Sinopsis Mother of Mine Episode 14 Part 3

Sinopsis Mother of Mine Episode 14 Part 3 – Episode sebelumnya kamu bisa baca di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.

Dan ada adegan kocak.

Jin Soo membersihkan tubuhnya. Ia menyalakan TV begitu saja kemudian mengambil makanan di kulkas.

Tak lama, Emak dan Da Bin pun datang. karena kaget, haduk yang dipakai Jin Soo melorot begitu saja di depan Da Bin dan Emak. Wkwkwkw.

“Kamu sungguh akan seperti ini?” Tanya Emak yang menutup mata Da Bin yang berteriak. Wkwkwkkww.

Jin Soo pun malah bersembunyi di bawah meja makan seolah-olah ada gempa. Ya Tuhan, kok yaaaak aneh banget suami Mi Sun ini.

***

Tae Joo mengantarkan Mi Ri. “Di mana kita? Bukankah kita mau makan?”

“Itulah alasan kita di sini.” Ucap Tae Joo.

“Di tepi sungai Han?”

“Kamu pasti sudah tahu, tapi banyak makanan enak di tepi sungai Han. Aku yang traktir. Keluarlah.”

***

Mi Ri nampak melihat-lihat. Saat Tae Joo memesan makanan. Ia melihat keluarga kecil yang bermain dengan anak-anak mereka.

Tak lama, Tae Joo datang dengan makanannya.

“Apa ini?” Tanya Mi Ri.

“Jangan menghakimiku. Coba dulu sebelum bilang apapun.” Kemudian Tae Joo membuka mie gelas ramen dan memasukkan nasi gulung. Wkwkwkkwkw lho ini makanan mini market.

Mi Ri pun mulai makan. Tae Joo berkata. “Enak bukan? Ini adalah kombo Han Tae Joo. Angin musim semi di sini enak. Pemandangan sungai Han, tteokbokki pedas, ramyeon, dan gimbap segitiga. Ini pelepasa stres terbaik. Setuju?”

“Setuju.” Jawab Mi Ri. “Apa hari ini berat sampai kamu ingin makan makanan pedas?”

“Tidak. Aku bersenang-senang. Ini hari terbaik sejak aku mulai bekerja. ini hanya satu hari, tapi aku belajar banyak.”

“Aku senang kamu bisa belajar banyak dariku. Tapi beri tahu aku jika terlalu berat. Aku akan membiarkanmu bekerja di kantor.”

“Kamulah yang kesulitan.” Jawab Tae Joo. “Itu tampak di wajahmu. Tertulis… ada yang tidak beres…. aku masih belum bisa melupakan lelaki itu….” wkwkwkkw mbahas mantan lagi.

Mi Ri kesal, “Sudah kubilang bukan itu. berhenti berlagak mengenalku.”

“Heihhh… berusaha melupakan akan membuatmu semakin ingat. Terkadang kamu harus memanfaatkan makanan pedas seperti ini untuk menghapus kenangan.”

“Kamu slaah. Jangan asal menyimpulkan.”

“Tentu…. terserah….”

Tae Joo akan ke mimi market lagi. Tapi Mi Ri bangkit dan ia berkata yang akan beli bir dan eskrim untuk Tae Joo karena dia yang menyetir.

Di saat Mi Ri akan pergi. Ada rombongan sepedahan. Tae Joo mencoba menyingkirkan Mi Ri agar tidak tertabrak… dann yaaaaa begitu…. kaki Mi Ri kesakitan karena terkilir.

***

In Sook sedang melamun di kantor. Ia mengingat pertanyaan Mi Ri tentang putrinya tempo hari. Karena suasana hatinya buruk. In Sook pun pulang dengan menyetir seorang diri.

Saat menyetir. In Sook mengingat sudah meninggalkan putrinya di kedai milik Emak. Ia ingat putrinya menangis saat ditinggalkan.

In Sook kemudian bicara pada putrinya yang memangis. “Kenapa kamu tidak mengatakan apapun? Kamu seharusnya bertanya omma mau ke mana? Kamu seharusnya meminta ibu mengajakmu. Kenapa kamu tidak bilang apa-apa?”

“Omaaaaaa….”

“Kamu seharusnya bertanya ibu pergi ke mana dan meminta ibu mengajakmu. Apa kamu bodoh? Kamu dungu? Kenapa hanya berdiri di sana dan melihat ibu pergi?”

“Ommaaaa….” Mi Ri kecil nangis makin kencang.

“Bagaimana kamu akan bertahan di dunia ini? kamu harus tangguh. Apa kamu akan hidup seperti orang dungu selamanya? Kamu seharusnya memanggil omma. Kenapa tidak melakukannya?”

“Omaaaaa….”

“Dengarkan ibu. Jika ini terjadi lagi, kamu harus memanggil omma. Kamu harus meminta ibu mengajakmu. Kamu tidak boleh melepaskan ibu, paham? kamu tidak boleh memangis sendiri, ya? paham?”

Mi Ri hanya menangis. Kilas balik berakhir.

In Sook nampak menghentikan mobilnya di suatu tempat. In Sook berhenti di depan kedai Emak. Tempat dia membuang Mi Ri.

***

Di dalam toko. Emak sedang memarahi Paman Young Dal via telpon karena pulang lebih cepat. Emak pun mematikan lampunya.

Kemudian…. In Sook masuk saat lampu sudah dinyalakan.

“Permisi…” Ucap In Sook.

“Kami sudah tutup.” Jawab Emak yang lagi minum air.

“Kakak…” *manggilnya In Sook kek kakak ipar atau apa gitu bahasa koreanya.

“Kubilang kami sudah tutup….” jeng jeng…. Emak melihat In Sook di depannya.

klik di sini kelanjutannya…

Komentar…..

Suka lucu aja kalau Mi Sun marahin suaminya yang egois itu. sampe dibilang mau dijual di toko barang bekas. Wkwkwkwk. Jin Soo itu nggak kayak siapa-siapa. Jin Soo udah sama aja kayak Mi Ok si mertua jahara.

Anak dan ibu sama saja.

Penasan sayaaaaaa…. itu In Sook datang ke kedai Emak…. Emak gimana yaaa nanti. Akankah terbongkar, ehh tapi episode ke depan masih banyak guys, yaaaa ampun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *