Sinopsis Mother of Mine Episode 13 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 13 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini yaaaaaa.

Emak bikin kimchi kayaknya buat seluruh warga korea saking banyaknya. Paman Young Dal sampai mengeluh ini dan itu.

Mi Sun menelpon Ibunnya. “Omma…. aku akan pulang larut lagi hari ini. maaf.”

“Pernahkah kamu pulang tidak larut? Kenapa meminta maaf sekarang? jangan cemas, omma akan menjaga Da Bin.” Yaaa emak lagi emak lagi.

Setelah telpon ditutup. Emak mengingat Mi Hye yang katanya sudah meneken kontrak.

***

Woo Jin marah pada Mi Hye. “Apakah kamu sudah gila? Apa yang kamu lakukan?” Mi Hye melempar Woo Jin dengan biji kopi.

“Kamu licik seperti rakun tua, jadi, aku memberimu makan. Kamu menipu penulis naif. Kamu puas sekarang?”

“Naif? Kamu cukup jauh dari kata naif. Bahkan saat mabuk dan pergi keluar, kamu bahkan berbohong kepada ibumu tanpa merasa bersalah. Kamu meneken kontrak?”

“Memangnya kenapa? kamu memakai itu untuk menipuku agar bekerja paruh waktu di kafe ini?”

“Aku tidak menipumu. Kubilang kita akan meneken kontrak.”

“Penulis mana pun akan beranggapan kamu ingin menerbitakan…. kamu kira aku setuju meneken kontrak untuk menggunakan celemek? Restoran kami punya 50 untuk dipakai pelanggan. Serta warnanya merah dan lebih bagus. Bagaimana pun, aku tidak mau meneken kontrak. Kamu bisa menunggu dan menyesal tiga tahun dari sekarang.”

“Kamu menulis saat melayani, memarkir, dan mengasuh. Kamu kira aku akan mengerang dan menyesal?”

“Apa?”

“Mengenakan celemek di sini atau di rumah, bukankah sama saja? kenapa kamu tidak bekerja di kelilingi aroma buku? Itu bisa memberikan ketenangan dalam hidupmu.”

“Yakkk aroma buku? Aroma parfummu lebih menyengat di sini. kamu membuat rambutmu mengkilap, mengenakan pakaian dan parfum mahal. Beraninya kamu bicara soal novel? Soal kehidupan? Bertingkah seolah-olah kamu paham soal kemanusiaan? Serta kamu memperlalukan penulis seperti pekerja paruh waktu? Bagaimana pun mari jangan bertemu lagi.”

Mi Hye turun lagi kebawah. Ia barpamintan dengan Dol Dam dan Peter.

Sayangnya, di saat yang bersamaan, Jae Bum muncul. Wkwkwkw. Mi Hye ketakutan dan naik lagi ke atas.

“Halooo… apakah ini penerbitan Dol Dam Gil?” Tanya Jae Bum pada peter. “Apakah penulis Kang Mi Hye masih di sini?”

“Ya.”

“Bolehkah aku menemuinya?”

“Tentu. Naiklah.”

***

Mi Hye siap dengan menahan pintu. Sempat terjadi tarik menarik. Tapi Jae Bum berhasil masuk.

“Siapa kamu?” tanya Woo Jin pada Jae Bum.

“Haloo… aku……”

“OHHHHHH Jae Bum-Ahhh… kamu di sini?” Mi Hye pun muncul setelah bangkit dari persembuyiannya.

“Mi Hye… apa yang kamu lakukan di sana?”

“Aku sedang ada urusan di sini.”

“Mari kuperkenalkan diriku lagi…. aku Bang Jae Bum. Aku temannya Kang Mi Hye.”

“Ahh begitu rupanya. Senang bertemu denganmu. Aku Kim Woo Jin.” Mereka salaman dan Jae Bum melihat Woo Jin dengan saksama.

****

Sebagai tamu, Jae Bum disuguhkan kopi oleh Peter. “Cakkanmim. Aku fansmu. Aku suka nonton dramamu. Judulnya yes.” Ucap peter.

“Aigooo… aku tidak tahu kamu penggemarku.” Kemudian Peter pun pamitan untuk mengajak Jae Bum jalan-jalan.

***

“Kamu penulis drama?” Tanya Woo Jin.

“Iya benar.” Jawab Jae Bum.

“Maaf. Aku tidak tahu banyak soal drama.”

“Tidak apa-apa. Aku tidak tahu banyak soal novel. Aku belajar penulisan novel bersama Mi Hye saat kuliah, tapi sudah lama berganti arah.”

“Ahhh begitu rupanya.”

“Menulis naskah drama memberiku banyak uang, tapi dasar setiap kisah berasal dari novel. Aku merasa menyesal dan minder terhadap karir yang kutinggalkan.”

“Begitu rupanyaaaa…” Woo Jin menjawab dengan sangat malas.

“Tapi Mi Hye ku, berjalan tegak pada jalur ini walaupun kesulitan. Aku amat menghormati temanku. Orang-orang seperti Mi Hye adalah harapan industri penulisan. Dunia tergila-gila pada uang, tapi dia melakukan sesuatu yang tidak bernilai uang. aku amat bangga dengannya.”

“ahhh yeeeee…” Woo jin responnya gini terus.

“Bagaimanapun..” Jae Bum memegang tangan Woo Jin. “Tolong jaga Mi Hye dengan baik. Aku yakin Uriie Mi Hye akan berusaha yang terbaik untuk menutupi kekurangannya. Keluarganya, termasuk aku, mendukungnya. Kami amat berharap dia bisa kembali sukses dengan Dong Dam Gil. Aku di sini untuk meminta bantuanmu mewakili keluarganya.”

“Ahhhhh… jadi keluarganya berharap banyak darinya?”

“Benar.”

Mi Hye yang mendengarnya malah pura-pura menangis. “Mi Hye kenapa menangis?” Tanya Jae Bum.

Mi Hye mulai ngibul. Woo Jin tahu itu. “Aku hanya amat bersyukur kepada keluargaku.”

Jae Bum bicara lagi. “Kamu Mi Hye, ada karena keluargamu. Serta keluargamu ada karenamu.” Mi Hye sok nangis lagi.

Sumpah akting Mi Hye ngeselin.

****

Berbeda dengan Jae Bum usai melihat Woo Jin. Ia mencubit perutnya dan berusaha untuk akan selalu berolahraga.

***

“Berapa upah perjamnya?” Tanya Mi Hye.

“Upah per jamnya, 8 dolar 35 sen. Dari pukul 09.00…”

Mi Hye akhirnya meneken kontrak. “Aku tahu… sampai puku; 18.00. aku akan membersihkan lantai 2 segera setelah datang bekerja. aku akan menjual kopi. Dan mengurus toko setelahnya. Saat peter membeli bahan makanan, aku akan mengajak Dol Dam berjalan-jalan dan memberinya makan. Benar?”

“Ya.” Mi Hye pun mulai meneken.

“Aku punya satu syarat.”

“Apa?”

“Setelah jam kerja, biarkan aku menulis di sudut gedung ini. aku tidak punya ruang kerja. Aku kabur dari rumah, jadi, setidaknya aku mau punya 3 atau 4 jam sendiri. bebas dari melayani, memarkir, mengasuh, dan semua yang kulakukan di rumah. Tapi aku tidak punya tempat lain. jadi, aku mau menulis di sini setelah bekerja.”

“Baik. Kamu boleh memakai tempat ini. di manapun boleh asal pas denganmu. Tapi bekerjalah dengan benar.”

“Jangan cemas, sajangnim. Aku akan mulai bekerja sekarang.”

“Tunggu… sajangnim?”

“Kamu bos kafe. Aku tidak mau memanggilmu editor kepala. Lagi pula, kamu memperlakukanku sebagai pekerja paruh waktu juga. Aku yakin adil untuk kita berdua. Aku pergi dulu….” Mi Hye pun mulai bekerja.

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *