Sinopsis Mother of Mine Episode 14 Part 2

Sinopsis Mother of Mine Episode 14 Part 2 – Episode sebelumnya kamu bisa baca di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.

Mi Ri memberi salam pada In Sook di lobi. Tapi In Sook dengan sombongnya berjalan begitu saja.

Di dalam kantor. In Sook mendengarkan jadwalnya yang dibicarakan sekretaris.

“Anda ada rapat pukul 13.00 dengan Tim perencanaan. Pukul 15.00 anda akan bertemu dengan Pak Jung dari Grup Segang. Pukul 17.00. tim hukum memberi taklimat.”

In Sook terdiam. “Ohh baiklah. Jadi, Kang Mi Ri dari tim pemasaran.”

“Apa?”

“Bisakah aku melihat riwayat pribadianya serta penilaian kerjanya selama 10 tahun?”

“Ya. akan kusiapkan besok pagi.”

***

Di tim pemasaran. Pak Park memberikan nota-nota pada Tae Joo. Intinya sih mengganggu Tae Joo. Tapi Tae Joo tetap mengerjakkan tugasnya.

Tae Joo pun diajak pergi dengan Mi Ri untuk mengecek barang ditoko. Pokoke sibuk banget ini dan itu.

“Memeriksa pajangan adalah tugas yang berat.” Ucap Tae Joo.

“masyarakat modern menilai dari apa yang terlihat. Kita harus mengembangkan bisnis ke pikiran orang-orang sekarang. itulah alasan kita memasukkan kisah ke ambisi dan citra tidak pasti orang-orang. Itu disebut konten. Perusahaan mana pun di industri ini yang tidak punya konten sendiri pasti akan gagal.”

“Bagaimana anda menemukan konten itu?” Tanya Tae Joo.

“Aku mengajakmu kemari untuk menemukan dan memikirkan itu. apa udara segar membuatmu merasa nyaman?”

“Memiliki suasana hati yang bagus membuatku lebih kreatif.” Ucap Tae Joo sambil tersenyum.

“Jika kamu menyengir seperti itu, orang yang bersamamu akan malu.”

“Baik.”

***

Mi Hye melakukan tugasnya bersih-bersih. Saat Dol Dam masuk. Mi Hye bahkan membersihkan kaki Dol Dam… yaaaakkkk Dol Dam itu asu yaaah guys.

“Mi Hye, kamu luar biasa.” Ucap peter. “Kudengar kebanyakan penulis tidak bisa mengurus rumah.”

“Jika kamu menghadapi kesulitan dalam hidup, keahlian itu datang dengan sedirinya.” Wkwkwkw suka bener deh. “Aku harus menghasilkan apa saja yang menghasilkan uang.”

“Kamu membersihkan jendela juga?”

“Jendela, lantai, meja, dan kamar mandi sudah jelas. Aku juga sudah memesan gelas pesan antar dan membawa masuk biji kopinya.”

“Wahhhh Mi Hye Sshi…”

“Jangan memujiku. Karena itu akan membuatku merasa menyedihkan. Aku akan membersihkan lantai dua sekarang.”

***

Mi Hye naik ke lantai 2. Ia melihat ruangan sudah bersih. Kemudian melihat-lihat buku. Mi Hye melihat ada buku lamanya yang dipajang. Ia mengingat saat di toko buku dulu. saat sisa bukunya hanya satu.

“Jadi… pria yang membeli buku ini….”

***

Peter mulai membuat kopi. “Kenapa kamu menyengir seperti itu?” Tanya Woo Jin pada Peter.

“Ahh karena Mi Hye.”

“Ada apa dengannya? Dia ke mana?”

“Dia membersihkan lantai atas. dia amat ceria, murni, dan manis. Kamu setuju, Hyung?”

“Ceria, murni, dan manis, yang benar saja.”

***

Woo Jin pun masuk ke lantai dua.

“Sedang apa kamu di sana?” Tanya Woo Jin pada Mi Hye. “Kenapa kamu amat terkejut? Kamu bermalas-malasan?”

“Tidak… aku sedang membersihkan dan menata ini.” Mi Hye pura-pura menata buku.

“Bukankah itu karya agung?” Tanya Woo Jin.

“Maksudmu?”

“Twenty is winter. Kamu sudah membacanya?”

“Entahlah. Sudah membacanya…atau belum yaaa? Aku tidak tahu.”

“Jadi, dipikir-pikir. Nama kalian sama. penulisnya Kang Mi Hye. Kamu juga Kang Mi Hye.”

“Kang Mi Hye nama yang umum. Ada 4 Kang Mi Hye di kotaku.”

Woo Jin mulai menggoda. “Aku ingin bertemu dengan penulis itu, tapi dia menghilang. Apakah kamu tahu di mana dia?”

“Kudengar dia tewas.” Wkwkwkkw kok mematikan diri sendiri.

“Apa? Dia tewas?”

“Ya.”

“Baiklah. Dia tewas. Begitu rupanya.”

“Kupikir dia membelot.”

“Membelot? Maksudmu dia ke Luar Negri? Ke mana? Dia pindah ke mana?”

“LA.”

***

Woo jin turun dari lantai 2. Cukup kesal dengan jawaban Mi Hye yang mengatakan dirinya sudah mati.

“Hyung ada apa? Ada apa dengan Mi Hye?” Tanya Peter pada Woo Jin.

Woo Jin menggesekkan sepatunya di lantai. “Setelah selesai membersihkan lantai dua, suruh dia mengepel lantai ini lagi.” Kemudian Woo Jin pun pergi.

***

Jin Soo menelpon istrinya karena tidak ada siapa-siapa di rumahnya. “Tidak ada Da Bin di rumah.”

“Mereka pasti di toko. Tidak bisakah kamu menelpon sebelum pulang bekerja dan menjemput Da Bin?”

“Apa aku tahu? Da Bin selalu di sini, jadi, kuanggap dia akan ada.”

“Ibu  sibuk setiap saat. Kenapa kamu amat egois?” Tanya Mi Sun.

“Apa? Egois? Kamu mengambil semua uang yang kutabung selama setahun. Kamu sungguh tidak mau mengembalikannya?”

“Aku yang mengambilnya? Kamu mengantongi uang untuk biaya kehidupan sehari-hari. Diam, jangan bahas itu lagi.”

“Aku akan membuat Soo Jun dan Ji Min mendapat ganjaran.” Jawab Jin Soo.

“Kita sudah menjual Yoon Young Hyun, Kang In Hak, dan Jung Jin Soo di situs barang bekas. Tapi aku tidak yakian akan ada yang terjual. Aku sibuk.” Wkwkwkkwkwkw para suami mau dijual karena nggak guna guys.

Lanjut kebagian 3 yaaa… klik di sini episodenya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *