Sinopsis Mother of Mine Episode 14 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 14 Part 1- Episode sebelumnya kamu bisa baca di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.

Mi Ok alias mertua jahara sedang dalam kegiatan bersama dengan para ibu sosialita yang lain. Mi Ok menikmati hidupnya dengan membaca puisi. Puisi Mi Ok adalah tentang seorang nenek yang bahkan hidupnya hanya terus memasak, memasak dan memasak.

Hingga para temannya menangis mendengar Mi Ok membaca puisi. Semua pun tepuk tangan. Padahal yaaaa… puisinya menceritakan tentang Emak.

***

Di rumah, Ayah mertua Mi Sun hanya makan dengan mie instan dan kimci. Sedangkan Mi Ok pulang dengan mengomel. “Sudah kubilang jangan makan di sofa. Kita punya dapur. Kenapa kamu selalu makan di sini? serta tidak bisakah kamu makan ramen di mangkuk? Bukannya di panci? Memangnya kamu pengungsi? Kamu sungguh harus makan dari pancinya? Seleramu rendah.”

“Seleraku rendah? Kamu serius?”

“Benar.  Seleramu rendah. Tolong jangan kehilangan sopan santun saat menua.”

Ayah teriak. “Bagaimana denganmu?”

“Astaga… kenapa kamu berteriak? Ada apa denganku? Apakah kamu ingin mengatakan sesuatu? Apa masalahmu? Bicara!!! Kenapa hanya menatapku tanpa bicara?”

“Apakah kamu membelikan ikan tongkol untukku? Kamu tidak membelinya. Sudah kuduga. Kamu melanggar janjimu.”

Aeeelahhhh…. ini mereka berantem soal ikan YA Tuhaaaaaaaaaaaaaaannnnn….

“Kuharap kamu sedikit saja baik hati seperti Park Sun Ja (maksudnya Emak).” Ucap Ayah.

“Kenapa kamu membahas dia? kamu membandingkan dia denganku lagi?”

“Apa? Membandingkan? Apa menurutmu kalian sebanding? Jika menjadi makanan. Kamu makanan gagal *bolu bantet kali yak. Beraninya kamu membandingkan dirimu dengan dia.”

“Ape lu kate hah?”

“Sun Ja, setidaknya membeli ikan tongkol yang sulit dikeringkan dan mengeringkannya dengan baik di udara musim dingin hanya untuk memberi makan anak-anaknya makanan enak. Bagaimana denganmu? Pesta apa itu?kamu hanya bersenandung dan menikmati harimu sendiri, lalu pulang sekarang. bagaimana kamu menyebut dirimu ibu rumah tangga? Apa kamu seorang ibu? Apa kamu seorang istri? Ini pelalaian tugas, paham? tahukah kamu apa yang Bu Park lakukan?”

“Baik… apa yang dia lakukan?”

“Dia membuat semur ikan layur.”

“Omonaaa… ibu rumah tangga yang baik memasak semur ikan layur. Dia merebusnya di panci di blok sebelah. Menurutmu apa yang dia masukkan ke semur ikan layur? Lobak atau kentang?”

“Sebentar lagi Jin Soo akan memberikannya.”

“Kamu melakukan ini karena mau makan masakan Ibu Park?”

“Apa maksudmu? Tidak…”

“Jangan bilang tidak!!! Itu sudah teramat jelas. Pergilah ke sana kalau begitu. ke rumah Da Bin!!!”

***

Jin Soo memarahi Mi Sun yang pulang larut.

“Kamu tahu ini pukul berapa?”

“Aku menemui teman.” Ucap Mi Sun.

“Katamu kamu lembur.”

“Aku sudah mau pulang saat temanku mengundang untuk minum teh, paham?”

“Kamu seharusnya langsung pulang setelah bekerja, bukannya minum teh dengan teman. Siapa teman-temanmu?”

“Soo Jung dan Ji Min.”

“Soo Jung gemuk? Lalu Ji Min pemarah?””

“Ya!!! Soo Jung gemuk bertanya apa kamu masih dungu dan Ji Min pemarah bertanya apa kamu masih punya kebiasaan buruk itu?”

“Apa? Kamu menemui teman-temanmu untuk membicarakan aku? Kamu bilang ke ibumu bahwa kamu lembur, lalu menemui teman-temanmu untuk mengolok-olokku? Kamu merasa tidak ceroboh karena ibumu membantu?”

“Ceroboh???”

“Walaupun ibumu membantu mengerjakan tugas rumah, kamu seharusnya melakukan bagianmu.”

“Itukah alasanmu pergi ke pegunungan alpen dengan Yoon Young Hyun, suaminya Soo Jung?” wkwkwkkw ketahuan.

“Apa?”

“Ibuku datang setiap pagi bahkan malam untuk membantu dan istrimu bekerja seharian. Kamu tidak pernah membersihkan rumah di akhir pekan ataupun bermain dengan Da Bin, lalu apa? Kalian akan rehat liburan kali ini dan pergi ke pegunungan alpen? Kalian akan bersepeda? Kamu sudah gila.”

“Tidak… dari mana kamu dengar hal semacam itu?”

“Kamu menabung 200 dolar perbulan, istrimu bahkan nyaris tidak bisa menghabiskan 10 dolar karena tidak ada uang. lalu kamu mengeluh soal uang jajan? Jugaaaa!!!! Dengan suami Ji Min, Kang In Hak, kamu pergi ke selandia baru musim panas ini untuk memancing tuna? Jika kamu menabung 150 dolar per bulan?”

“Ahhh bagaimana dia membocorkan semua itu?”

“Kenapa kamu tidak memancing di laut dalam saja?” wkwkwkkw. “Perglah yang jauh dengan kapal pemancingan laut dalam dan kirimkan uang ke rumah!!! Bagaimanapun, aku punya 3.500 dolar, yang sudah kamu tabung selama ini. hanya itu yang perlu kamu tahu.”

“Aku sudah menabung selama setahun. Kembalikan.” Rengek Jin Soo.

“Jangan lakukan apapun!!! Atau aku akan minta cerai!!!”

Mi Sun galak banget dan keluar kamar.

***

In Sook menelpon Tae Joo yang sudah bekerja di kantor.

“Ya, Bu.”

“Maaf. Ibu tidak mendengar panggilanmu kemarin.”

“Tidak apa-apa.”

“Apa ada masalah?”

“Kemarin aku menemui ayah.”

“Benarkah? Bagus. Apa katanya?”

“Dia masih tidak senang denganku. Jadi, aku memintanya untuk tidak menelpon. Aku ditatap dengan aneh di kantor.”

“Ibu juga akan hati-hati kalau begitu. ibu tidak akan menelponmu di kantor juga. Kapan kamu akan pulang ke rumah ibu? Kamu bilang kamu merindukan masakan ibu?”

“Aku akan datang akhir pekan.”

“Sampai jumpa kalau begitu.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *