.” Aeeelllaaahhhh kalau saya jadi Mi Ri udah baper dah.

“Kubilang tidak ada.”

“Ayolah…..”

“Aku hanya bertanya-tanya. Apakah seseorang bisa benar-benar dihapus.” Pertanyaan yang anu banget.

“Benar-benar dihapus?… yaaa itu mungkin atau mereka mungkin ada di dalam pikiranmu selamanya.”

“Apa maksudmu?”

“Contohnya, aku tidak bisa melupakan mendiang ibuku. Tapi ayahku sudah benar-benar melupakannya. Dia bahagia dengan istri barunya.”

“Ahh… ibumu sudah meninggal?”

“Ya. saat aku sembilan tahun. kembali ke hal yang mau kusampaikan, beberapa orang mungkin lupa, tapi yang lain tidak bisa. Setiap orang berbeda. Begitulah menurutku. Eehh tapi, ini soal siapa? mantan kekasihmu?” wkwkwkkwkw Tae Joo bisaan.

“Bukan!!!”

“Ahh jadi aku benar.”

“Ayoolaah lupakan dia. mantanmu pasti sudah melupakanmu sejak lama. Aku juga pria, tapi semua pria sama saja. mereka amat cepat melupakan mantan mereka. hanya wanita yang lama.”

“Sudah kubilang ini bukan soal mantanku.”

“Lantas, kenapa wajahmu seperti itu? aku tahu kamu penggila kerja, tapi kamu tidak minum dia botol soju lemon karena hasil penjualan pertama. Apakah hasil penjualan membuatmu sedih? Atau survei konstribusi membuatmu kecewa?”

“Berhantilah sok akrab.”

“Walaupun kamu bersikap angkuh. Aku tidak percaya kamu jomlo.” Wkwkwkwkkw.

“Emang begitu kok.”

“Sunnguh?”

“Bagaimana dengan dirimu Han Tae Joo-ssi,kamu tidak punya pacar? Kenapa kamu tidak minum dengan teman-temanmu? Kenapa kamu malah minum dengan bosmu?”

“Kenapa tidak boleh? Aku juga jomlo….. kamu harus menyerahkannya pada orang itu… entah dia sudah melupakanmu atau belum. Pertimbangkan keputusan mereka. aku menyimpulkan bahwa melupakan juga adalah keputusan ayahku. Itu membuat aku pulang…”

“Kamu kabur dari rumah saat kecil?”

“Ya. sekitar 3 bulan. Hidup terasa lebih berat saat jauh dari rumah. Saat itu sungguh sulit. membayangkannya saja…”ehhh Mi Ri malah tersenyum… “Kamu tampak lebih cantik saat tersenyum. Kamu nampak seperti keponakanmu yang cantik. Ahhhh ada apa denganku? Kenapa aku salah sangka saat itu? itu pasti alasanmu tidak menyukaiku. Benar, bukan?”

Dan dengan manisnya. Tae Joo mengantarkan Mi Ri sampai lantai 18. Padahal dia tinggal di lantai 14.

***

Karena Mi Sun sangat sibuk di kantornya, ia mencoba menelpon suaminya.

“Aku dengar kamu pulang siang.” Tanya Mi Sun.

Eeehhh Jin Soo malah lagi sepedaan. “Aku tidak pulang siang, aku sedang di luar bersama klien. Katamu kamu di kantor.”

“Menemui klien sama saja dengan di kantor. Benar bukan? Apa maumu?”

“Aku mau memintamu untuk menjemput Da Bin. Ibu membuat kimchi hari ini,  jadi, agak sulit baginya mengurus Da Bin.”

“aku tidak janji bisa menjemputnya, entah kapan aku akan selesai.”

“Aku terlalu berharap kepadamu…..” anjay dia. suami macam apa. Nggak guna.

Dan Jin Soo malah girang naik sepeda. Merasa dirinya bebas.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *